
Saat pagi menyonsong radit pun terbangun dan meihat kania masih terlelap disamping
“tumben dia belum bangun” batin radit
Radit ingin membangunkan kania tapi diurungkannya karna kania sangat lelap dia pun membbersihkan diri dan pergi kekantor
Kania yang melihat radit sudah pergi, langsung bangun dari tempat tidur
Dia masuk kekamar mandi dan membawa plastik yang berisi testpack
Cukup lama dia dikamar mandi, dia ragu menchecknya atau tidak
Dia pergi kesana kemari.
Akhirnya dia memakai alat yang dibelinya
Kania pun menangis melihat hasil nya. Dia sangat bahagia
Kania terus melihat testpack itu, karna takut salah dia mencobanya lagi dengan yang satu lagi. Dan hasilnya sama, ada dua garis merah disana.
Kania benar benar bahagia dan berharap suaminya juga akan senang untuk
ini dan mulai memperhatikannya.
Dan dia pun akhirnya mandi karna dia akan memasakkan makanan kesukaan radit
Lama bergulat di dapur, kania selesai menghidangkan makanan dan menunggu radit pulang
Beberapa jam menunggu hingga kania mulai menguap
“mas radit kemana ya ”gumamnya
suara mobil radit pun terdengar masuk ke garasi
Dengan senang kania membuka pintu dan memeluk radit
Radit yang dipeluk merasa heran tapi dia membiarkannya saja tanpa membalas
“nia apa sudah bisa kita masuk ” ucap radit
“ohh iya ” ucap kania melepas pelukannya dan membawa tas kerja radit
“mas mandii dulu atau lagnsung makan ” tanya kania
“ kmau beum makan ? ini sudah jam berapa ” tanya radit
“belum, tadi aku nunggu mas ” ucap kania
“kan dah mas bilang tadi enggak usah menunggu” ucap radit
“ya sudah ayo kita makan” ucap radit membawa kania keruang makan
Kania makan dengan lahap, sedangkan radit sangat kenyang sebenarnya tadi dia sudah makan
Tapi melihat kania yang sudah menunggunya membuat dia tidak tega.
Setelah selesai makan, radit pergi ke kamar dan langsung membersihkan diri.
Kania masuk kedalam kamar saat radit baru keuar dari kamar mandi
“mas ” ucap kania
“apa sayang ” ucap radit yang masih mengeringkan rambutnya
“aku mau itu ” minta kania dengan suara manja
Radit bingung kenapa dengan istrinya
“mau apa sayang ” tanya radit
Kania mendekat ke arah radit, ia menatap radit sepersekian detik
Dan memberikan kecupan. Kemudian beralih keleher radit.
Radit kaget melihat tingkah kania, padahal beberapa minggu yang lalu kania terus saja menolak permintaan radit.
__ADS_1
Tapi akhir akhir ini kania lebih agresif dan yang selallu meminta terebih dulu
Radit juga senang karna kania tidak lagi menolak
Setelah melakukan pemanasan sebentar , mereka melakukan penyatuannya dan ditemani cahaya rembulan yang masuk dari ventilasi jendela.
Hari ini weekend kania dan radit sedang santai di balkon. Radit yang tersus memandangi wajah istrinya yang sedang membaca dengan kepala di dada radit
Radit merasa ia sudah mulai mengagumi ciptaan yang satu ini namun egonya selalu saja menghancurkan semua rasa itu.
“mas bagaimana kalau kita punya anak ” tanya kania yang tiba tiba berhenti membaca bukunya
“kenapa tidak. Tapi kalau boleh untuk sekarang jangan dulu ” balas radit
“kenapa begitu. Apa mas tak ingin anak dari ku. Lebih cepat kan lebih baik. Bunda udah nanyain terus ” ucap kania kecewa mendengan ucapa radit
“bunda?? ” tanya radit
“maksudkku titi mas ” ucap kania lagi yang hampir lupa kalau radit belum juga berbaikan dengan dengan bunda sarah
“mas bukannya enggak mau, kana lagi banyaknya pembangunan di perusahaan takutnya aku tak bisa lagi menjagamu dan anak kita” ucap radit
“tapi kalau tuhan kasih sekarang juga tak apa apa ” tambahnya lagi sambil tersenyum menatap manik hitam kania
Mendengar ucapan radit membuat kania sangat senang, hingga terukir senyum manis yang menunjukkan leesung pipinya
Radit yang memperhatikan kania kaget
“kenapa aku tak pernah memperhatikan lesung pipi ini” batin radit
Dan tangnnya bergerak mengelus pipi kania
Kania yang mengoceh senang dari tadi dan tidak mendapat jawaban dari sang empu langsung menepuk bahu radit
“mas dengar enggak sih apa yang kubillang tadi ” ucap kania
“ehh kenapa sayang ” tanya radit yang buyar dalam lamunannya
“Dari tadi aku sedang benbicara tapi kamu enggak dengar” rengek kania
“uluh uluh sini sini. ” radit pun memberikan ciuman di pipi kania
Mereka pun tertawa dan melanjutkan acara stay dirumah.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, kania pun terbangun dari dekapan radit. Ia turun dari springbed balok dengan pelan agar tidak mengganggu tidur pulas radit. Tapi usah kania gagal. Pergerakannya tetap saja membuat radit bangun.
Tanpa kania sadari ia sudah membeakangi tempat tidur dan merapikan rambutnya, disana sudah ada radit yang trus memandangi kania yang hanya memakai baju kemeja putih radit tapi tetap tembus pandang.
“kenapa istriku sangat seksi ya. Sepertinya badannya juga semakin berisi, apalagi dia gundukan itu akhh ” pikir
radit yang sudah mulai lari kesana kemari dan itu membangun sang junior
Dengan seringai licik dia menyusul istrinya ke dapur. Saat sampai disana sebentar dia hanya memandangi dulu,
menunggu cela saat kania lengah.
“aduhh mas bikin kaget aja ” ucap kania
Kania yang saat itu hampir siap dan akan menuangkan nasi goreng telur dada kepiring radit datang mendekapnya dari belakang
“selamat siang sayang ” ucap radit dengan suara berat
“siang, mas duduk di meja aja ya. Tar lagi dah mau siap ini ” ucap kania
Tapi radit tak mendengarkan apapun dia memulai aksinya.
Wajahnya yang sudah berada pada leher jenjang kania, membuat kania melenguh karna ulah suaminya yang sudah mulai nakal
“sayang hetikan nanti telornya gosong” ucap kania
Radit tak kunjung mendengar malah tangannya semakin liar kesana kemari menelusupkan tangannya nya ke dalam baju kania dan meremah kedua buah benda sintal itu
Lagi lagi hati dan pikiran kania tak sejalan hingga keluar suara mendesah dari mulutnya
“sayang sepertinya badan mu menikmatinya ” ucap radit yang tersenyum sinis menatap kania
__ADS_1
“akhh mas sudah jangan banyak berbicara” ucap kania yang sudah merang mellek
“haha seperti istriku sudah tidak sabar ” ucap radit seraya mencari suatu benda tipis dari saku celana. Setelah ketemu dia memakaikannya dan melakukan tempur dengan istrinya di dapur
Beberapa kai mereka melakukannya hingga radit mulai lapar.
Akhirnya mereka makan tanpa suara dimana kania benar benar melihat kelakuan suaminya yang bemain sangat lama
Bahkan kania sudah memohon tapi nafsu yang begitu besar membuat mereka makan siang dijam tiga sore.
“sayang jangan marah dong ” ucap radit berusaha menggoda istrinya yang cemberut
“siapa yang marah, aku tidak ada marah sama sekali ” ucap kania
“baiklah karna istriku sudah memaafkan ku, maka aku yang akan mencuci piring untuknya” ucap radit seraya membereskan meja makan
Kania yang memperhatikan radit yang begitu cekatan, sangat bangga melihat suaminya tak hanya handal dalam bisnis saja tapi dirumah juga.
Setelah selesai beres beres kania dan radit pergi ke ruang kerja radit, radit ingin mencek beberapa laporan yang
masuk dan kania akan membaca di perpustakkan yang ada disitu.
Kania yang membaca buku memperhatikan jam, dan berlau kedapur untuk membuat kopi untuk suaminya
Memang semenjak mereka menikah kania berusaha terus memenuhi kebutuhan radit karna menurutnya itu sudah menjadi kewajibannya sebagai istri. Bahkan sampek celana dalam yang dipakai radit kania yang mengambilnya.
saat kania sedang membawa masuk kopi kedalam, ia melihat radit bersandar ke belakang kursi ada buratan masalah diwajah radit
“apa ada masalah mas” tanya kania
“iya nih aku harus meninjau ke pembangunan dikota f, soal aku belum pernah pergi meninjau kesana ” ucap radit
Dan itu menimbulkan kertan di dahi kania
“bukannya kemarin kamu kesana ya bersama bella ” ucap kania penuh tanda tanya
Radit gelagapan ia lupa pernah berbohong ke kania pergi meninjau kota f tapi sebenarnya dia jalan jalan
bersama bella.
“ohh iya dah pernah sekali. Biasalah mas lupa kan banyak tempat yang mas harus tinjau ” berusaha menutupi
kebohonhannnya
Kania yang orangnya memang positif thingking menerima jawaban radit begitu saja tanpa bertanya lagi. Dan mereka melanjutkan aktifitas mereka masing masing.
terima kasih untuk semua readers
staytoon ya
dan jangan lupa like dan votenya ya
__ADS_1
terimakasih
sarangheooooo