
Disini, di tempat ini. Airin menatap pantulan dirinya pada cermin, sorot cahaya lampu menyinari wajahnya. Teduh, tenang, tanpa sedikitpun celah keterpaksaan. Airin beralih menatap gaun yang di kenakan olehnya, putih, berkilauan, menampakkan keindahan.
Ya, saat ini ia akan segera melepas masa lajangnya. Melupakan kisruh masa lalunya, melangkahkan kakinya pada sebuah jalan yang telah ditakdirkan untuknya.
Airin tersenyum menatap dirinya, ia merasa kini kekalutan dalam hatinya lenyap seketika.
Hatinya begitu siap untuk mengabdi pada seorang lelaki yang akan menjadi teman hidupnya, merelakan seluruh baktinya pada sang imam rumah tangga.
"Kau cantik sekali."
Airin menoleh ke sumber suara, senyumnya tak pernah sirna dari wajahnya.
"Shara, kemarilah. Temani aku," pinta Airin pada Shara yang kini tengah tersenyum menatapnya.
Shara berjalan mendekati Airin, di sentuh kedua bahu Airin olehnya.
"Kau sudah siap?" tanya Shara dengan lembut.
Airin menganggukkan kepalanya, sekilas jika diperhatikkan kedua wanita yang sempat terlibat konflik itu kini bak sepasang sahabat yang tengah larut dalam momen kebahagiaan.
"Insya Allah, aku siap." Airin berucap dengan yakin.
Shara tersenyum, ia membantu Airin untuk berdiri dan bersiap keluar untuk menemui sang pujaan hati.
***
Di luar ruangan, di sebuah halaman yang telah di penuh dihiasi pernak pernik pernikahan bernuansa putih.
Ijab qobul baru saja dilaksanakan, kini Bima tengah menunggu sang istri dan menyambutnya dengan senyum kebahagiaan.
Sakha dengan gagahnya berdiri di samping Bima, menemani sahabatnya yang tengah gugup.
"Tenang, Bim. Wajahmu terlihat bodoh kalau gugup kaya gitu," goda Sakha pada Bima.
Bima menyiku Sakha, ia memang tengah benar-benar gugup saat ini.
Sakha terkekeh, ia merasa sangat senang melihat kegugupan sahabatnya itu.
Perlahan Bima menatap takjub ke arah depan, matanya bahkan tak berkedip untuk persekian detik.
Tepat di hadapannya, muncul seorang yang telah ia nantikan sejak tadi.
Dengan langkah anggunnya, Airin yang didampingi saudaranya juga Shara berjalan mendekati Bima.
Langkah demi langkah semakin mendekatkan kedua insan yang berbahagia itu, hingga langkahnya terhenti dengan jarak kurang dari setengah meter.
Airin meraih tangan lelaki yang kini telah resmi menjadi suaminya, di ciumlah punggung tangan Bima olehnya.
Dengan penuh haru juga rasa canggung, Bima menaruhkan tangan kirinya diatas kepala sang istri dan membacakan doa untuk wanita yang akan mendampingi hidupnya.
Dengan penuh kekhusyuan, doa pun terlantun dengan tulus untuk Airin dari Bima.
“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
__ADS_1
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."
Selesai itu, Bima dan Airin di bantu untuk berjalan menuju pelaminan. Sembari memegangi tangan istrinya, Bima berjalan penuh keyakinan bersama Airin.
Iringan shalawat terdengar syahdu, cuaca yang sejuk juga seakan ikut serta menyaksikan kebahagiaan dua insan yang telah menyempurnakan agamanya.
Ucapan demi ucapan telah di berikan oleh orang-orang terdekat pada kedua mempelai, tak terkecuali dari Shara juga Sakha.
"Bim, selamat. Alhamdulillah akhirnya kau laku juga," goda Sakha.
Bima tertawa, mereka saling berpelukan dan mendoakan satu sama lain. Shara yang juga memberi ucapan selamat pada Airin, tak kalah bahagia melihat kebahagiaan Bima juga Airin.
"Selamat, Rin. Semoga kamu menjadi istri yang sholehah, semoga rumah tanggamu selalu di berkahi oleh Allah." Shara memeluk Airin begitupun sebaliknya.
Tak lagi ada jarak di antara mereka, hanya suasana haru dan penuh bahagia yang kini menyelimuti mereka.
"Jangan pernah ada masalah apapun lagi diantara kita, janji," ucap Bima sembari menatap istri juga sahabatnya secara bergantian.
"Insya Allah, janji." Sakha menjawab dengan pasti, Airin juga tersenyum penuh ketulusan.
Tak nampak kebohongan diantara mereka, semua telah usai, konflik diantara mereka telah berakhir dengan cara Allah yang sangat menakjubkan.
***
Bima dan Airin tengah memegang sebuah bunga di tangan mereka, tubuh mereka membelakangi para tamu undangan.
Kini mereka bersiap untuk pelemparan bunga, hal itu di sambut suka cita oleh para tamu yang berharap bisa mendapatkan bunga dari kedua mempelai.
"Satu, dua, tiga..."
"Lempar bunganya."
Bima dan Airin melempar bunga itu dengan bersamaan, dan sudah dapat dibayangkan bagaimana riuhnya orang-orang yang berusaha menangkap bunga itu.
Bima dan Airin tertawa bahagia, mereka juga tak percaya orang yang mendapatkan bunga tak lain ialah Sakha.
Sakha menatap heran bunga yang kini berada di tangannya, namun ia tak merasa bingung dengan hal itu.
Sakha berjalan kearah Shara yang berdiri di pinggir taman, dengan tatapan pasti ia melangkah mendekati istri juga anaknya.
"Ini bunga untukmu, bidadari surgaku."
Sakha memberikan bunga itu sembari berlutut dihadapan istrinya, hal itu membuat Shara sedikit malu juga terharu.
Ia meraih bunga pemberian Sakha, dan membantu suaminya itu untuk berdiri.
"Terima kasih, Mas."
Shara tersenyum menahan haru dan air mata bahagianya.
Hal yang tak kalah mengejutkan lagi ialah pada saat Sakha mencium kening istri juga anaknya di hadapan banyak orang, membuat suasana semakin bertambah heboh.
***
__ADS_1
Aku akan meminta Allah untuk mempersatukan aku denganmu dua kali. Pertama di dunia dan yang kedua di surga.
Ketika kita melihat dua hati yang telah bersatu, kita berdoa untuk persatuan mereka di sepanjang perjalanan cinta dan pengampunan ini seiring waktu.
Salam hangat kami di hari yang penuh kegembiraan ini.
***
Bersaksi cinta diatas cinta
Dalam alunan tasbihku ini
Menerka hati yang tersembunyi
Berteman dimalam sunyi penuh do'a
Sebut namaMu terukir merdu
Tertulis dalam sajadah cinta
Tetapkan pilihan sebagai teman
Kekal abadi hingga akhir zaman
Istikharah cinta memanggilku
Memohon petunjukMu
Satu nama teman setia
Naluriku berkata
Dipenantian luahan rasa
Teguh satu pilihan
Pemenuh separuh nafasku
Dalam mahabbah rindu
Bersaksilah cinta diatas
Sajadah cinta yang kupilih
Bersaksilah
Bersaksilah
Bersaksilah cinta
#YedoKurniawan #IstikharahCinta
_**TAMAT_
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹**