Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 61. Jebakan


__ADS_3

Qing Xia mengangkat mangkuk di tangannya, setelah mencium aroma dari obat yang berada di dalam mangkuk, Qing Xia merasa sangat mual sehingga menumpahkan semua isi cairan hitam tersebut.


"Maaf, aku tidak sengaja!" ucap Qing Xia dengan wajah yang merasa bersalah namun dalam hati dia merasa senang karena sudah berhasil menumpahkan semua cairan hitam dari dalam mangkuk.


Wajah pelayan tersebut berubah merah padam, dia merasa marah karena obat yang sudah dia siapkan selama satu hari kini berakhir sia-sia. "Nyonya muda, anda seharusnya belajar etika sebelum menikah dengan Tuan Muda. Bagaimana bisa anda menjadi Nyonya yang terhormat di keluarga Han jika sikap anda ceroboh seperti ini!" tegur pelayan tersebut dengan nada tinggi dan wajah yang terlihat kesal.


"Siapa namamu?" tanya Qing Xia dengan nada datar.


"Xiao Yi!" jawabnya langsung dengan nada kasar.


"Xiao Yi, kau ini hanya pelayan! Tugasmu adalah melayani majikanmu, bukan mengatur dan memberi nasehat! Mengerti?" sahut Qing Xia dengan tatapan dingin yang mengarah ke mata Xiao Yi.

__ADS_1


Xiao Yi mengepalkan kedua telapak tangannya, dia merasa darahnya naik hingga ke ubun-ubun. Amarahnya membuat tangan dan tubuhnya bergetar, tatapan matanya pun secara terang-terangan menunjukkan kebenciannya terhadap Qing Xia.


"Aku pasti akan mengusirmu dari sini! Lihat saja nanti, dasar wanita jal*ng!" benak Xiao Yi.


"Jika majikanmu sedang bertanya, kau seharusnya menjawab. Sepertinya kau kebih membutuhkan pelajaran etika!" ucap Qing Xia dengan wajah dingin. "Bersihkan kekacauan ini lalu keluar dari sini!" perintah Qing Xia. Namun dia segera menarik kembali perintahnya. "Tidak! Biarkan saja di sana, dan kau-- keluar sekarang juga!


Xiao Yi menggeretakan gigi-giginya, mencoba untuk menahan amarah yang sudah hampir meledak. Dia berbalik badan lalu berjalan keluar dari kamar Qing Xia.


Qing Xia menghela napas panjang untuk menenangkan diri dari emosinya terhadap sikap kasar pelayan yang bernama Xiao Yi. Dia lalu menatap ke lantai yang kini menggenang air hitam pekat beraroma tajam.


"Menjijikkan, obat apa ini? Bau dan warnanya mirip air selokan. Ckkk! Untung saja aku menumpahkan semuanya." gerutu Qing Xia. Dia lalu kembali mengomel, "Di mana Han Ze Xin? Dia enak-enakan pesta di luar dan aku malah di sini menghirup aroma comberan, awas saja nanti!"

__ADS_1


Seseorang mengendap-endap di liar, suara langkah kakinya terdengar oleh Qing Xia. Wanita itu melihat ke luar dengan penglihatan tembus pandang. Seorang laki-laki pendek, gemuk dan buncit sedang berjalan perlahan-lahan mendekati kamar pengantin. Laki-laki itu melihat ke kanan kiri seperti sedang memastikan apakah ada orang di sekitar sana.


Dia tiba di depan pintu kamar pengantin, Laki-laki itu berkata dalam hati, "Aku akan menikmati tubuh cantik wanita itu, lalu mendapatkan uang dari Xiao Yi. Beruntung sekali hidupku!"


Qing Xia menyeringai, dengan senyum sinis dan tatapan yang sadis mengarah ke pintu kamar. Dia membuka kain merah yang menutupi wajahnya lalu berjalan ke arah pintu. Sebelum laki-laki itu membuka pintu kamar, Qing Xia lebih dulu melebarkan sayap pintu.


"Siapa yang menyuruhmu kemari?" tanya Qing Xia langsung begitu membuka pintu.


Sementara itu, segerombolan orang sudah menuju ke kamar Qing Xia, begitu pula dengan Han Ze Xin yang lebih dulu memimpin jalan.


"Lihat, pengantinnya sedang berduaan bersama laki-laki lain di kamarnya! Sungguh memalukan!" teriak salah satu tamu wanita yang melihat Qing Xia berada di depan pintu kamar bersama laki-laki buncit.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2