
jika ada yang kurang berkenan saya minta maaf, saya hanya sebagai penulis pemula berharap kritik dan saran dari readers sekalian 😊😊😘😘
dan saya akan berusaha untuk update setiap hari
" mas mau " Saat mendengar itu mulut radit
menganga, tak menyangka istrinya baru mengingatnya setelah dua bungkus rujak
itu sudah mulai habis yang tertinggal hanya ada buah nanas.
“bi ina mau ? ” tanya kania lagi dengan polos tanpa memperhatikan wajah mereka
Radit yang melihat itu hanya menggeleng dan itu membuat kania tak tau akan jawaban dari pertanyaan
“nahh ” ucapnya lagi
Dan radit hanya menggeleng dengan mimik wajah kesal , yang membuat kania merasa bersalah
“ maaf ” ucap dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Dan akhir radit kembali kalah, dia merasa bersalah niat hati hanya ingin mengerjai kania tapi kania malah menangis
“maaf hik, hiks, hiks” kania terisak
Itu membuat radit lagi lagi gelagapan menghadapi sikap aneh istrinya. Di tak tau kalau istrinya sedang hamil.
“hei sayang kok jadi nangis. Engga papa, mau kamu habisin semua juga enggak
papa. Itukan aku belik untuk kamu” radit memeluk kania seraya melontarkan bujuk
rayuannya agar Kania tidak lagi menangis
“sudah ya nanti kamu makin jelek lho ” mengelus elus kepala kania.
Kania mendongak dan memperhatikan wajah radit yang sudah terlihat tidak lagi kesal
“kalau begitu kamu makan nanas nya ya, kalau kamu enggak makan brarti masih marah samaku ” ucap nya sambil terus menatap mata hazel radit
Radit mengambil nanas itu dan dengan ragu memasukkannya kedalam mulut. Satu demi satu potongan buah nanas itu mulai masuk ke dalam mulutnya hingga habis
“sudah habis kan. Sekarang ayo kita gosok gigi trus bobok. Ini sudah malam ” ucap radit seraya membawa kania ke kamar mandi
Dikamar mandi kania dan radit bergosok gigi bersama mengahadap kaca besar yang ada di ruangan itu.
“yank jangan melihat ku seperti ” radit merasa kania selalu melakukan hal aneh
Dan saat ini kania sedang menghadap ke samping dan terus menatap radit dengan intens.
__ADS_1
Radit dengan jelas melihat kania yang melihat kearahnya dari pantulan kaca
“kenapa mas makin hari makin ganteng sih ” ucap kania
“istriku sudah pandai menggoda ya ” radit terkikik mendengar penuturan istrinya dan mengecup pipi Kania yang meninggalkan bekas busa
“akkh mas muka ku jadi kotorkan.aku tidak menggodamu mas, itu kenyataan ” decak kania saat mendengar respon suaminya
“ya suami ini memang tampan sayang . Sekarang ayo kita bobok aku sudah mengantuk” radit memegangi kedua pipi istrinya sesekali menguyel uyelnya dengan
pelan. Dia tak ingin lagi mendengar tingkah konyol istrinya itu
Di lain tempat sepasang mahluk ciptaan Tuhan sedang berusaha memperbaiki sifat mereka satu sama lain dalam menjaling suatu hubungan
“aku tidak mau seperti ini terus pet ” ucap jeni marah
“ apa kau tak memiiki perasaan sama sekali kepada ku ” berteriak. jeni yang sudah terisak menatap lekat wajah sang kekasih
Dan disana dilubuk hati yang paling dalam, ada gumpalan batu yang melebur dan hilang entah kemana. semua tanya tanya yang dia tahan selama ini dihempaskan semua keluar dari dalam sana.
“bukan seperti itu je ” petrick tetap berusaha tenang, tak ingin membuat suasana semakin ruyam
“aku hanya ingin waktu sendiri, aku ingin intropeksi diri.kenapa hubungan kita ini membuatku tak nyaman. aku merasa terkekang. tak ada kebebasan” ucap radit lembut
“aku tidak mau pisah, baru beberapa bulan kita menjalaninya. Jika aku ada salah, boleh kasih tahu aku katakan apa kurangku supaya aku bisa memperbaikinya . Tapi jangan mengakhirinya hubungan ini” ucap jeni
Dia benar takut kehilangan sosok laki laki yang ada didepannya ini. Dia tak tau sebenarnya rasa apa yang dia miliki untuk lelaki ini. Tapi rasa nyaman, kasih sayang dan semua perlakuan baik bertubi tubi dia terima dari lelaki itu.
Bahkan radar bahagia tak pernah hilang saat bersamanya.
“baiklah ayo kita sama sama perbaiki sikap kita. Dan satu kurangi rasa cemburuan mu itu. kamu terlalu khawatir dan tidak memiliki kepercayaan kepadaku ” ucap petrik
" kamu tahukan kepercayaan adalah pondasi dalam suatu hubungan. jika tak ada kepercayaan mu terhadap ku maka hubungan kita hanya sebentar " tambahnya
jeni mengangguk kepala dengan cepat lalu memeluk petrik. itu tanda mereka akan berusaha menjalin lagi hubungan itu dan berharap akan berakhir di jenjang pernikahan.
lama berpelukan dan saling menguatkan hati masing masing. Kedua insan itu memutuskan untuk kembali kerumah dengan kendaraan yang berbeda. Petrik dengan pespa antiknya dan jeni dengan mobil sport kesayangannya. Mereka berdua pulang dengan hati yang bahagia, senggurat senyuman muncul diwajah dua ciptaan tuhan itu.
Setelah malam semakin hening mereka semua terlelap dalam mimpi mereka masing masing. Tapi tidak untuk radit penyakit nya mulai kembali setelah beberapa tahun tidak pernah dia alami
Radit bangkit dan masuk kedalam ke kamar mandi, suara tembakan air keluar dari yang tidak tempatnya. membuatnya harus menahan rasa melilit pada perutnya. Sakit hingga sesekali dia meringis pada perutnya
Saat merasa baikan dia kembali ke tempat tidur.namun baru beberapa saat terlentang,
perutnya kembali sakit. Dan dia harus kembali ke kamar mandi. Lama berada dalam ruangan itu radit keluar dan berjalan ke tempat tidur
“akhhh ” teriak radit melihat istrinya berdiri di sis tempat tidur dengan rambut berantakan seperti kuntilanak yang ada di stasiun televisi
__ADS_1
“ mengagetkan saja ” ucapnya dan kembali duduk ditepi tempat tidur
“mas kenapa ” kania mendekat ke arah radit
“kenapa pucat sekali apa kamu sakit ” tanyanya semakin khawatir melihat suaminya
“aku tidak apa apa. Tidur sebentar pasti akan membaik ” radit yang sudah lemah berusaha untuk membuat istirnya tidak khawatir
“ya sudah mas istirahat ya ” menyelimuti radit
Setelah melihat radit tertidur kania pergi keluar ingin bertanya pada bi ina.
“non ada apa ” bi ini yang melihat nyonya mudanya yang berjalan ke arah kamar bi ina jika menginap
“ohh iya bi, itu radit perutnya sakit. Itu karna apa ya bi wajahnya pucat sekali ” tanya kania terlihat khawatir
“iya non tuan tak bisa makan nanas, perutnya akan sakit” ucap bi ina
“apa ” teriak Kania melengking membuat SE isi rumah mendengarnya
" jangan teriak teriak non bisa pekkak kuping bibi. tuan Radit juga bisa terganggu mendengar suara nyonya"bi Ina yang menutup kuping hanya bisa bersabar
"ohh iya bi maaf. jadi itu bagaimana bi " tanya Kania dengan mata yang sudah berkaca kaca
bi Ina yang melihat itu heran, Kania juga merasa heran menurutnya akhir akhir dia sangat mudah menangis.
"setelah tak keluar dari sana biasa nya tuan minum air jahe buk" tanpa ba-bi-bu kania langsung berlari ke dapur dan memasak kan Radit air jahe campur gula aren.
lama berkutat di dapur, Kania pun membawa segelas air jahe itu ke kamar dan memberikannya pada Radit. tadi yang terlihat lemas meminumnya dengan cepat dan tidur dalam dekapan istrinya.
-
-
-
staytoon para readers
jangan lupa selalu dukung aku ya
tekan tombol like dan vote
semoga kalian suka
sarangheo
,😘😘😘
__ADS_1