
mohon maaf kalau lama updatenya soalnya saya sedang kerja malam jadi tidak bis aupdate sebulan ini.
setelah selesai memberi minum air jahe
kania turun untuk menemui bik ina
“ bagaiamana bi ”tanya kania
“Biasanya bibi kasih makan satu jam sekali agar lambung tidak sakit non” ucap bi ina
Kania pun lansung memasakkan bubur yang biasa dimasakkan jeni jika dia sakit
Satu jam sekali kania memberi makan radit dan sesekali menemani nya tidur.
Hingga malam tiba radit masih tidur dalam dekapan kania, dengan pelan kania berusah melepas tangan radit yang sudah mendepkapnya sangat kuat.
Radit mulai terganggu karna pergerakan kania
“mau kemana ” radit bertanya dengan suara serak dan wajah yang masih terlihat pucat
“sebentar aku mau pipis ” ucap kania dan tersenyum melihat tingkah manja suaminya
“jangan lama, cepat kembali ” ucap radit sambil berusaha duduk ingin menunggu istrinya
“tidurlah aku hanya sebentar ” berusaha membanguskan tempat tidur suaminya namun radit yang tidak mau mendengar membuat kania pasrah.
Dengan cepat kania pergi kekamar mandi, ia takut radit menunggu terlalu lama. Selesai membuang hajat kania kembali ke tempat tidur dan membawa radit tidur dalama dekapannya.
Kania yang sudah ingin tertidur, merasa terganggu dengan tingkah radit. Kania berusaha menahannya agar tidak terpancing
Radit terus saja mengigiti ujung payu**** kania dari balik baju yang ia pakai.
kania terbiasa tidak memakai bra. memprmudah aksi radit.
semakin lama radit semakin menghisap kuat, hingga tanpa sadar kania mendesah
“ahhh hentikan mas” ucap kania yang sudah terbawa suasana
“aku ingin” radit memelas minta jatah
Mendengar itu kania bingung, bukan takut karna mereka sudah sering melakukannya. Melainkan dia takut mengganggu cabang bayi yang ada di perutnya
“sayang ” ucap radit dengan wajah yang meminta kasihan
Lama kania berpikir akhirnya dibalas dengan angggukan. Tanpa aba aba radit mengerayangi tubuh istrinya dengan kelembutan. Dia tidak ingin membuat kania menjadi takut. Pergulatan mereka pun sampai tengah malam, hingga mereka melupakan jam makan.
Selesai pergulatan yang melelahkan itu membuat kania terlelap tapi radit masih terjaga.
__ADS_1
Dia terus memandangi wajah istrinya yang sangat tenang. Dia mennyelipkan rambut yang menutup wajah istrinya itu.
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul dua belas membuat radit mulai mengantuk dan masuk ke dalam selimut yang dipakai istrinya. Tapi rasa ngantuknya tiba tiba hilang ketika kania berusaha membangunkannya
“mas aku lapar” ucap kania seraya menepuk nepuk pipi suaminya yang terlelap. Radit sebenarnya sudah bangun tapi dia menunggu tingkah aneh istrinya itu
Tak melihat ada pergerakan dari radit,kania memasukkan tangannya kedalam selimut dan menghancurkan benteng pertahanan radit
ia meremas kuat siboncel kesayangan radit
“akhh sayang, hentikan” desah radit dengan nafsu yang memuncak
Kania hanya tersenyum dia sudah memiliki senjata baru untuk membangunkan suaminya, karna dengan ciuman sudah tak lagi berguna
Dengan cepat kania berjalan ke arah kamar mandi sebelum radit benar benar menerkamnya
“sayang lihat ini kamu sudah membangunkan siboncel ” teriak radit dan berusaha mengejar istrinya
Kania yang baru saja ingin masuk bath up langsung disusul oleh radit
“mas hanya mandi, aku sangat lelah dan lapar ” ucap kania dengan tegas
“iya sayang ” ucap radit dengan senyuman
Beberapa menit berlalu belum ada kelakuan radit yang membuat kania terganggu tapi beberapa saat kemudian radit benar benar membuat kania lemah dalam kungkungannya
Kania dengan wajah cemberut keluar dari kamar, dia benar benar kesal dengan suaminya. Kania duduk didepan radit tanpa mengucapkan satu katapun. Dan radit hanya terkekeh melihat istrinya yang meberenggut yang telihat imut di mata radit.
“aku tidak mau ” kania melipat kedua tangan dengan membuang wajahnya
“ohh kamu ingin kita begadang, baiklah ” ucapnya
Kania melototkan matanya dan cepat menghabiskan makanan dalam piring itu dan sesekali menatap radit dengan kesal
Kania dan radit sudah menjalani kehidupan sehari hari seperti pasangan yang normal. Kania yang begitu telaten mengurus radit, membuat radit semakin betah untuk berdiam diri di rumah.
Kadang radit pulang lebih awal dan langsung membawa pulang istrinya dari kantor.
Tapi radit belum sadar bahwa rasa nyaman itu telah membuatnya jatuh cinta pada istrinya itu.
Ego yang besar membuatnya lupa akan cinta yang dia dapat dari istrinya.
Hari kania ingin bertemu dengan jeni dia ingin memberitahukan kehamilannya kemudian sama sama pergi ke panti asuhan tempat dia dibesarkan dulu
“haii sayang ” ucap jeni dan memeluk kania
“apa kabar mu ” tanya kania
__ADS_1
“aku baik, apa yang mau kamu bicarakan? Baru minggu lalu kita bertemu? ” ucap jeni
“ini” kani menunjukkan hasil usg yang baru dia dapat semalam dari dokter kandungan
“hah siapa hamil” tanya jeni polos dan hanya dibalas senyuman oleh kania
Dan setelah beberapa saat berpikir matanya terbelalak. Jeni benar kaget
“apa aku akan menjadi onty” tanya dan kania hanya membalas dengan senyuman
Kania mencium perut kania dan mengucapkan beberapa yang tidak jelas entah apa itu
Setelah lama mencium perut kania, jeni duduk kekursinya dan menatap kania.
“kalian memang top cer. Berapa kali buatnya ” tanyanya dengan suara renyah
“hahha ini memang sudah lari, perlu diperbaiki ” ucap kania sambil menunjukkan kepala jeni
Lama mereka berbincang jeni teringat dengan perkataan teman di kantor. Jeni dan petrik sudah dipindahkan ke kantor cabang yang baru dibangun. Jeni dan petriklah yang di tanggungjawab kan untuk merintisnya.
“btw minggu llalu pak radit ada bilang pigi keluar” tanya jeni
“iya kenapa ” ucap kania yang masih lahap memakan es creamnya
Setelah beberapa hari mereka lewati radit yang sudah mulai membuka diri pada kania membuat kania semakin bahagia. Dia selalu tersenyum saat mengolesi krim kue yang dibuatnya khusus untuk randi
Kania berencana untuk merayakan ulangtahun radit di dalam ruangan kerja radit. Karna tadi pagi radit minta izin terlambat pulang.
Kania pun menyiapkan semua kue yang akan dibawa kekantor, dan tidak lupa photo usg kehamilannya yang ia minta kemarin saat pergi check ke dokter kandungan
Kania masih mengingat bagaimana bayi dalam kandungan nya itu, walau hanya titik kecil tapi i merasa bayi itu sudah sangat besar dan membayangkan anak itu sangat mirip dengan mereka
“akkhh selesai ” ucap kania
Dia membersihkan keringat di dahinya, lelah itu pasti apalagi ia harus mual setiap pagi karna hormon kehamilannya.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Kania naik ke lantai untuk mengganti bajunya dan membawa semua yang perlu dibawa
Kania membuka bagasi mobil dan memasukkan kue dan semua keperluan yang dibawa
Kania mengenderai mobilnya dengan laju yang sangat pelan. Dia tak ingin
membuat janin terkejut karena membawa mobil terlalu laju.
staytoon para readers
mohon maaf jika ada krang dan salah
__ADS_1
jika ada kritik dan saran
silahkan komen ya dikolom kemontar