
Lama berada dalam dekapan radit, kania mengeluarkan suaranya
“apa kita sudah pacaran ” ucap kania dengan polosnya. dan ini pertama kali unutknya
Radit hanya terkekeh dan mengangguk tanda ia
“ya sudah ayo kita pulang yang ” ucap radit
Mendengar panggilan sayang radit membuat kania bersemu merah diwajahnya
Radit muai menjalankan mobilnya tanpa melepas genggaman tangannya dengan kania
Sesekali radit memberikan kecupan pada tangan kania dan itu membuat kania tersenyum bahagia
“gol” batin radit
Sampai di apartemen radit melihat kesamping dan ternyata kania sudah tidur
Perlahan lahan ia menggendong kania masuk ke apartemennya dan radit pergi membersihkan diri
Setelah selesai mandi radit kembali melihat kania dan ia kaget melihat kania keringat dingin.
“kenapa dia selalu demam kalau saat bersamaku ” pikir radit
Ia bingung apa kania selalu sakit . kemudian ia mengompres kania semalaman tanpa ada tidur.
Saat ingin kedapur untuk mengganti air kania mengingau dan terus minta tolong.
Radit berusaha menenangkan dan bersandar dekat dengan kania. Dengan cepat kania sudah berada dalam pelukan radit. Beberapa saat kania mulai tenang dan radit mulai melepaskan tangan kania
Tapi kania kembali lagi memeluknya. Karna sudah lelah radit pun ikut tertidur dengan mendekap kania.
__ADS_1
Ia juga merasa nyaman dengan kania.
Dipagi hari radit bangun dan melihat wajah kania.
Ia mulai mengecek suhu tubuh kania dengan meletakkan telapak tangannya di kening kania.
Ternyata demam nya sudah turun gumam radit.
Radit yang melihat wajah berantakan kania tersenyum. Ia merasa sangat lucu apalagi ada bekas liur yang mengering diwajahnya.
Setelah lama memandang wajah kania ia pergi untuk menyiapkan sarapan.
“hoam ” kania menguap.
Ia baru bangun dan tidak menemukan radit disampingnya
Kemudian ia beranjak kedapur, setelah sampai disana kania melihat radit sedang menggunakan celemak. Kania kagum melihat radit betapa ahli nya radit menggunakan semua alat masak itu.
Dan tanpa disadari radit, kania terus saja memandangi pemandangan itu. Dia membayangkan bagaimana jika nanti dia memiliki suami yang pintar memasak.
Namun lamunannya bbuyar ketika radit mendekat kearahnya
“ selamat pagi, apakah sudah baikan ” ucap radit seraya memegang kening kania
“pagi. Aku lebih baik berkat dirimu ” ucap kania malu. Ia bahagia melihat perhatian radit.
“kalau begitu kamu tunggu disini, aku akan menyiapkan makanan untuk kita ” kata radit
Setelah lama berkutak didapur akhirnya radit dapat menyelesaikan misinya, masakan sudah terhidang dimeja makan.
“ayo silahkan makan” kata radit
__ADS_1
“selamat makan ” ucap kania antusias
Mereka tersenyum bahagia menghabiskan sarapan itu. Tak ada suara kania dengan lahap memakannya.
“makan nya pelan pelan, nanti kamu keselek ” ucap radit
“uhuk uhuk uhuk ” kania terbatuk melihat kelembutan radit
“kan baru ku bilang” ucap radit dan berdiri memberi minum seraya menepuk nepuk punda kania
“sudah lebih baik ? ” tanya nya lagi
Kania membalas dengan anggukan dan mereka mulai makan lagi.
“ enak nya ” ucap kania sambil sendawa
“ ahh maaf pak, saya lupa ” ucap kania kaget melihat ditatap oleh radit
“hahaha kamu ini, apa seenak itu ya ” radit tertawa melihat mimik wajah kania
Kania yang melihat tertawa radit semakin membuat mimik wajah yang aneh
“baiklah aku akan memasak untuk mu selama disini, dan kamu tidak boleh memanggil ku pak kalau diluar kantor ” ucap radit
“benar pak ” ucap kania
“kan sudah saya bilang jangan panggil bapak ” ucap radit
“jadi panggil apa?? Kakak? Oppa? Atau mas ” tanya kania sambil tertawa
“kamu ini panggil yang nyaman aja ” ucap radit
__ADS_1
Akhirnya mereka selesai sarapan. Kania membersihkan meja makan dan cuci piring. Dan radit pergi untuk membersihkan diri.