
"Kita akan menikah besok di pagi hari, apakah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan sebelum hari esok tiba?" tanya Han Ze Xin, dia melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Qing Xia. Kini keduanya saling bertatapan.
Qing Xia sedikit mendongak ke atas, sebab Han Ze Xin terlalu tinggi baginya. "Aku ingin kembali ke rumah." jawab Qing Xia sambil menatap mata Han Ze Xin.
"Rumah?" sebut Han Ze Xin dengan rasa penasaran. "Maksudmu kediaman Yang?" tanya laki-laki itu, yang kini merasa iba dan kasihan terhadap Qing Xia.
Qing Xia mengangguk, dia sangat merindukan rumahnya. Rumah yang merupakan tempat di mana dia pertama kali membuka mata. Dia juga merindukan ayahnya, merindukan Xiao Yen, merindukan Lee, merindukan semua orang yang selama ini sudah bersikap baik terhadapnya.
Han Ze Xin menyadari jika mata Qing Xia mulai berkaca-kaca, dia tidak ingin melihat tangisan di wajah cantik wanitanya. Maka di mulailah kenakalan Han Ze Xin, agar Qing Xia tidak memikirkan hal yang membuatnya sedih. Han Ze Xin memukul bokong Qing Xia secara tiba-tiba, membuat wajah wanita itu langsung berubah kesal.
"Kenapa kau memukulku?" tanya Qing Xia dengan nada tinggi, dia lalu membalas pukulan dari Han Ze Xin.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memastikan, apakah tubuhmu cukup kuat untuk melahirkan 10 anak." goda Han Ze Xin sambil tertawa.
"Se...Sepuluh???" tanya Qing Xia dengan mata yang membelalak.
"Iya, kita akan memiliki 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan." sahut Han Ze Xin sambil menahan tawa.
Melihat wajah Han Ze Xin yang terlihat seperti sedang menahan sesuatu, Qing Xia bertanya kepadanya. "Kamu kenapa? Sedang menahan...!" Qing Xia menatap ke perut Han Ze Xin, lalu kembali menatap wajah laki-laki itu. "Kamu mau membuang kotoran? Jangan di tahan, pergi sana ke kamar kecil."
"Ya sudahlah... Setidaknya, aku sudah berhasil mencegah tangisannya." benak Han Ze Xin.
"Ayo, kita pergi!" ajak Han Ze Xin sambil mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Pergi? Ke mana?" tanya Qing Xia penasaran.
"Ke rumah mu. Ayo kita pergi ke sana!" ajak Han Ze Xin lagi sambil tersenyum ramah.
Qing Xia membalas senyumannya, dia lalu mengangguk menerima ajakan dari Han Ze Xin. Yu menyiapkan kereta kuda, mereka langsung berangkat ke kediaman Yang. Sesampainya di sana, Qing Xia di bantu turun dari kereta kuda. Dia berdiri menatap gerbang pintu yang masih bersegel kertas kuning.
Han Ze Xin menarik keluar pedangnya, dia membelah kertas itu menjadi beberapa bagian. Setelah membuka pintu gerbang, dia mengajak Qing Xia untuk masuk ke dalam. Qing Xia melihat sekeliling rumah nya yang sudah 4 tahun di tinggal. Dia berjalan ke arah kamar miliknya setelah kepergian Ibu dan Kakak tiri. Dia lalu berjalan ke taman bunga yang menjadi tempat favoritnya.
"Pranggg!"
Seseorang menjatuhkan pedang ke atas permukaan tanah. Qing Xia dan Han Ze Xin langsung menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^