
terimakasih sudah membaca cerita saya
jika ada yang kurang silahkan dikritik dikolom komentar. 😊😊😊
Semua orang yang melihat itu membopong kania kerumah sakit, pak aji tukang sate langganan kania ikut membawa kania.
Ia kaget melihat kondisi kania yang sudah berlumuran darah
“terimakasih pak terimakasih ” ucap pak aji pada orang yang membantu membawa kania ke dalam mobil
Pak aji memperhatikan wajah kania yang sudah memucat.
ditempat lain radit yang ada di dalam ruangnanya hanya terdiam sambil memegangi pipinya
“sayang kamu tidak apa apa ” tanya bella pura pura khawatir
“keluar kau ” teriak radit
Bella pergi dia juga tidak terlalu menganggap radit, masih banyak lelaki kaya yang menjadi tempat dia beradu.meski hanya simpanan tapi ia dilimpahkan oleh banyak uang.
Radit mengingat kejadian hanya berdurasi jam itu. Ia tak menyangka berakhir demikian dengan kania.
Ia berniat untukk melepas kania dengan baik baik tanpa ada yang sakit, tapi apa yang ia lalukan.
Kania malah terlebih mengetahui semuanya
Radit mengalihkan pandangannya dan menatap kue ulang tahun yang ada disampingnya
apa aku sudah berlebihan batinnya
“akhh biar saja. Kenapa aku pusing memikirkannya. ” ucapnya
“lebih baik aku bersenang senang saja ” gumam radit dia benar benar penat dan pusing memikirkan semua yang barusan terj
Radit keluar ia ingin kembali kerumah untuk menganti pakaiannya, tapi saat baru dua langkah keluar dari pintu radit melihat bercak darah dilantai
“darah siapa ini ” batin radit
“akhh bukan urusanku” gumam radit dan berlalu
Sesampai diparkiran radit memperhatikan kerumunan orang, karena penasaran dia mendekat dan bertanya ke orang yang ada disana
“apa yang terjadi ” ucap radit mengelagar
“tidak ada pak, tadi wanita yang pingsan. kemungkinan dia keguguran” Kata cleaning sevice yang baru di pekerjakan di kantor itu
Dia tak tau siapa wanita yang dia bantu
“ya sudah bubar sana, jangan jadi bergosip. Kerjakan pekerjaan kalian ”
ucap radit kesal
“seperti emak emak saja” gerutunya
Radit melajukan mobilnya dan bayangan radit tentang kania mampu menghancurkan konsentrasinya
“akhh ” teriaknya
ia sudah tidak fokus lagi mengendarai mobilnya
Kania yang bergelaut manja, bahkan sampe kania yang duduk dipangkuannya terbayang jelas di pikiran radit
Apalagi akhir akhir ini kania benar benar manja, yah mungkin karna hormon
bumil.
setelah sampai dikediaman mereka.
Radit memasuki kamar tempatnya biasa dan kania bersama. Ke dekatan mereka
beberapa minggu ini ternyata mampu menyisahkan kenangan baik dipikiran radit.
Dengan segera radit mengganti baju dan pergi ke bar untuk berkumpul bersama teman temannya
“tidak biasanya lho datang kesini ” ucap salah satu temannya
ya selama Radit bersama Kania dan mulai berusaha mendekatinya, Radit sama sekali tidak pernah menginjak kan kaki di bar tempat mereka nongkrong
__ADS_1
Radit tidak mendengarkan cakap temannya itu. Dia langsung duduk dan diserbu
oleh wanita wanita pekerja malam disitu
Radit mengesap minuman alkohol di depannya ia merasa senang tapi merasa
kosong. Seperti sebagian dari hidupnya hilang entah kemana
Radit memperhatikan wajah Wanita
yang berusaha menyentuhnya dan tiba tiba radit mendorongnya
Wajah kania yang tersenyum mulai ada pada wajah semua wanita itu
“pergi kalian semua ” ucap radit sarkas
Teman teman radit yang ada disitu heran, tidak biasanya radit menolak wanita pekerja malam disitu
“kenapa bro ” tanya sandi yang sudah tau kejadian dikantornya tadi
“tidak ada, sana pesankan aku satu wanita ” ucap radit
Sandi segera mengambil teleponnya dan menghubungi nomor cikari yang biasa menyediakan wanit ayang akan radit siksa
Sandi yang sudah selesai menghubungi mucikari langganannya mendekat ke arah radit
“kamar nomor 2021” ucap sandi dan hanya diangguki oleh radit
Lama radit meminum alkohol yang ada di depannya. Dia bergegas ke kamar yang
sudah disediakan sandi untuknya
Dengan berjalan sempoyongan radit masuk ke kamar VIP itu
Disana sudah ada seorang wanita yang menunggu radit dengan pakaian seksi
Tanpa babibu radit mengempurnya tanpa memberi jeda. Beberapa kali radit
merasa berada diatas puncak
namun lagi lagi dia mencapai klimak bahkan berkali kali.
Radit seperti orang gila. Kebiasaan buruk mulai datang kembali
Setiap hari kerjaannya mabuk mabukan, memanggil wanita malam dan
menyiksanya
Ia dengan tega melukai wanita yang dipanggil oleh sandi
Bahkan ada yang pingsan di tempat tidur.
Radit mulai kehilangan arah.
dia hidup dengan ke kacauan.
Berbeda dengan kania setelah tak sadarkan diri selama beberapa hari kini keadaannya
mulai membaik dan janinnya juga sudah semakin stabil
“baik lah nona wirawan anda sudah bisa pulang sekarang ” ucap dokter yang
mengurus kania selama beberapa minggu ini
Bunda ria dan bunda sarah bahagia
melihat kedua putri mereka teah bisa pulang kembali
“mbak kania puang kerumah ku saja ya ” ucap bunda ira
Sarah berpikir sejenak sebenarnya ia tak rela berpisah dengan kania, tapi
melihat kondisi yang juga sedang tidak baik. Ia tak mungkin dapat mengurus
kania dan cucunya itu dengan baik
“yah terserah kamu ra, kalau kamu tidak merasa terganggu untuk menjaga
__ADS_1
putri kita itu maka tidak apa apa ” balas sarah
“tidak apa apa mbak. Malah aku senang bisa tingga bersamanya ” ucap ira
“tidak mungkin kita menyuruh ibuk panti membawanya. Sedangkan kondisi di
panti pun sedang tidak baik ” tambah ira yang membuat keduanya merasa iba
dengan kania
Bunda ira takut Kania yang sedang
tidak bisa berbuat apa apa dengan masalah yang menimpa panti
Membuatnya semakin down dan memperburuk suasana hati bumil itu
Kania melihat sekitar, ia mencari apa mungkin lelaki yang sudah menjadi
mantan suaminya itu akan datang walau hanya menjenguknya sebagai rekan kerja
Tapi nihil, orang yang dicari tidak diantara kerumunan rekan kerjanya yang
duduk di sofa tempat ia dirawat
Semua orang disitu tertawa apalagi jeni dan petrik yang duduk saling berdekatan
rekan rekan kerjanya sudah tau kalau mereka sudah berbaikan. Dan sedang berusaha
untuk menjalani hubungan yang lebih baik
Meski mereka terkadang masih sering berantam karna jeni yang selalu
memaksakan kehendaknya
Tapi petrik tetap berusaha untuk mengalah dan meredan ke egoisannya.
Setelah lama berbincang kini semua rekan dan teman kania kembali dan izin
pamit pulang kecuali petrik dan jeni
Jeni yang duduk disofa bersama dengan petrik melirik ke arah kania yang berusaha untuk duduk
“apa masih sakit ” jeni mendekat ke brankar kania
“sudah lebih baik, bagaimana hubunganmu dengan petrik ” tanya kania balik
“seperti yang kamu lihat” ucap jeni tersenyum
“haha iya iya aku tau dia sealu mengalah kepada mu ” ucap kania tertawa
“yaya bela saja dia terus ” ucap jeni dengan kesal yang dibuat buat
“hmm kenapa dengan mu sayang ” ucap petrik yang memeluk jeni dari belakang
Ia tidak malu dengan sahabatnya yang ada disampingnya
“yayayay aku hanya penjaga nyamuk disini ” ucap kania
“kalian pulang saja jika hanya menunjukkan ke mesraan kalian padaku ” ucap
kania cemberut
“hahha makanya cepat cari pengganti
tuan es itu ” ucap jeni dan mereka
tertawa bersama
Namun tawa mereka terhenti ketika ada yang membuka pintu
stay toon para readers
semoga kalian menyukai nya
maaf masih penulis pemula
sarangheoo 😊😊😊
__ADS_1