Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 38


__ADS_3

Tubuh Fang Ai Li terasa aneh, dia merasa gerah dan kepanasan. Padahal saat itu, suhu di dalam gubuk mencapai 14° Celcius. Perlahan, gairah Fang Ai Li meningkat. Dia menginginkan sentuhan dan belaian dari seorang laki-laki.


Fang Ai Li menatap ke salah satu pengawalnya, wajah laki-laki itu menjadi wajah Han Ze Xin dalam bayangan Fang Ai Li. Melihat wajah dari laki-laki yang dia cintai, gairah wanita itu semakin memuncak. Dia menerkam laki-laki di sampingnya, tanpa berlama-lama, Fang Ai Li langsung mencium bibir pengawalnya yang dia kira adalah Han Ze Xin.


Pengawal tersebut tampak terkejut, dia membelalakkan mata dan langsung mematung. Fang Ai Li masih gencar menikmati bibir dari sang pengawal. Setelah beberapa menit, Fang Ai Li mulai mencium leher pengawalnya, membuat laki-laki itu ikut bergairah.


Mendapat lampu hijau dari seorang Nona bangsawan, tentu saja pengawal tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia membalas ciuman, lalu meraba-raba tubuh mulus Fang Ai Li. Setelah beberapa saat, wanita itu mulai melepaskan pakaian pengawal. Begitu juga sebaliknya, pengawal itu melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh Fang Ai Li.


"Untung besar!" benak pengawal.

__ADS_1


Melihat kedua pasangan itu, gairah dari ketiga pengawal pun ikut terpancing. Tanpa rasa takut, ketiganya turut bergabung dengan rekannya.


Satu persatu, pengawal melepaskan benih-benih mereka ke dalam tubuh Fang Ai Li. Wanita itu hanya tersenyum senang, dia malah meminta lebih. Ke empat pengawal kembali melakukan olah raga malam mereka, berkali-kali, dan Fang Ai Li masih tetap menikmati tubuhnya dipermainkan berulang kali secara bergiliran.


Ti San merasa terusik, dia masih berada di dalam gubuk yang memanas itu. Adik kecilnya meronta-ronta meminta keadilan, sebab hanya menonton saja sangat membuatnya tersiksa.


Hari mulai terang, ke empat pengawal sudah hampir mati kelelahan. Sementara Fang Ai Li masih memaksa mereka untuk berolah raga. Ti San mengingat perintah dari Tuan Mudanya, dia meninggalkan ke 5 tahanan. Sebab ke 5 tahanan tersebut masih hidup, meskipun adik mereka yang menyerupai terong itu sedang sekarat.


Fang Ai Li baru saja tersadar dari kegilaannya. Dia mengingat kembali semua kejadian yang baru saja terjadi. "Aaaaakkkkkhhhhhh!!!" jeritan panjang dan nyaring menggema di dalam hutan. Membuat para pengawal terkejut lalu membuka mata mereka. Melihat tidak ada hewan buas di dalam gubuk, ke 4 laki-laki itu kembali memejamkan mata. Mereka terlalu lelah dan mengantuk setelah bercocok tanam semalaman.

__ADS_1


Fang Ai Li merasa sakit di seluruh tubuhnya, tulang-tulangnya terasa remuk karena olah raga yang berlebihan tadi malam. Bagian perut bawahnya seperti robek, pengawal yang bersikap kasar membuat liang miliknya lecet dan melebar. Apalagi pasangannya hingga 5 orang, membuat Fang Ai Li harus menahan rasa sakit yang amat menderita.


Fang Ai Li berjalan tertatih-tatih, dia menatap ke 4 pengawalnya dengan kebencian yang amat sangat besar. Fang Ai Li melihat sebuah batu di atas tanah, dia memungut batu itu dengan maksud untuk membunuh pengawal-pengawalnya. Namun seorang pengawal terbangun, dia mengetahui niat jahat dari Fang Ai Li.


Laki-laki itu merebut batu dari tangan Fang Ai Li, dia lalu mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh tersungkur di atas tanah.


"Berani sekali kau melukaiku!" bentak Fang Ai Li.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2