
setelah kania berbicara membuat jeni sangat lega. rasa sesak didadanya lenya seketika, begitu juga dengan rasa takutnya
“akhh syukurlah, kamu mau minum atau makan sesuatu ” ucap jeni yang senggukan setelah berhenti menangis
Kania hanya tersenyum melihat sahabatnya itu, dan ia begitu teharu betapa takutnya sahabatnya itu melihatnya sakit.
Beberapa hari dirawat akhirnya kania diperbolehkan pulang, ia sudah lebih baik dan mulai banyak bertanya
Sampai dirumah ia sudah melihat bunda sarah dan titinya dirumah
“maafkan titi tidak datang ke rumah sakit menjenguk mu ” ucap ibuk panti seraya memeluk kania
“bunda juga ” timpal bunda sarah dan memeluk kania
“kania tidak apa apa titi, bunda ” ucap kania
“ya sudah kamu istirahatlah bunda dan titi akan memasak ”
ucap bunda sarah
“dan kalian berdua juga sana istirahat” tambah bunda
Mereka bertiga pergi beristirahat kania dan jeni disatu tempat tidur dan petrik ditempat tidur jeni
Mereka bertiga terlelap. Hari ini hari melelahkan untuk mereka, apalagi jeni dan petrik
Mereka tidak tidur semalaman karna pekerjaan kantor pun menumpuk.
Matahari pagi pun menyonsong. Matahari masuk dari celah jendela membuat tidur kania terusik
“sudah jam berapa ini ” ucap kania. Ia melihat jam bekkernya menunjukkan jam tujuh pagi
“jen bangun heii ” kania berusaha membangunkan jeni
__ADS_1
Jeni berusaha bangun dan pergi ke kamar mandi
“dasar bukannya bereskan tempat tidur dulu “ ucap kania geleng geleng
“cepat hubungi petrik suruh sarapan disini aja ” ucap kania yang bergerak memberskan kamar mereka.
Setelah mereka selesai berpakaian kantor, mereka berdua turun dan melihat petrik sudah duduk tenang disana
“selamat pagi semua ” ucap kania seraya bergerak mencium bundanya
“bunda kok cepat kali datang kesini ” tambahnya lagi
“selamat pagi” balas mereka
“bunda mau masak makanan enak untuk putri bunda ” ucap bunda sarah
“ayo makan, nanti kita terlambat ” ucap petrik
Setelah selesai sarapan, mereka brangkat ke kantor sama sama.
Sampai dikantor mereka bertiga berpisah karna kantor mereka berbeda
“semoga semua lancar ya hari ini ” ucap kania pada kedua sahabatnya itu
“iya, kamu juga ya. Dahhh ” ucap mereka berdua dan keluar lif
“huh, aku harus menjumpai pak radit ” ucap kania
Kemudian ia bergerak ke kantor pak radit dengan membawa kotak sarapan
“tok tok tok ” suara pintu
“masuk ” ucap radit yang masih serius membaca tumpukan
__ADS_1
berkas di mejanya
“cepat sekali dia sampai” gumam kania
“selamat pagi pak ” ucap kania
“iya, ada apa menjumpai saya ” ucap radit
“ohh itu, saya mau berterimakasih untuk yang semalam pak ” ucap kania.
“ohh, ya sudah masih ada lagi ” ucap radit acuh
“dasar manusia es ” batin kania
“tidak ada lagi pak, sebagai terimakasih saya ini saya bawa bekal, bapak makan ya ” ucap kania meletakkan bekal diatas meja seraya pergi dari ruangan itu
Radit hanya melihat kepergian kania lalu memperhatikan kotak nasi itu.
Tak terasa sudah jam delapan malam kania beres beres membawa beberapa berkas kerumah karna belum siap
Kania dengan buru buru lari ke halte menunggu bus dan sudah setengah jam ia menunggu. Tapi bus tak kunjung datang
“sedang apa di disana apa dia tidak tau ini jam berapa ” ucap radit yang memperhatikan kania
“tin tin tin” suara klacson radit
“hei ayok masuk, ini sudah jam berapa. Bus terakhir sudah lewat ” ucap radit yang melihat jam tangannya menunjukkan pukul sebelas malam
jangan lupa tingalkan like ya
kalau suka divote juga
siapa tau cerita cocok untuk para pembaca sekalian
__ADS_1