
Kania mulai menggeliat diatas tempat tidur itu dan mulai meraba raba kesampingnya
“apa yang sedang kamu cari hm ” ucap radit yang duduk di pinggir tempat tidur
Karna malu kania masuk kedalam selimut lagi untuk menutupi wajahnya yang berantakan.
“Ayo cepat bersihkan dirimu kita harus menyelesaikan beberapa proyek dalam bulan ini” ucap radit yang mengusap usap kepala kania
“iya kamu duluan keluar gih ” ucap kania
Dan setelah radit keluar kania langsung membersihkan diri dan keluar menyusul radit
Mereka duduk berhadapan dan menyelesaikan beberapa file yang ada dihadapan mereka. Saat serius mereka tak
ada sedikit pun membahas hal hal yang tidak penting. Mereka saling bertukar
pikiran menyelesaikan setiap masalah.
Setelah beberapa jam berdiskusi kania mulai merasa lelah dan jam pun sudah menunjukkan pukul enam
“apa kamu sudah lelah ” ucap radit
“iya ” ucap kania
“kamu beres beres, hari ini kita akan kencan” ucap radit
“bagaimana dengan file yang satu ini ” ucap kania
“aku akan membereskannya. Saat kamu bersiap siap aku pasti sudah menyiapkannya ” ucap radit meyakinkan kekasihnya itu
Kania pun bergegas keruangannya dan memeriksa semua file disana dan pergi kelobi Dan dia sudah melihat radit
berdiri disana
“Apa benar kamu sudah menyelesaikannya” ucap kania
“apa kamu meragukan calon suami mu ini ” ucap radit
Dan kania hanya mencubit lengan radit yang membuat radit sedikit mengeluh karna sakit.
Setelah perdebatan itu akhirnya mereka pergi untuk berkencan
Radit sudah memesan satu restoran sekaligus. Agar rencana nya tidak berantakan
“huh ” helaan nafas radit
“apa kamu sakit mas ” ucap kania
“tidak aku hanya sedikit kedinginan ” ucap radit berbohong. Sebenarnya ia sedang gugup
Ia takut tak berjalan sesuai rencananya
Saat sampai direstoran itu kania kaget sangat gelap dan ia menutup matanya
“kenapa gelap mas, apa kita salah tempat ” ucap kania
“tidak, ini benar. Kamu tutup mata saja sampai diatas. Mungkin lantai bawah khusus mereka yang sedang berdua an ” ucap radit
Dan sampai diatas kania tak kunjung mendapat cahaya mengenai matanya.
Ia memegang erat lengan radit. Ia benar benar takut kegelapan
__ADS_1
Radit berusaha melepas pegangan kania
“mas jangan jauh jauh. Disini sangat gelap ” ucap kania
“tunggu ya aku memanggil oelayan dulu agar menghidupkan lampunya ditempat kita duduk ” kata radit
Lama kania berdiri disana, ia menunggu radit yang sudah beberapa menit pergi.
Hingga rasa takut mulai menyelimutinya
“mas aku takut ” ucap kania yang mulai terisak
Dan suara terompet membuat kania kaget ia membuka mata dan melihat sahabatnya disana dan semua anak panti
Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk kania
Kania terharu dengan kejutan ini
Ia juga melihat titinya. Ia memeluk titnya dilanjut kedua sahabatnya dan semua adik adiknya
Kemudian ia mencari seseoarang yang sudah mempersiapkan acara ini
Tapi radit tidak ada disana. Dia sudah pergi bersama dengan seseorang untuk menghabiskan beberapa jam ini.
Ia tidak mau mengikuti acara menyebalkan itu.
Beberbeda dengan kania dia sangat ingin berterimakasih pada radit
Tiba saatnya peniupan lilin kania mulai membuat permohoan
“Tuhan ada tiga permintaan ku di usia ke 23 ini, Tuhan untuk panti aku berharap pembangunannya lancar lancar. untuk petrik dan jeni kira engkau persatu mereka dalam namamu. dan terakhir Tuhan jika ia jodoh ku maka persatukanlah kami” doa kania
Kemudian ia meniup lilin. Setelah selesai makan dan mereka berbincang bincang sebentar. Dan anak anak panti kembali terlebih dulu bersama titi.
“nia kami pulang duluan ya ” ucap petrik
“kami duluan pak ” ucap petrik
“iya kalian hati hati ya ” ucap petrik dengan lembut
Mereka sudah tahu kalau kania berpacaran dengan bosnya itu
Dan mereka tidak masalah asalkan sahabatnya itu bahagia
Kania juga langsung masuk kedalam mobil
radit dan kembali keapartemen radit.
“selemat ulang tahun sayang ” ucap
radit seraya membawa kue ditangannya
“terimakasih. Cup cup cup ” ucap kania
sambil mengecup bibir kekasihnya itu
Radit jadi merasa geli karena terus
dicium oleh kania hingga dia mulai terkikik
“sayang ayo tiup lilin nya ” ucap radit
__ADS_1
Kania menutup mata dan membuat
permintaannya kemudian meniup lilinya.
Mereka saling memberi sulangan kue dan
radit mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya
“hadiah untuk mu ” ucap radit dan kania membukanya
Dan memandang wajah radit
“apa tidak suka ” ucap radit
“sangat suka ” balas kania seraya
memberikannya pada radit
“apakah tuan radit bisa memasangkannya
” tambahnya lagi seraya mengkedip kedipkan matanya.
“hahah dasar tuan putri wira” ucap
radit dan memasangkan kalung liontin yang berinisial huruf (R&K)
Setelah memasaang radit memperhatikan
kania dan mereka saling bersanddar
Kania terus memegangi liontinnya
“terima kasih sayangku ” ucap kania
Dia sudah seribu kali mengucapkan kata terima kasih.
Dan mungkin tak akan pernah bosan
dengan perkataannya itu karna radit membuatnya sangat berharga.
Saat saling bersandar radit mulai bertanya
“tadi kamu make wishnya minta nya apa yank ” ucap radit
“ada dehh. Rahasia ” ucap kania
Lama mereka saling bersandar dan kania mulai terlelap.
“apa kamu sudah siap ” tanya radit yang
sudah banyak berbicara tapi tidak ada respon
“hahah jadi aku tadi berbicara sendiri
” ucap radit yang melihat kania sudah terlelap.
Radit mengangkatnya ketempat tidur dan tidur disamping kania.
Sebenarnya dia takut jika juniornya
bangun. Tapi tidur bersama kania adalah hal yang paling menyenangkan untuk
__ADS_1
radit