
Setelah menyelesaikan tugasnya di malam itu, Yu kembali ke kediaman Han.
"Tuan Muda, ada sesuatu yang harus saya sampaikan." lapor Yu.
"Apa?" Han Ze Xin bertanya tanpa mengalihkan tatapannya yang sedang menggambar sebuah lukisan.
Laki-laki itu sedang melukis wajah Qing Xia, mulai dari wajah kesal, marah, sedih, senang dan bahkan wajahnya ketika sedang menikmati belaian dari Han Ze Xin di atas ranjang.
Yu melaporkan, "Orang yang memberi perintah untuk menculik calon Permaisuri adalah Nona Fang Ai Li."
Mendengar kalimat itu, mata Han Ze Xin langsung menoleh ke arah Yu yang masih berdiri di depan pintu. Tangannya sedari tadi memegang kuas yang utuh. Tapi sekarang, kuas itu sudah terbelah menjadi tiga bagian.
"Tangkap mereka semua! Semuanya tanpa ada yang tersisa!" perintah Han Ze Xin. Terlihat kemarahan di raut wajahnya, dia berpikir untuk membunuh semua orang yang telah berniat jahat terhadap Qing Xia.
__ADS_1
Yu segera mengangguk, namun saat akan keluar, laki-laki itu berbalik kemudian bertanya kepada Han Ze Xin. "Tuan Muda, apakah Nona Fang Ai Li juga harus di bawa?"
"Semuanya! Kau tidak mengerti arti dari kata semuanya?" ketus Han Ze Xin dengan wajah kesal.
"Selalu saja aku yang terkena getahnya!" keluh Yu dalam hati.
Yu menunduk, dia memberi hormat lalu keluar menjalankan tugasnya. Yu membawa 3 orang bersamanya, dia pergi ke kediaman Fang. Dia menyeret ke 4 laki-laki yang sudah membawa Qing Xia keluar dari kediaman Su, dia juga membawa Fang Ai Li yang sudah tertidur lelap karena obat bius.
Mereka semua dikumpulkan di dalam sebuah gubuk yang berada di tengah hutan. Gubuk yang hanya beratap daun kering dan bertulang batang bambu. Melihat ke 5 orang itu sudah berkumpul, Yu segera mengirim Ti San untuk melaporkan hasil kerja mereka..
"Bangunkan mereka!" perintah Han Ze Xin.
"Byurrr!"
__ADS_1
Ti San mengangkat seember air yang sudah di siapkan, dia menyiram air itu ke wajah 5 orang tahanan.
"Bangun kalian semua!" bentak Ti San yang baru saja melemparkan ember kayu ke atas lantai.
Kelima orang tersebut membuka mata, mereka langsung terkejut karena saat ini mereka berada di hadapan Han Ze Xin. Mereka ketakutan dan gemetaran, sebab laki-laki di hadapan mereka memiliki julukan lain. Julukannya adalah Iblis Tampan.
Han Ze Xin diberi julukan sebagai Iblis Tampan karena dia terkenal sebagai seorang pembunuh yang berdarah dingin. Ketika usianya masih 8 tahun, Han Ze Xin sudah membunuh 8 orang laki-laki dewasa yang mahir dalam bertarung. Kemampuan Han Ze Xin dalam menggunakan racun sangat membantu dirinya untuk membunuh manusia dalam hitungan detik. Itu sebabnya dia bisa membunuh ke 8 laki-laki dewasa yang tubuhnya jauh lebih besar dari tubuhnya.
Han Ze Xin melempar satu butir pil ke depan lantai para tahanan. "Ini adalah obat penawar racun, siapa yang duluan menelannya, dia akan selamat dari segala jenis racun." ucapnya dengan wajah dingin.
Fang Ai Li buru-buru memungut obat itu lalu menelannya. Melihat hal itu, Han Ze Xin menyeringai. Dia lalu keluar dari gubuk tersebut setelah memberi perintah kepada Ti San.
"Awasi mereka semua sampai besok pagi, jika mereka masih hidup, lepaskan saja. Jika mereka mati, lemparkan tubuhnya ke sarang serigala."
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^