
"Apakah istriku sedang cemburu sekarang?"
Han Ze Xin kembali berbaring, dia mengangkat tubuh Qing Xia ke atas tubuhnya. Tangannya mulai nakal, menyelusup ke dalam pakaian Qing Xia.
Plakkk!
Qing Xia memukul tangan Han Ze Xin, membuat laki-laki itu melepaskan sentuhannya.
"Aku sedang bertanya. Jangan melakukan hal aneh!" ketus Qing Xia sembari membesarkan bola matanya yang saat ini sedang menatap Han Ze Xin.
"Ini bukan hal aneh, tapi sesuatu yang wajib." bisik Han Ze Xin dengan senyuman yang lebih lebar. Dia kembali memasukkan tangannya, menyentuh bagian dalam yang berada di balik pakaian Qing Xia.
"Dengar, aku hanya pernah menyentuh satu wanita. Aku hanya pernah mencium satu bibir saja, dan aku hanya pernah tidur bersama seorang wanita. Dan semua wanita itu adalah kamu, Yang Qing Xia!"
__ADS_1
"Pembohong!" tuduh Qing Xia lalu mengalihkan tatapannya ke samping.
Han Ze Xin memindahkan wajahnya ke arah tatapan Qing Xia, " Aku serius, aku mengatakan yang sebenarnya."
"Aku tidak percaya!" seru Qing Xia yang lalu mengalihkan wajahnya lagi ke arah lain.
Han Ze Xin kembali mengikuti arah tatapan Qing Xia, dia menggerakkan wajahnya ke depan mata wanita itu.
"Lihat, bukankah di mataku ini hanya ada kamu? Hanya kamu yang selalu terlihat di mataku, hanya kamu yang mengisi ruang kosong di hatiku. Aku mengatakan yang sejujurnya, tidak ada sedikitpun kebohongan dalam kata-kataku ini. Jika aku berbohong, aku bersedia mati di sambar...!"
Qing Xia langsung membungkam bibir Han Ze Xin, dia tidak ingin laki-laki itu menyumpahi diri sendiri. Ciuman pun berlanjut, memanas hingga keduanya merasa gerah. Han Ze Xin melepaskan semua pakaian di tubuh wanita miliknya.
Dia menjelajahi kulit mulus yang putih dan lembut milik Qing Xia. Setelah berkali-kali menanamkan benih di dalam rahim wanita miliknya, Han Ze Xin membawa Qing Xia ke sebuah kolam pemandian air hangat. Kolam itu berada di dalam kediaman Han, tepat di belakang kamar milik Han Ze Xin.
__ADS_1
Qing Xia sudah tertidur lelap, dia memang merasa lelah sejak sore tadi. Qing Xia sibuk menyiapkan pesta pernikahan, di tambah lembur setiap malam akibat keganasan dari calon suaminya. Membuat Qing Xia selalu mengantuk dan kurang waktu istirahat.
Han Ze Xin awalnya berniat untuk membersihkan tubuh Qing Xia, namun karena sentuhan tangannya ke tubuh wanita itu, adik juniornya kembali meronta meminta jatah. Dia menatap wajah Qing Xia, merasa bersalah karena mengganggu waktu tidur wanita itu.
"Sekali lagi, aku akan melakukannya dengan perlahan, agar tidak membangunkan Qing Xia." pikir Han Ze Xin.
Tanpa di sadari oleh Han Ze Xin, sepasang mata menatap dengan kesal dan benci ke arah Qing Xia "Wanita jal*ng, aku akan mengusirnya dari sini!"
Wanita itu berbalik dan meninggalkan tempat tersebut dengan langkah perlahan agar tidak terdengar oleh Han Ze Xin. Setelah berjalan beberapa langkah, dia berbalik lagi menatap ke arah kolam.
"Han Ze Xin, kenapa kau tidak pernah memperlakukan aku seperti itu? Kenapa kau memilih wanita lain yang tidak memiliki apapun? Apa kurangnya aku sehingga kau tidak pernah sekali pun melirik ke arah ku?"
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1