Please Cameback

Please Cameback
kamar mandi transparan


__ADS_3

Terima kasih saya ucapkan sedalam dalamnya


Sudah mau membaca karya yang memiliki banyak kekurangan ini


Jika ada yang kurang atau kritik dan saran silahkan komen dikolom komentar ya .


Hari berlalu hari, sudah 2 minggu kania berada dikota ini dan semenjak hari itu ia sudah mulai dekat dengan radit.


Pertengkaran pertengkaran kecil sudah menjadi santapan untuk mereka berdua.


seperti hari ini radit memaksa kania mengganti bajunya karna menurutnya itu jelek sekali apalagi mereka akan keluar untuk makan malam dan masih banyak lagi hal hal kecil yang bisa membuat terjadinya kericuhan diantara dua sejoli itu.


Tapi keduanya akan kembali seperti orang yang tak saling mengenal. Saat berada di dalam kantor.


Hingga tak terasa kania dan radit harus keluar dari hotel itu. Karna perusahaan pusat hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan masalah kantor cabang itu.


Padahal mereka baru saja menemukan dimana titik terang belum sampai solusinya.


“pak kita bagaimana ” ucap kania yang berada dibangku depan bersama pak surya sedangkan radit berada dibelakang


“apanya bagaimana ” ucap radit yang masih kesal pada kania.


Ya kania tidak mau duduk disampingnya, kania lebih memilih duduk disamping pak surya.


“tempat tinggal kita ” ucap kania


“eh eh kenapa mukak bapak ditekuk begitu ” tambahnya lagi dan pak surya hanya tersenyum melihat tingkah mereka, ia juga bangga melihat kania yang tidak takut akan kemarahan radit.


“tau akhh, kamu ikut saja. Pak surya akan membawa kita kesana ” ucap radit yang menatap keluar jendela


“kemana ” tanya kania lagi


Hingga amarah radit tak bisa lagi ditahan, ia ingin memukul tapi kania adalah seorang perempuan. Dan surya yang melihat hanya diam tak ingin membuat suasana semakin panas


“kau sudah semakin berani sama saya ya ” ucap radit sedikit menekan suara


“ya sudah kalau tidak mau menjawab ” ucap kania sambil cemberut


sambil menunggu sampai, kania memainkan handphonenya sambil berbaring


Ia mulai diam dan menunggu sampai  penginapan dan sampai dihotel kania langsung membereskan pakaiannya . tapi ia sedikit bingung biasanya sudah ada suara suara ah ih uh eh dikamar sebelah.


“akhh biarkan saja untuk apa aku memikirkan hal hal seperti itu ” gumam kania


Setelah selesai ia keluar dan menuju lobi. Ia sudah melihat pak surya menunggunya.


Kania pun mendekat dan memasukkan barang barang nya ke bagasi yang dibantu oleh pak surya


“terima kasih pak sur ” ucap kania seraya berjalan kearah pintu dekat pengemudi


“ohh iya kania duduk sama den radit saja  ”ucap pak surya


“akhh bapak kan saya biasa duduk disini ” kata kania sambil beralih ke pintu belakang

__ADS_1


Kania duduk dan langsung memandang ke jendela


Lama dalam diam ia teringat dengan panti.


Sudah lama ia tak menghubungi dan menanyakan kabar mereka.


pikiran kania mulai melayang layang


Bayang bayang waktu ia kuliah dan bagaimana bisa sampai titik ini


Raut wajah yang tiba tiba sendu membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa aneh


Melihat kania yang sedang memikirkan sesuatu akhirnya radit memberanikan diri untuk bertanya


“apa kamu sedang memikirkan saya ” tanya radit dengan ditemani tawa


"Iss ngapain saya mikirin bapak. Kepedean" ucap kania kesal


“ohh iya biasanya aku mendengar desahan dari kamar sebelah, apa kamu nonton film aneh aneh ya” ucap kania spontan dan itu membuat radit salah tingkah


Radit langsung merangkul pundak kania seraya menjitaknya


“dasar otak mesum dari mana kamu tau suara desahan hm ” kata radit yang terus meahan tangan tetap melingkar dileher kania


Dan pak surya yang melihat itu tertawa terbahak bahak


“mang jangan ikutan deh ” ucap radit datar. Sebenarnya ia malu tapi ia pandai menyembunykannya


“pak radit lepaskan saya, saya pusing ” ucap kania


“tidak, tidak aku tidak akan membicarakan itu lagi ” mohon kania


"Lagian aku kan cuman bertanya,kita udah sama sama dewasa" tambahnya lagi


“bagus anak baik ” ucap radit


Hingga tak terasa waktu terus bergulung dan mereka telah sampai


“ini milik siapa pak ” tanya kania


“ayo masuk dan jangan banyak bertanya  langsung masuk  ” balas radit


Kania masuk dan ia kaget ruangan itu begitu rapi wangi dan sangat bersih warna dindingnya hitam seperti warna yang disukai kebanyakan laki laki. Pertama kali melihat ruangan ini kania sudah sangat jatuh cinta.


“kamu tidur diruang tamu disitu ada kasurnya soalnya disini hanya ada satu kamar. Kamu biarkan saja kain mu didalam koper besok mang sur akan membeli lemari untuk pakaian mu ” ucap radit


" saya kan tamu kenapa tidurnya dituang tamu " tanya kania


" jadi kamu mau dikamar, sama saya gitu " tanyanya balik


" bapak lah yang tidur dituang tamu kok saya sih " ucap kania


" enggak usah banya protes ya, atau kamu mau bayar hotel sendiri " ucap radit

__ADS_1


Kania yang mendengar itu langsung cepat cepat menggelengkan kepala


" hmm makanya nurut ya " ucap radit lagi


“kamar mandinya itu, dapur sebelahnya. Kalau kamu lapar kamu bisa masak sendiri . saya mau keluar, kamu jangan lupa lihat monitor jika bel berbunyi ” tambah radit kemudian masuk kekamar dan


berganti pakaian.


Setelah radit pergi akhirnya kania pergi untuk mandi


Namun sebelum mandi ia berjalan ke arah dapur minimalis yang ada di dekat kamar mandi itu


Dibukanya kulkas yang hanya berisi dua butir telur dan beberapa bungkus indomie


Biasanya ada banyak makanan disana tapi karna tadi mereka tidak sempat belanja. Jadi tinggal telor yang ada disitu.


Ia cletak kompor gasnya dan kania mulai menceplok telor untuk makannya siang ini


Setelah selesai memasak telor dengan indomie kuah kesukaannya, kania terlebih dulu membersihkan alat masaknya sebelum menyantap mienya.


Sambil mencuci kania sesekali bernyanyi lagu ciptaannya sendiri.


(Indomie indomie selera, indomie makananku "


Selesai beres kania dudu disofa depan tv


Kania yang menatap makanan yang di depan, langsung menyantap dan memasukkannya kemulut


" akh mantap" (deang mati gila deang .....kayak lagu ditik tok )


"Kenyang akh " ucap kania sambil mengusap udap perutnya


Sambil menunggu makanannya turun, kania menghidup televisi dan memilih menonton channel drakor yang lagi hits sekarang.


Setelah puas berleha leha dan menikmati perlakuan romantis sang oppa oppa, kania memutuskan untuk mandi.


Badannya yang sudah lengket karna berkeringat.


Kania membawa piring kotor dan pergi ke kamar mandi


“sekalian saja dibuat tanpa pembatas kalau tranparan begini ” gerutu kania yang melihat kamar mandinya tembus pandang


Kania terus saja menggerutu. Ia tak tau harus membuat apa sebagai penutup kamar mandi itu.


Lama mencari ide Akhirnya kania mulai lelah dan membiarkannya begitu saja


Ia pun memnutuskan untuk mandi tanpa penutup. Kania membuka bajunya dan tertinggal CD nya, namun pada saat itu radit datang ia lupa membawa hpnya yang ketinggalan. Melihat pemandangan itu radit menelan ludah nya.


Stayytoon para readers


Terimakasih untuk suportnya


Jangan lupa like dan vote ya

__ADS_1


Sarangheoo 😗


__ADS_2