Please Cameback

Please Cameback
pindah tugas


__ADS_3

dua sejoli itu telah selesai memakan makanan yang ada di meja kecil itu.


dan kemudian mereka memutuskan menonton menggunakan laptop petrik.


Hal ini adalah yang paling jeni sukai yaitu saat nonton bersama.


mereka mencari cari drama Korea yang ada di laptop petrik.


jeni yang begitu senang. sangat antusias mencari cari judul drama romansa di laptop itu.


berbeda dengan dulu Biasanya jeni hanya  sendiri atau ditemani bi ani yaitu baby siter sekaligus pembantu dirumah mereka. dan ia memilih duduk tenang tanpa memperhatikan apa yang ada di depannya. karna semua siaran akan diatur oleh papanya.


tapi jika dengan petrik ia akan mencari film sesukanya. dan satu lagi kebiasaan jeni yang berubah, jeni akan mencari posisi ternyaman dipelukan petrik sambil menonton film romansa atau film action pilihannya.


Seperti itulah petrik menjalani hari hari nya selama jeni tinggal bersamanya.


Beberapa hari berlalu kania akan berangkat kekota c untuk melihat pembangunan disana


Biasanya kania pergi sendiri tapi hari ini dia pergi bersama salah satu karyawan kantor


pagi ini dia bangun lebih awal, karna harus memasak sarapannya terlebih dulu


membersihkan kosan yang ditempati karna mungkin beberapa bulan akan ia tinggal.


setelah selesai Kania duduk di kursi dekat meja makan kecil yang ada di kosan itu


ia memikirkan bagaimana perjalanannya kali ini


namun lamunan Kania beralih kesuara dering hpnya


“an jam berapa berangkat nya“  Tanya jeni dari grup wa


Terlihat mengetik pada grup


“nanti jam 10 ” balas kania


“kayaknya kami enggak bisa ngantar ” balas petrik


“iya  an. Kenapa kali ini keberangkatan mu berbeda ?? biasanya pagi pagi sekali ” Tanya jeni


“aku juga enggak tau  jen. Biasa nya juga aku ngatur keberangkatan ku sendiri. Ini diatur sama sekretaris pak wirawan” balas kania


“eh jadi kamu berangkat sama siapa dong ” balas jeni dengan emotikon sedih


“kata pak wirawan kemarin aku berangkat sama salah satu karyawan kantor  ” balas kania


“wahh kok enggak biasa nya  ” balas petrik


“iya katanya kantor cabang disana bermasalah dan pembangunan jalan disana juga lagi ada kendala ” balas kania


“brarti kamu bakal lama dong disana ” balas jeni dengan emotikan menangis


“iss bakal rindu sama mu. Nanti enggak ada kawan apalagi katanya disana enggak ada


jaringan” tambahnya lagi


“jadi aku enggak kawan mu ” balas petrik

__ADS_1


“iss enggak ” balas jeni dengan emotikon marah


“tapi


kamu itu pacar ku hahah. btw klen dua kok chatan dari padahal tinggal bersama ” tambahnya lagi


"iya jeni lagi dirumah ayahnya " ucap kania


"dasar anak papi " balas petrik


"kamu ya tunggu nanti dikantor " ucap jeni dengan emoticon iblis bertanduk


Kania hanya tersenyum melihat  percakapan sahabat nya di grup whatsapp. dan terjadilah peperangan antara kedua sejoli itu


dan lupa dengan masalah pertama


mereka saling asik balas membalas mengirim emoticon paling jelek.


dan Kania hanya bisa geleng geleng dikosannya melihat chattingan itu


merasa keringat di dahinya sudah kering, Kania memutuskan untuk mandi.


ia berendam beberapa saat di bath up kecil yang ia desain sendiri. ia berendam dengan milk soap yang sudah berubah jadi gelembung gelembung udara.


beberapa jam persiapan kania membereskan perlengkapan yang akan dibawa ke kota c dan sudah membersihkan seluruh ruangan itu.


Ini pertama kalinya kania kekota c biasanya yang pergi kesana adalah rekan kerja nya. Kania menangani pembangunan diluar kota maupun diluar negeri tapi baru ini ditempatkan di kota c.


kota metropolitan itu kadang membuat orang malas kesana.


kebisingan, macet membuat orang malas untuk bepergian.


“drrtt drtt drtt ” bunyi suara hp kania


Kania terkejut melihat pak wirawan yang menelpon, tak biasanya pak wirawan menghubungi  kecuali hal genting. Dengan cepat  kania mengangkat hp nya.


“halo yah  ” ucap kania dengan pelan


“halo kania, bagaimana persiapan mu ” ucap pak wirawan dengan santai.


Pak wirawan dengan kania sudah sangat dekat, apalagi saat tau iya yang menyelamatkan istrinya. 


kania sudah merupakan tangan kanan pak wirawan. Dan  jika ada pengawasan diluar kota  pak wirawan sudah melepas kendali pada kania.


“iya yah semua sudah beres ” balas kania


“ya sudah kamu akan di jemput ya ” ucap pak wirawan


“ehh tidak usah ayah . Biasanya juga aku sendiri ” ucap kania. Namun tidak ada balasan dari sebrang, pak wirawan sudah mengakhiri panggilannya.


pak wirawan tahu putri kesayangan istrinya itu paling tidak bisa menyusahkan orang lain


bahkan sudah disusah kan orang lain. tetap saja berpura baik baik saja.


Baru 20 menit berlalu tiba tiba ada suara mobil didepan rumah kania


“tin tin tin ” bunyi klackson mobil

__ADS_1


Kania keluar dan bertanya tanya siapa yang datang.


dengan handuk kecil yang masih menggulung rambut Kania ia membuka gerbang dan melihat siappa sebenarnya yang datang.


naamun ia terkejut tak ada pak wirawan disana, hanya ada supir pak wirawan yaitu pak adi dan seorang pemuda duduk dibelakang.


Tiba tiba kaca mobil terbuka hingga lamunan kania buyar seketika


“apa lho mau berdiri disitu sampai besok ??” Tanya pemuda itu pada kania


"sudah jam berapa ini masih juga belum siap siap " tambahnya dengan datar


“ehh iya ” balas kania kelabakan


Kania beralih ke depan


"masuk dulu yok pak, minum teh atau serapan dulu " tambah Kania menatap pak Adi


"tidak usah non kami sudah minum teh tadi sebelum kesini " ucap pak Adi


"sebaiknya non Kania bersiap siap gih nanti kita ketinggalan pesawat " tambah pak Adi


“ayok buruan naik, nanti kalau kita terlambat lho yang tanggung jawab ya ” ucap pemuda itu


"entah apa yang dilihat Daddy dari wanita ini batin Radit menatap lekat wajah kania


“galak amat dah” batin kania


Kania lari kerumah melepas handuk kecil yang dikepalanya dan mengambil barang barang nya.


pak adi sudah menuggu dekat tangga untuk membantu kania membawa barang.


setelah kania mengangkati semua barangnya, pak adi sudah stay di dekat bh untuk mengambil barang barang kania


“mari non saya bantu ” ucap pak adi


Kania pun yang berjalan sambil sisiran membuat radit menatap Kania datar.


entah apa yang dipikirkan pemuda itu.


kebencian telah mendominasi hingga ia tak terlalu memperhatikan pesona wanita polos itu


Kania yang membatu pak Adi hanya bisa geleng geleng melihat tingkah pemuda itu


pak wirawan saja yang sudah CEO akan turun membantu kania mengangkat barang barang itu kebagasi.


barang Kania yang dibawa kesana memang teramat banyak apalagi ini sampai tiga bulan. dua kope dan satu tas ransel memenuhi bagasi itu.


dan satu tas selempang kecil ia pegang sebagai tempat dompet hp dan lainnya. setelah barang tersusun rapi Kania menuju ke pintu depan dan ingin membukanya.


stayy toon para readers


terimakasih sudah membaca kisah sederhana dari cerita ini


semoga kalian suka yaa


dan jangaan lupa like dan vote ya

__ADS_1


sarangheoo 😊😊😊😊


__ADS_2