PRANIKAH

PRANIKAH
Menuju Halal


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kedua keluarga Shara maupun Sakha semakin sibuk menyiapkan kebutuhan untuk melaksanakan akad nikah.


Hari ini adalah hari dimana di laksanakannya acara siraman di kediaman Shara, ia tampil anggun dengan balutan kebaya berwarna putih dan hiasan bunga melati.


Sebagian beranggapan bahwa acara siraman itu tidak ada dalam anjuran islam, tetapi ada pula yang beranggapan bahwa siraman itu salah satu sunnah yang juga di lakukan oleh Nabi SAW.


Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Nabi pun pernah melakukan acara siraman yang tentu saja ada perbedaan tata laksana dengan yang terjadi di kalangan masyarakat saat ini, namun substansinya sama, yakni:


*دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ، فَقَالَ فِيهِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِ صَدْرَ عَلِيٍّ وَوَجْهَهُ، ثُمَّ دَعَا فَاطِمَةَ فَقَامَتْ إِلَيْهِ تَعْثُرُ فِي مِرْطِهَا مِنَ الْحَيَاءِ، فَنَضَحَ عَلَيْهَا مِنْ ذَلِكَ، وَقَالَ لَهَا مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ


“Rasulullah mengambil wadah yang ada airnya, Nabi berdoa, lalu Nabi usapkan ke dada dan wajah Ali. Kemudian Nabi memanggil Fatimah, ia berdiri sambil malu, lalu mengusapkan air kepada Fatimah dan Nabi mendoakannya”


(HR al-Thabrani, hadis sahih*)


Sebelum siraman, Shara melakukan sungkeman kepada kedua orang tuanya. Shara di persilahkan untuk berlutut di hadapan kedua orang tuanya, suasana begitu terasa haru.


Shara mengatupkan kedua tangannya, ia tertunduk dalam.


"*Umi, Abi, yang Shara sayangi...


Di hari yang penuh kebahagiaan ini, perkenankan Shara untuk bersimpuh di hadapan Umi dan Abi, untuk menghaturkan sembah bakti juga terima kasih Shara yang setulus-tulusnya kepada Umi dan Abi.


Umi, Abi, yang Shara sayangi...


Rasanya tak ada kata maupun kalimat yang mampu merangkai rasa terima kasih Shara kepada Umi juga Abi, karena selama ini Umi dan Abi telah merawat, membesarkan, dan mendidik Shara sedari dalam kandungan hingga dewasa seperti saat ini. Betapa Umi dan Abi melakukannya dengan penuh kesabaran, perjuangan, dan limpahan kasih sayang yang tak terhingga besarnya bagi Shara. Cinta dan kasih sayang Umi juga Abi merupakan anugrah terindah yang Allah berikan untuk Shara, betapa Shara mensyukuri itu semua dengan segenap hati dan jiwa.


Umi, waktu demi waktu telah engkau lewati dengan mencurahkan segala kasih sayang Umi pada Shara, hingga hari ini pun tiba. Hari dimana, Shara akan melangkah menjadi seseorang yang mandiri dalam wadah pernikahan yang akan segera Shara jalani.


Umi, Dari hati terdalam Shara memohon maaf kepada Umi. Maaf jika selama ini banyak hal yang membuat Umi sakit, Bukalah pintu maaf Umi agar Shara dapat melangkah dengan penuh kebahagiaan.


Umi, terima kasih untuk semuanya. Doakan Shara agar dapat menjadi seorang istri yang sholehah untuk suami Shara kelak.

__ADS_1


Untuk Abi...


Abi, maafkan Shara. Maaf karena belum bisa berbakti dengan baik pada Abi. Maafkan Shara karena banyak hal yang membuat Abu terluka, baik dalam ucapan maupun tingkah Shara.


Abi, terima kasih karena sudah berjuang mendidik Shara dengan sangat luar biasa. Terima kasih telah meridhoi Shara untuk melenggang dalam bahtera rumah tangga.


Terima kasih untuk segalanya, Abi. Doakan Shara agar dapat menjalani rumah tangga yang sakinah, mawwadah, dan warrohmah*."


Selama mengucapkan setiap kalimat, Shara menangis dengan tulus. Begitupun kedua orang tuanya, mereka akan segera melepas anak perempuan yang selam ini mereka banggakan.


Setelah seluruh persiapan siraman telah tersedia, dilaksanakanlah siraman dengan penyiram pertama yaitu Abi Shara, lalu dilanjutkan Umi-nya.


Di lanjutkan dengan susunan-susunan acara yang telah di tentukan, hingga acara pun selesai di laksanakan.


***


Di tempat Sakha, juga tengah sibuk menghias hantaran yang akan di bawa saat seserahaan nanti.


"Bu," panggil Sakha.


"Kenapa, Kha?" tanya Ibunya sembari merias kotak hantaran.


Sakha tiba-tiba saja memeluk Ibunya dari belakang, ia memeluk dengan penuh kehangatan.


"Kha, kamu kenapa?" tanya Ibunya ketika merasakan hal yang aneh pada anaknya.


"Tidak apa-apa, Akha hanya ingin memeluk Ibu." Sakha mengeratkan pelukannya.


"Kha, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang suami. Didiklah Istrimu dengan penuh kelembutan," pesan Ibu Salma pada Sakha.


"InsyaAllah, doakan Akha selalu, Bu." Sakha menatap dalam mata ibunya.

__ADS_1


"Tanpa dipinta, Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu," ucap Ibu Salma.


"Terima kasih, Bu. Terima kasih untuk segalanya," ucap Sakha dengan tulus.


"Sama-sama," jawab Ibu Salma.


Ayah Sakha yang melihat adegan itu, segera menghampiri istri dan anaknya.


"Wah, ada apa ini?" tanya Ayah Sakha.


"Ini, anak Ayah. Sedang manja sama Ibunya," goda Ibu Salma.


Ayah Sakha tertawa kecil, ia juga merasa bahagia karena putranya akan melepas masa lajangnya.


"Kha, Ayah ingin bicara sebentar," ucap Ayah Sakha.


"Boleh, Yah." Sakha mengikuti langkah Ayahnya.


Mereka kini duduk di sofa, dan mulai membuka pembicaraan.


"Kha, sebentar lagi, kau akan menjadi suami. Ayah hanya ingin memberi beberapa nasihat padamu," ucap Ayah Sakha.


"Akha akan senang menerima nasihat dari Ayah," jawab Sakha dengan tersenyum.


Ayah Sakha tersenyum, ia semakin bahagia karena putranya kini bersikap semakin dewasa.


"Sakha, Jadilah imam yang baik untuk istrimu kelak. Jika dalam diri wanita yang kau pilih ini kau menemukan sosok seorang ibu, maka jaga dia dengan baik. Jika sudah berumah tangga nanti, jangan membatasi istrimu hanya di dapur saja. Jika kau ingin berumur panjang, biarkan istrimu bertanggung jawab mengurus gajimu. Jangan pernah melakukan kekerasan pada istrimu, rasa sakit di tubuhnya tidak ada bedanya dengan rasa sakit di hatinya. Kau akan selalu ada dalam masalah, jika kau melukai seorang wanita. Nak, jika ketika kamu menikah, kamu berprilaku layaknya bujangan saat hidup bersama istrimu, bersiaplah nantinya kamu akan menjadi lajang lagi. Sakha, ingat ini. Jika kau bilang istrimu telah berubah, maka sejatinya ada hal yang tak lagi kau lakukan juga padanya. Dan satu lagi, jangan pernah bandingkan istrimu dengan wanita lain, karena istrimu juga tengah menahan diri agar tidak membandingkan dirimu dengan pria lain. Dan yang penting, ketika istrimu marah, jangan berbalik memarahi dia." Ayah Sakha bertutur dengan lembut namun terdengar tegas. Ia tak ingin putranya gagal menjadi seorang pemimpin rumah tangga.


"InsyaAllah, Sakha akan menuruti semua ucapan Ayah. Doakan selalu Akha, agar dapat menjadi suami yang baik, seperti Ayah." Sakha memeluk Ayahnya erat.


"Ayah akan selalu mendo'akanmu, Nak. Semoga rumah tanggamu selalu di limpahi keberkahan, juga di jauhkan dari segala hal buruk."

__ADS_1


Anak dan Ayah itu larut dalam keharuan, Ayah Sakha tak menyangka sebentar lagi putra satu-satunya akan segera menjadi kepala rumah tangga.


__ADS_2