Please Cameback

Please Cameback
mual dan pusing


__ADS_3

Setelah selesai bergulat  tadi malam diruang kerja.mereka kembali melakukannya di kamar. Radit benar benar tak pernah lelah.


Mengingat kejadian semalam membuat kania senyum senyum sendiri.


Pagi menyonsong Kania pun berusaha untuk bangun tapi tangan radit terlebih dulu menangkap pinggan kania, dia menarik kania hingga ambruk, jatuh menimpa badannya


“selamat pagi sayang ” ucapnya


“selamat pagi mas ” balas kania sambil mencium kedua pipi radit


Melihat hal kecil itu membuat hati radit senang, karna kania selalu terlebih dulu melakukannya


“kenapa kamu akhir akhir ini selalu aktif ya ” tanya radit


“dan tubuhmu tambah berisi, apalagi yang ini ” ucapnya sambil menunjuk dua gundukan kania


“ apa iya ” tanya kania


Radit mengangguk dan mulai ritual paginya. Dia seperti seorang bayi yang sedang minum asi.


Kania yang tersadar langsung mendorong kepala radit


“hei hentikan tuan wira, aku ingin mandi. Tubuh ku semuanya gerah ” ucap kania berusaha lepas dari kungkungan radit


Senyum jahil muncul diwajah radit, sepertinya dia akan menambah pengalaman baru


“baik lah nyonya wira ” ucap radit seraya berdiri


Namun sikap radit membuat kania semakin was was, apalagi yang akan dilakukan suaminya itu


Radit mendekat kearah kania dan langsung menggendongnya.


Kania sontak kaget dan berusaha turun


“apa yang akan kamu lakukan ” ucap kania


“turunkan aku ” tambahnya sambil menggelepar di gendongan radit


“kita akan mandi sama sayang, sejak kita menikah kita belum pernah melakukannya dikamar mandi ” ucap radit dan langsung kena tepuk


“auhh sakit loh yank ” ringis radit


“dasar kamu aja yang mesum, dipikirannya itu itu aja ” ucap kania


“apa kamu juga diluar begitu mas ” ucap kania dan radit langsung terperanjak


Seperti ketahuan mencuri,wajah radit langsung berubah.


Radit diam kemudian mengangkat kania masuk kedalam kamar mandi


Dengan lembut radit memandikan kania mulai dari keramas

__ADS_1


Kania sebenarnya ingin bertanya, tapi di urungkannya karna dia pun sangat lelah.


Selesai memandikan kania, radit mengambil handuk dan memasang kimono kania


“sudah” ucap radit yang melihat kania terus memandangi wajahnya


“ehh ya. Terimakasih mas ” balasnya dan memberikan kecupan pada radit.


Kania keluar dari kamar mandi dan membiarkan radit membersihkan diri. Kania masuk ke dalam ruang pakaian dan


memakai pakaian kerjanya. Ia ingin bertanya pada radit tapi langsung di urungkannya


Lagi lagi mereka datang terlambat, dan itu membuat gosip gosip antara mereka semakin parah. Pikiran pikiran negatif para karyawan semakin menjadi jadi karna belum adanya pemberitahuan


“an lihat itu, karyawan pada ngomongin kamu ” ucap jeni yang masuk keruangan kania


“biarkan saja, aku tidak ingin di hargai hanya karna aku menikah dengan radit  ” ucap kania dan bergerak duduk ke meja kerjanya


“kenapa tidak mengumumkan pernikahan kalian sih ” tanya jeni lagi


“seperti yang tadi ku bilang aku tidak ingin di hargai hanya karna aku menikah dengan tuan es itu ” ucap kania


Jeni yang mendengar itu hanya mengiyakan saja, dia tidak mau berdebat dengan kania yang keras kepala


“btw kamu kok makin berisi ya” ucap jeni yang memperhatikan body kania


“akkhh masa, mungkin karna yang semakin gemuk. Akhir akhir ini soalnya aku semakin banyak makan ” ucap kania


“ohh kupikir kamu udah take dum ” ucap jeni


“oohh ya sudah aku kembali keruanganku, takut ku bobo sudah mencari ku ” ucap jeni


“hah bobo ? siapa itu? Jangan bilang itu petrik” ucap kania tertawa karna dapat anggukan dari jeni


“hahah ya sudah sana jaga kekasih mu, soalnya kamu banyak saingan disini ” ucap kania


“mereka bukan tandingan ku. Ya sudah aku pergi ya ” ucap jeni


“iya iya, bilang salam ku pada petrik ” ucap kania


“iya. Jangan lupa kita nanti makan siang sama” ucap jeni seraya pergi meninggalkan ruangan itu


Setelah kepergian jeni, kania mulai memeriksa berkas berkas yang ada dimeja. Setelah selesai kania pergi ke pantri kantornya


Tiba tiba kania mendengar suara dari pantri


“kamu tadi tidak lihat tadi dia keluar dari mobil pak radit  ” ucap salah satu karyawan yang minum dipantri itu


“iya. Dasar perempuan murahan” sahut satu nya lagi


“iya, pantas saja dia dekat dengan pak wirawan dulu, ternyata dia menjual diri” ucap yang lain

__ADS_1


Mereka semakin menjelek jelekkan kania. Kania yang mendengar hanya bisa menghela nafas


Sebenarnya dia mau saja mengumumkan pernikahannya, tapi mendengar penjelasan dari radit. Dia pun menyetujui


permintaan radit yang meminta untuk tidak mengumumkan pernikahan mereka demi kebaikan kania.


Kania kemudia berdehem dan masuk kedalam pantri. Itu membuat semua karyawan yang di dalam pantri kaget. Wajah mereka tiba tiba memucat


Kania langsung masuk dan membuat dua teh hijau, tanpa mau berkomentar.


Selesai membuat teh, kania langsung keluar dan memberi senyuman pada karyawan yang disitu


“saya duluan ya ” ucap kania


“baik buk ” ucap mereka


“tidak apa apa ” batin kania.


Sampai di depan ruangan radit, kania langsung masuk tanpa mengetuk pintu


“sayang ” ucap radit yang berdiri dan duduk di sofa


Radit yang tidak mendengar sahutan dari kania, membuat radit semakin gencar menggoda istrinya


“sayang ” ucap radit yang sudah duduk di dekat kania kemudian menyelusupkan kepalanya ke leher kania


“hmm kenapa mas ” tanya kania pelan


“aku ingin ” ucap radit yang sudah memulai aksinya


“maaf mas aku lagi datang bulan ” ucap kania


“kok bisa, tadi pagi aja belum ada ” ucap radit


“iya baru tadi aku tau ” ucap kania


Radit memandang kania tidak pecaya.


“apa dia sudah tidak menyukai ku ” batin radit


“kamu tidak percaya padaku ” ucap kania dengan wajah yang lemas


“aku percaya sayang. Apalagi melihat wajah pucat mu ” ucap radit


“apa sakit ya, kamu lemas sekali ” ucap radit


“sedikit ” balas kania


Radit membawa kania ke ruang istirahat


“ayo kita tidur pasti kamu lelah”  ucap radit yang menepuk tempat tidur disampingnya

__ADS_1


Kania tidur dan masuk kedalam pelukanyang menurutnya begitu nyaman


Rasa pusing dan mual kania hilang perlahan lahan.


__ADS_2