
terimakasih untuk para reader
jika ada kata atau salah mhon dimaklumi
"cinta tak selama berujung manis, tapi pengorbanan
akan berbuahkan rasa setara dengan manisnya hidup "
kania membersihkan keringat di dahinya, lelah itu pasti apalagi ia harus mual setiap pagi karna hormon kehamilannya.
Jam menunjukkan pukul empat pagi, Kania naik ke lantai untuk mengganti bajunya dan membawa semua yang perlu dibawa
Kania membuka bagasi mobil dan memasukkan kue dan semua keperluan yang dibawa
Kania mengenderai mobilnya dengan laju yang sangat pelan. Dia tak ingin membuat janin terkejut karena membawa mobil terlalu laju.
Sampai di kantor radit, kania dengan penuh senyum memasuki perusahaan besar itu.
Sebenarnya kania sudah meminta cuti selama seminggu karna kurang enak badan. Tapi hari ini dia datang untuk memberi kejutan pada suaminya
“selamat siang buk ” sapa receptionis yang berada di bagian depan
“selamat siang” ucap kania dengan tersenyum
Mereka yang melihat kania merasa iba, seorang baik hati cantik.
Harus di duakan dan Mereka yang mengetahui itu hanya bisa menutup mata dan menutup mulut. Mereka tak bisa berbuat apa apa yang mungkin membantu kania. mungkin doa saja yang mungkin mereka beri.
Sebelum menjadi menantu wirawan, kania sudah sangat dikenal oleh seluruh staff . dia yang ramah dan sangat berprestasi.
Kania masuk kedalam lift, menekan tombol lantai teratas. Pintu lift tertutup dan lift yang kania naiki berjalan.
Sampai dilantai atas kania memasukkan sandi ruangan radit, senyum yang merekah pada wajah kania sirna dalam hitungan detik
Rasa sesak menghampiri rongga pernapasan. Sungguh ia tak mampu untuk menarik nafas walau hanya stu kali tarikan.
Kania mengamati ruangan yang beratakan itu, baju radit yang dia pakai tadi berserakan dilantai dengan pakaian seorang wanita.
Deg
Kania berusaha menetralkan pernafasan menahan agar tak ada isakan.
Namun suara desahan dan rintihan dibalik ruangan itu, tempat mereka biasanya bercinta saat radit memintanya datang keruangannya.
Pikiran kania melalang buana, beribu pertanyaan yang ada dipkirannya.
Dan kue yang di pegang jatuh kelantai, hancur tak berbentuk.
Mereka yang sedang asik asiknya bercerita saling mengeluarkan kata kata cinta
Tanpa kedua insan yang sedang memadu kasih itu sadari ternyata kania hanya menunggu didalam sampai menunggu pertempuran itu selesai
Hingga suara radit yang memekik tanda sudah mencapai puncak kania dengar
Setelah beberapa menit selesai radit keluar tanpa memakai apapun
Deg
__ADS_1
Radit kaget melihat istrinya ada disitu dengan senyum merekah yang dibuat buat
Kania tetap tersenyum, dia tak ingin terlihat lemah di depan yang akan menjadi mantan suaminya itu
“sayang, sejak kapan kamu disini ” tanya radit gugup
“sejak kalian berdua saling mendesah ” ucap kania enteng
Bella sekretaris radit yang baru keluar hanya memakai celana dalam, sam terkejut melihat istri bosnya disitu.
“ini tidak seperti yang kamu pikir kan yang ” ucap radit berusaha membela diri
Kania tersenyum sinis, membuat radit takut
“mana surah penyerahan sahamnya, mari berikan padaku ” ucap kania
Radit ternganga
“untuk apa ?”
“aku akan menandatanganinya, sekalian surat cerainya. Bukana itu yang kamu inginkan. Setelah aku menandatangani nya kamu akan menceraikanku” ucap kania yang masih menunjukkan senym terindahnya
“kamu tidak usah khawatir mas ehhh pak radit saya akan membicarakannya pada pak wira. Bahwa sayang yang mengajukan gugatan cerai” ucapnya
Radit yang mendengar itu hanya tersenyum bahagia
“baiklah jika itu mau mu. Syukurlah kalau kau tau diri” ucap radit
“karna memang kau bukan seleraku, bahkan kamu tidak sedikit pun alasan yang membuat ku untuk bertahan dengan mu. Kau hanya anak panti yang dikasihani oleh daddy” ucapnya radit frontal
Tangis tak lagi terbendung, luka yang kecil itu semakin menganga dan mungkin tak lagi bisa di obati
Mendengar semua penuturan radit.
“maaf jika selama ini saya membuat malu, benar yang anda katakan ” ucap kania tersenyum
“baiklah ayo kita tanda tangani suratnya ” tambah kania seraya menyeka air matanya
Dengan cepat radit mengambilnya dan memberikannya pada kania
Kania menerima dan menandatangani surat penyerahan saham itu, dan ketika ingin menandatangani surat perceraian itu kania mendongak dan menatap lekat wajah pria yang akan menjadi mantan suaminya itu
“Sebelum kita bercerai bolehkah aku meminta tiga permintaan” tanya kania dan hanya dibalas anggukan oleh radit
Bella yang bergelayut manja di lengan bella hanya mendengar drama suami istri itu.
“kemarin waktu aku masuk keruang kerja mas, apa disana mas sudah menyiapkan surat perceraian dan penyerahan saham ini” tanya kania
Radit yang mendengar itu kaget
“kamu sudah tau, jadi ku jawab ia. Dari awal aku tak sudi menikahi. Tapi selalu saja menyulitkanku. Mungkin dia sudah merasakan tubuhmu yang tidak seberapa itu”
Kania menitikkan air mata dan tersenyum kepada radit. Sudah cukup luka itu ia rasakan. Dia menatap langit langit dan membersihkan air matanya.
Dia memegang perutnya yang terasa keram, sedikit sakit diarea sensitifnya namun ia berusaha menahannya.
“baiklah kita akan berpisah jadi aku tak perlu untuk meperjelasnya.” Ucapnya
__ADS_1
Tangannya yang menekan sofa menaha rasa sakit pada perutnya bagian bawah
“permintaan ku yang kedua ayo kita rayakan ulang tahun dengan meniup kue ini” ucapnya
Kania mengambil kue yang sudah susah payah di buatnya, meski tak lagi berbentuk tapi dia tetap membawa kedepan radit.
Dengan terbata kania mulai bernyanya
“happy birthday mas radit, happy birthday mas radit, happy birthday to yu” nyanyi kania yang menatap lekat wajah radit
Dia berusaha tetap tersenyum saat menyanyikan lagu, dengan menahan rasa sakit dihati dan juga perutnya
“ayo mas make wish dulu baru tiup lilinnya” ucap kania semangat seperti tak ada masalah
Setelah itu radit membuka mata dan meniup lilin
“hore selamat ulang tahun ya mas ” ucap kania lalu memeluk radit sangat erat, bahkan radit merasakan pelukan kania yang terlalu kencang. Lama dalam pelukannya, radit berdehem
Membuat kania melepaskan pelukannya dan menatap lekat radit. Kania yang tak ingin meningalkan radit berusaha untuk tetap tersenyum meski itu sulit
Setelah itu kania menandatangani surat perceraian itu, radit yang melihat itu terus menatap wajah sendu kania
“masih ada satu permintaan lagi” ucap radit sambil menatap wajah kania yang tidak bisa diartikan
Kania tertawa
Plak, plak plak
Ia menampar radit bertubi tubi dan sangat kuat hingga bekas jari terlihat di wajah radit
“Kita tak lagi memiliki hubungan, jadi lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Kalau begitu saya undur diri” ucap kania santai dan berlalu keluar dari ruangan radit
Setelah pintu ruangan radit tertutup kania menangis dan meringin merasakan sakit yang berlebihan pada perutnya bagian bawah
Kania berusaha kuat dan ia terjatuh saat keluar dari perusahaan itu
“ kania, bangun ndok, ndok hei bangun tolong tolong ” teriak ibuk tukang nasi warteg dekat kantor itu
Semua orang yang melihat itu membopong kania kerumah sakit, pak aji tukang sate langganan kania ikut membawa kania.
Ia kaget melihat kondisi kania yang sudah berlumuran darah
“terimakasih pak terimakasih ” ucap pak aji pada orang yang membantu
membawa kania ke dalam mobil
Pak aji memperhatikan wajah kania yang sudah memucat, pak aji menitikkan air matanya. dia sungguh tak menyangka apa yang terjadi pada perempuan yang sudah dianggap putrinya sendiri.
dia sudah mendengar desas desus yang banyak diceritakan oleh staff langganan yang makan rujak ditempatnya
tapi pak adi berusaha untuk tidak percaya.
staytoon para reader
jika ada saran atau kritik silahkan kirim dikolom komentar
yang mau promosi silahkan mari saling mmbantu :)
__ADS_1
sarangheo