
“ Hoek, hoek hoek” suara yang keluar dari kamar mandi dan itu membuat tidur radit terusik
“ada apa lagi dengannya ” pikir radit yang masih berusaha untuk bangun dari tempat tidur
Saat sampai dikamar mandi radit kaget melihat wajah pucat kania
“sayang kamu kenapa ” tutur radit seraya mendekat kearah wc jongkok tempat kania duduk
“apa kamu sakit? ” tanya radit lagi. Tapi kania enggan untuk menjawab tak lagi punya tenaga untuk mengucapkan kata
“ayo sebaiknya kamu kembali ketempat tidur, wajah mu begitu pucat” ajak radit karna tak juga mendapat jawaban dari sang istri
Sebenarnya dia masih sangat mengantuk, melihat ini masih dini hari. Tapi rasa khawatir melihat keadaan istrinya, membuat kantuknya hilang.
Kania yang sudah merasakan baikan, langsung tidur dalam dekapan suaminya.
Aroma tubuh maskulin radit membuatnya
lebih baik. Dengan sabar radit menepuk nepuk bahu kania agar tertidurnya dengan nyenyak dan sesekali menyanyi lagu yang tidak jelas apa judulnya
Radit enggan untuk tidur, banyak masalah yang berputar putar dikepalanya Kebingungannya untuk mengakhiri semua.
Seperti ada rasa tak tega untuk mengakhiri semua.
“apa aku sudah memiliki rasa untuknya ” batin radit
“akhh mungkin ini hanya rasa kasihan saja” hingga akhirnya radit ikut tertidur bersama kania
Radit bangun dan menyibakkan selimut yang dipakainya dengan pelan agar kania tidak terbangun. Dia memperhatikan wajah kania yang masih memucat.
Kemudian masukkan kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah selesai mandi ia masuk ke closet baju dan mengambilkan pakaiannya
sendiri tanpa bantuan kania seperti biasanya.
Saat memakaikan jas dia mendekati tempat tidur dan duduk diatas, sambil mengambil jarak yang tidak jauh dari kania kemudian memberikan kecupan pada kening kania.
Lama memandang wajah sang istri, radit bergerak ke meja makan
“bi jangan lupa nanti kania antarkan makanannya ya ” ucap radit disela makan
“baik tuan ” balasnya
“bibik tolong jaga kania, perhatikan makannya. Hubungi saya jika terjadi apa apa ” ucap radit seraya berdiri dari tempat duduk hendak berangkat ke kantor
Bik ina hanya membalas dengan anggukan. Kemudian memandang tuannya yang
dingin pergi keluar pintu
“huh tuan muda masih saja seperti itu, kapan dia akan berubah ” batin bik ina kemudia bergegas kedapur untuk menyiapkan makanan untuk nyonya mudanya.
“hoamm ” kania bangun dari tidurnya
Dilirik kesamping tempat tidur dan tak memperhatikan suaminya disana. Diperhatikan seluruh ruangan dan tertuju pada sebuah surat diatas meja
“*selamat pagi sayangku,
Maaf aku pergi pagi pagi sekali tanpa permisi
Aku ada rapat mendadak.
Jangan lupa sarapan ya. Jika masih
Lemas atau mual suruh bik ina mengantar makanan mu
Udah dulu ya ku mencintai mu. ILY 💗*” begitulah isi surat itu dan diakhiri
__ADS_1
dengan tanda love
Saat membaca tulisan itu membuat hati kania terenyuh, merasa diperhatikandan tanpa sadar air matanya sudah tumpah
“kok aku akhir akhir ini makin cengeng ya🙄 ” pikir kania sambil menyeka air mata nya yang sudah jatuh
(ia author juga lebih bingung😬)
“non kania kenapa ” tanya bi ani yang tiba tiba masuk kedalam kamar
Sebenarnya sudah lama diluar mengetuk pintu, tapi tak ada sahutan akhirnya dia masuk kedalam
“saya tidak apa apa bi ” ucap kania tersenyum cuman kelilipan aja
“ohh say pikir nona kenapa ” ucapnya
“iya bik saya tidak apa apa, bibi mau ngapain tadi kesini” mata kania masih terlihat berair
“itu bibi mau nanya , nona kania mau makan disini atau saya siapin dimeja makan aja ” tanya bik ani
“saya ke meja makan aja bik ” ucapnya seraya berjalan kemeja makan
“bik aku udah kenyang ” ucap kania
“kok udah siap sih non, nasinya saja belum berkurang ” tutur bi ina
“aku engga selera bik. Aku mau nonton aja ” balasnya lalu berlalu kedepan televisi
Satu harian kania tak memasukkan sesesuap nasi pun kedalam mulutnya, bi Ani yang terus bersuaha membujuk nya mulai menyerah. Setiap kali kania makan satu sendok maka dia akan memuntahkannya lagi . dia hanya memakan sedikit cemilan tadi saat menonton dan itu membuat bi ina khawatir
Dan tanpa menunggu lagi, bi Ina memberitahukannya kepada radit
“iya tuan. Non kania tak mau memakan sesuap nasi pun. Dia juga selalu
muntah dari tadi ” adu bi ina pada
tuannya melalui telpon
Kemudian panggilan itu berakhir. bi ina masuk kembali kedapur untuk memasak
makanan yang mungkin akan dimakan kania. Sudah beberapa kali bi ina memasak
menu lain, dia berharap kania akan mau memakannya.
Sudah beberapa jam kania terus saja tiduran dikamar badannya kembali lemas seperti dini hari tadi, dia mual dan perutnya tersa diputar putar.
Saat berusaha tidur, pintu kamar terbuka dan laki laki yang ditunggunya dari tadi sudah berdiri disana
Senyumnya terukir menatap suaminya.
“apa kamu baik baik saja” tanya radit
“kita kerumah sakit saja ya. Takutnya kamu kenapa napa ” ucapnya lagi
“tidak mas aku hanya masuk angin biasa ” ucap seraya memeluk radit. Rasa harum
radit membuat semua rasa mualnya lenyap.
“aku hanya mau sama mas ” ucapnya dan bergelayut manja pada radit
“ya sudah kamu makan ya. Biar mas sulang ” ucap radit dan di balas anggukan oleh kania
Radit menyuruh bi ina mengantar makanan ke kamar mereka
“aa buka mulutnya sayang ” ucap radit berusaha menyuapi kania
Baru beberapa sendok, kania sudah kenyang
__ADS_1
“udah ya mas, aku udah kenyang aku mau tidur ” ucap yana
“sikit lagi ya yank, lagian kamu enggak bisa langsung tidur “ ucap radit dan terus berusaha memasukkan makanan kedalam mulut kania
“ayo kita nonton saja jika kamu bosan” aja radit dan mereka menonton diruang tamu
“yank aku ingin makan rujak yang dekat kantor” ucap kania
“kita beli dekat sini aja ya ” radit tak inginpergi ke kantor. Karna pernikahan mereka tak banyak yang tahu
“enggak aku mau yang itu hiks, hiks,hiks” kania yang sudah terisak dan itu membuat radit gelagapan
“kok jadi nangis sih. Ya udah ini aku beli yakk. Jangan nagis lagi dong nanti kamu jelek ” bujuk radit
“biarin aja toh aku tetap istrimu” balasnya yang membuat radit geli melihat tingkah kania
“ada ada saja tingkahnya sekarang ” sambil menyetir ia mengingat ingat tingkah kania. sampai ditempat penjual rujak tersebut, radit menepikan mobilnya dan memesan dua bungkus rujak.
“terimakasih ya pak ” ucap radit dan pergi meninggalkan stan penjualan rujak itu
Suara deru mobil terdengar masuk ke bagasi kania berlari membukakan pintu
“rujak nya mana ” tanya kania langsung
“kasih salam dulu sayang ” ucap radit
“maaf mas ” 😊kania lalu mengajak radit masuk
Dia langasung mengambil plastik kresek yang dipegang oleh radit. Setelah membuka plastik rujaknya
Kania kembali terisak
“kenapa lagi saya kok nangis sihh” ucap radit sudah mulai bingung melihat
tingkah kania
“kenapa tidak ada kedongdongnya ” terisak dengan air mata yang sudah berjatuhan
“apalagi itu kedongdong ” tanya radit polos
“buah tuan ” jawab bi ina yang sudah memperhatikan tingkah nyonya dari tadi
Mendengar itu radit berusaha berpikir mencari alasan yang tepat untuk kania
“kata pak tukang rujak, buah kedongdongnya habis yank makanya nanasnya dibanyakin” ucap radit dengan serius berusaha meyakinkan istrinya
“apa benar ?” tanya kania yang sudah mulai terdiam
“iya sayang. Kapan kapan kita belinya lebih cepat lagi ya. Kamu makan yang ini dulu ya ” ucap radit
Dan itu berhasil membuat kania yakin. Dia pun memakan semua buah itu dengan lahap dan hanya menyisakan nanas. Dan kedua penonton yang berada di dekatnya hanya melihat dan sesekali menelan ludah karna car a kania memakan rujaknya.
setelah lama makan kania menatap ke arah
“ohh iya mas mau ” sodor kania yang buahnya tinggal nanas
-
-
-
staytoon para reader
jangan lupa like dan vote ya
kami terima kritik dan sarannya 😘😘😘
__ADS_1
sekian dan terimakasih
sarangheo 💗💗💗