
Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Han Ze Xin, "Luo Luo? Siapa dia? Cinta pertama Qing Xia? Atau Kekasihnya?"
"Qing Xia, aku tidak peduli isi hatimu. Yang aku inginkan hanya satu, kau harus menjadi milikku!" benak Han Ze Xin.
"Tok Tok Tok!"
Seorang pelayan mengetuk pintu kamar. Mendengar suara ketukan pintu, membuat Han Ze Xin kesal. Dia tidak ingin tidur Qing Xia terganggu, karena besok adalah hari pernikahan mereka berdua.
Karena tidak ingin ketukan pintu terulang, Han Ze Xin turun dari tempat tidur. Dia membuka pintu kamar, melihat siapa orang yang pagi-pagi mengganggu waktu tidurnya.
Seorang pelayan berdiri di depan pintu, pelayan itu membawa seember air hangat dan kain putih untuk membersihkan wajah. Melihat Han Ze Xin di hadapannya, pelayan tersebut segera menundukkan kepala dan memberi salam.
"Letakkan air itu di dalam, jangan membuat keributan!" perintah Han Ze Xin.
__ADS_1
Pelayan berjalan masuk, dia meletakkan ember air dan kain di atas meja. Dia mengintip sesaat wajah gadis muda yang masih berbaring di atas ranjang sebelum akhirnya keluar dari ruangan.
Han Ze Xin membasuh wajahnya secara pelan-pelan, dia tidak ingin suara air membangunkan kekasihnya. Setelah selesai membersihkan wajah dan tangan, Han Ze Xin duduk di tepi ranjang. Dia menatap wajah Qing Xia, sesekali dia mengecup pipi dan bibir merah wanita itu.
Qing Xia merasakan napas dari Han Ze Xin mengenai leher dan wajahnya. Dia membuka mata, senyum langsung terlihat di wajah cantiknya. "Selamat pagi!" ucap Qing Xia yang lalu mengangkat sedikit wajahnya, dia mengecup bibir Han Ze Xin.
Qing Xia memundurkan wajahnya, kembali berbaring di atas ranjang. Han Ze Xin merasa kurang, dia langsung menerkam Qing Xia dan ******* habis bibirnya. Qing Xia tersenyum geli, senang bercampur lucu.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Han Ze Xin ketika menyadari tawa Qing Xia yang tertahan.
"Kau benar-benar bahagia?" tanya Han Ze Xin, dia tidak percaya dengan ucapan dari Qing Xia. Sebab dia sudah mendengar nama Luo Luo yang disebut olehnya saat mengingau tadi.
"Ya, aku sangat-sangat bahagia." jawab Qing Xia, dia kembali memejamkan matanya yang terasa berat.
__ADS_1
"Yang Qing Xia, suatu hari nanti, ku harap kau akan mencintaiku sepenuhnya." benak Han Ze Xin.
Sementara itu, pelayan yang tadi membawakan air untuk Han Ze Xin, dia sedang berdiri menatap ke arah kamar Han Ze Xin. Dengan wajah marah dan tubuh yang bergetar, wanita itu bersumpah di dalam batinnya.
"Aku akan membuat wanita itu meninggalkan kediaman Han, meninggalkan Han Ze Xin selamanya. Han Ze Xin hanya akan menjadi suamiku!"
Gubuk di hutan, yang kini menjadi rumah bagi Fang Ai Li dan ke 4 pengawal. Gubuk itu di bakar oleh Fang Ai Li, dia sudah muak menjadi budak nafsu ke 4 laki-laki itu. Fang Ai Li melarikan diri, dia berlari dengan tubuh yang telanjang.
Qin Yi Ming sedang berada di dalam kereta kuda, dia melihat Fang Ai Li yang terjatuh saat berlari kencang. Qin Yi Ming mengingat adiknya yang sudah meninggal. Dia menjadi kasihan melihat Fang Ai Li yang saat ini terlihat mengenaskan.
"Berhenti!" perintah Qin Yi Ming kepada kusir kereta kuda.
Qin Yi Ming turun dari kereta kuda, dia melepaskan jubahnya untuk menutupi tubuh Fang Ai Li. Dia kemudian membawa Fang Ai Li ke dalam kereta kuda.
__ADS_1
"Nona, di mana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang."
^^^BERSAMBUNG...^^^