
"Hahaha...!"
"Ha... Ha... Ha...!"
Melihat wajah Qing Xia yang terkejut, membuat kakak beradik itu tertawa keras. Qing Xia merasa kesal namun juga malu karena dirinya sudah dibodohi oleh kedua orang di depannya.
Han Ze Xin berhenti tertawa, dia menatap adiknya lalu mengusirnya secara langsung dengan mendorong tubuh Han Ze Xia hingga keluar dari pintu kamar. "Jika kau menginginkan seorang keponakan perempuan, sebaiknya kau segera pergi dari sini sekarang!" ucap Han Ze Xin yang mengetahui jika adiknya menginginkan seorang keponakan perempuan.
Han Ze Xia tersenyum senang, dia memanjangkan lehernya untuk mengintip ke dalam kamar. "Kakak Ipar, senang berjumpa denganmu. Malam ini kau harus membuat keponakan perempuan untukku! Perempuan, jangan laki-laki karena mereka menyebalkan!" ucap Han Ze Xia dengan suara yang semakin tinggi karena Han Ze Xin terus mendorongnya menjauh dari kamar.
Han Ze Xin masuk ke dalam kamar, dia menutup pintu lalu menghembuskan napas dengan kasar. "Hufff...! Akhirnya aku bisa menyingkirkan pengganggu itu." gumam Han Ze Xin. Dia berbalik badan, lalu menatap Qing Xia yang masih berdiri sambil tersenyum malu.
"Malam ini, ayo kita buat anak perempuan!" seru Han Ze Xin dengan senyuman nakal. Dia berjalan mendekati Qing Xia lalu segera mengangkat tubuh Qing Xia ke atas ranjang. "Malam ini, kau tidak boleh ketiduran!" ucap Han Ze Xin mengeluh karena Qing Xia selalu tertidur setiap kali mereka melakukan olahraga malam.
__ADS_1
"Itu kan salahmu karena selalu meminta lagi dan lagi sampai aku kelelahan." sahut Qing Xia menyalahkan Han Ze Xin atas rasa lelahnya.
"Salahmu! Karena tubuhmu begitu menggoda dan sangat nikmat, membuat aku tidak bisa merasa puas dan selalu ingin melahapmu lebih lama. Aku selalu kehilangan kendali apabila berada di sampingmu." bantah Han Ze Xin yang langsung membungkam bibir Qing Xia dengan menggunakan bibirnya agar wanita itu tidak bisa menyahut kata-katanya lagi.
Semalaman Qing Xia di lahap habis-habisan oleh suaminya, dia hanya pasrah karena memang itu sudah menjadi kewajibannya setelah menikah. Dia bahkan tidak bisa tidur karena Han Ze Xin terus menerus meminta jatah.
"Aku mengantuk dan lelah, biarkan aku tidur!" pinta Qing Xia dengan mata yang terpejam.
"Sekali lagi, buka matamu!" pinta Han Ze Xin sedikit memaksa.
"Sebut namaku!" pinta laki-laki itu seraya mengecup bibir Qing Xia lalu menurunkan bibirnya ke leher putih Qing Xia yang mulus.
"Han Ze Xin!"
__ADS_1
"Bukan itu, panggil aku Xin!"
"Xin...!"
"Gadis baik!" ucap Han Ze Xin sambil tersenyum lalu melanjutkan kenakalannya sepanjang malam tanpa memberi waktu untuk tidur kepada Qing Xia.
Hari mulai terang, Qing Xia baru saja memejamkan matanya yang berat dan terlihat seperti panda. Lingkaran hitam di bawah matanya sangat jelas, sementara laki-laki yang menyiksanya sepanjang malam malah terlihat segar bugar.
"Benar-benar tidak adil! Kenapa dia malah terlihat sangat segar padahal dia yang sudah menyiksaku sepanjang malam. Aku merasa tertipu dan terjerat di dalam neraka!" pikir Qing Xia.
Dia menoleh ke samping, wajah tampan dan menawan dari suaminya benar-benar hanya terlihat indah dari luar. Tindakannya tadi malam benar-benar membuat Qing Xia berpikir jika dirinya sedang berada di neraka tingkat ke 9.
"Tidak boleh mempercayai seseorang dari penampilan! Wajahnya seperti malaikat, tapi ternyata dia hanya iblis yang sedang menyamar." benak Qing Xia.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^