
"Jangan khawatir, aku akan mengembalikan gelar dan kehormatan dari Jenderal Yang kembali seperti semula." janji Han Ze Xin di depan kedua mertuanya.
"Syukurlah, ternyata Qing Xia sudah memilih laki-laki yang baik dan mencintainya dengan tulus." benak Nyonya Su, dia berbahagia melihat putri angkatnya sudah mendapatkan seorang pasangan yang tepat.
"Ayah!"
Suara seorang bocah memanggil Han Ze Xin dengan sebutan Ayah. Semua mata reflex menatap ke arah bocah yang berlari menuju ke arah Han Ze Xin.
"Kamu akan menjadi Ayahku kan?" tanya Xin Le dengan suara manja yang menggemaskan.
"Aku memang Ayahmu sejak awal. Dasar bocah!" benak Han Ze Xin.
"Pengantinnya sudah keluar!" seru seorang pria yang menonton dari depan pintu.
Semua mata kini tertuju kepada Qing Xia yang memakai baju pengantin merah dengan sejumlah perhiasan mahal menghiasi tubuhnya dari atas hingga ke bawah. Mahkota yang di pakai oleh Qing Xia adalah pemberian dari Tuan Su. Dia mengumpulkan ahli perhiasan untuk membuat mahkota yang memiliki ribuan batu langka sebagai hadiah untuk pernikahan Qing Xia.
__ADS_1
"Berapa harga satu mahkota itu?" tanya seorang wanita yang memandang mahkota di atas kepala Qing Xia dengan penuh kecemburuan.
"Putri dari keluarga kaya memang berbeda." sahut wanit di sebelahnya.
"Seandainya aku bisa memiliki satu butir saja btu di mahkota itu." halu seorang wanita gendut yang berdiri menatap Xiao Yen dari samping gerbang.
Han Ze Xin tersenyum lebar begitu menatap Qing Xia, dia mengulurkan tangan hendak membantu pengantinnya untuk naik ke atas kereta kuda. Qing Xia menyambut uluran tangan Han Ze Xin, dia kemudian menatap kedua orang tua angkatnya.
"Ayah, Ibu, terima kasih sudah menerima ku di sini. Meskipun aku sudah menikah, aku akan tetap menjadi putri Ayah dan Ibu." ucap Qing Xia setulus hati. Dia benar-benar berterimakasih kepada keluarga Su yang sudah menampungnya di saat hidupnya tiba-tiba merosot dan sebatang kara.
Nyonya Su memeluk Qing Xia, di ikuti oleh Tuan Su yang sedikit tidak rela melepaskan putri yang baru saja dia dapatkan 4 tahun belakangan. "Kamu harus hidup bahagia, jika ada orang yang menyiksa dan membuat hatimu sedih, kamu harus segera kembali kemari. Ibu dan ayah akan selalu menerimamu, pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu. Kamu mengerti?" ucap Nyonya Su mulai menitikkan air mata.
"Waktunya sudah hampir tiba. Silahkan masuk ke dalam tandu." ucap seorang wanita mengingatkan waktu kepada mereka.
Qing Xia melepaskan pelukan dari Nyonya Su, dia berbalik dan berjalan masuk ke dalam tandu. Di bantu oleh Han Ze Xin dan seorang pelayan di sampingnya, Qing Xia duduk di dalam kursi yang luas di dalam tandu mewah berwarna merah.
__ADS_1
"Kami pergi." ucap Han Ze Xin berpamitan. Iringan pun kembali di meriahkan oleh suara petasan yang memekakkan pendengaran. Mereka berjalan kembali menuju ke kediaman Han.
Dalam perjalanan, sekelompok orang berbaju hitam datang menyerang iringan pengantin. Mereka menargetkan pengantin yang berada di dalam tandu mewah. Han Ze Xin tidak mengira jika dirinya akan di serang di hari pernikahan, sehingga dia tidak membawa senjata apapun di tubuhnya.
Serangan dari puluhan orang yang sudah terlatih itu membuat Han Ze Xin kewalahan. Dia mundur ke balakang lalu membuka tirai tandu dengan tatapan yang masih mengarah ke depan. "Kaburlah jika ada kesempatan!" ucapnya kepada Qing Xia.
Laki-laki itu berbalik ingin melihat Qing Xia karena tidak mendapat jawaban, ternyata di dalam tandu tidak ada siapa-siapa. "Di mana Qing Xia?" benak Han Ze Xin. Dia kembali menatap ke depan, hatinya risau sebab tidak melihat Qing Xia di sekitarnya.
"Siapa yang mengutus kalian?" tanya Han Ze Xin dengan nada dingin.
"Tanya saja kepada raja neraka!" sahut salah satu pria berbaju hitam.
Mereka kembali menyerang Han Ze Xin. Seorang pembunuh berada di atas pohon, dia menembakkan anak panah ke arah Han Ze Xin namun meleset karena laki-laki itu menghindar dengan gesit.
"Ah sial! Kenapa aku tidak membawa racun-racun yang biasanya ku bawa!" umpat Han Ze Xin kesal. Pagi tadi dia masih membawa racun bersamanya, tapi dia meletakkan semuanya di dalam kamar ketika mengganti pakaian pengantin.
__ADS_1
Han Ze Xin semakin tersudut, pedang panjang yang harus dia hadapi sudah membuatnya lelah, dan sekarang di tambah dengan anak panah yang melesat terus menerus ke arahnya. Pikirannya masih kacau memikirkan di mana keberadaan Qing Xia, dia menerka-nerka apakah Qing Xia telah di bawa oleh para pembunuh secara diam-diam tanpa sepengetahuannya.
^^^BERSAMBUNG...^^^