Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 39. Persiapan pernikahan


__ADS_3

"Memangnya kenapa? Kau pikir aku akan diam saja dan dengan bodohnya mati di tanganmu?" balas pengawal dengan suara yang tak kalah tingginya.


Suara kegaduhan kedua orang itu membangunkan 3 pengawal lainnya. Mereka berdiri, menepuk-nepuk pakaian yang sedikit berdebu dan berpasir, kemudian menatap Fang Ai Li yang masih melotot sambil marah-marah.


"Akan ku bunuh kalian semua!" ancam Fang Ai Li dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya.


"Hahaha... Kau pikir kami akan membiarkan hal itu terjadi? Sudah cukup kau memperlakukan kami seperti binatang. Sekarang, saatnya kami membalas semua perbuatanmu!"


Kata-kata dari pengawal itu membuat Fang Ai Li bergidik ngeri, dia merasakan tatapan kebencian yang di tujukan kepadanya saat ini. Ke empat pengawal itu memang sudah lama menyimpan dendam terhadap Fang Ai Li. Wanita itu sering memukul, menghina bahkan tidak ragu-ragu untuk membunuh rekan mereka.


Salah satu dari pengawal menarik tangan Fang Ai Li, membuatnya terjatuh ke dalam pelukan laki-laki itu. Dia langsung membungkam bibir Fang Ai Li yang baru saja akan meneriakkan kata-kata penghinaan, bibirnya menutup mulut Fang Ai Li yang kerap memarahi dirinya.


Fang Ai Li meronta, dia mendorong tubuh pengawal tersebut dengan segala cara. Namun tidak sedikipun tubuh laki-laki itu menjauh, dia malah mempererat pelukannya di tubuh Fang Ai Li. Laki-laki itu memaksakan juniornya ke dalam tubuh Fang Ai Li, membuat wanita itu menjerit kesakitan.


Entah berapa kali sudah Fang Ai Li menjadi pelampiasan dari para pengawalnya sendiri. Dia di kurung di dalam gubuk tanpa memakai pakaian, sebab pakaiannya sudah menjadi kain perca ketika para pengawal memaksa untuk melepasnya dari tubuh Fang Ai Li.

__ADS_1


Kediaman Han


Pesta pernikahan akan segera di langsungkan, Se Se menyiapkan semuanya bersama para pelayan. Sedangkan Han Ze Xia terus-terusan menolak dan tidak bersedia menerima keputusan kakaknya yang ingin menikahi Qing Xia.


"Ibu, aku tidak ingin dia menjadi kakak iparku. Pokoknya aku tidak mau!" teriak Han Ze Xia.


"Kenapa? Kau cemburu?" tanya Se Se, mengejek anaknya yang sedang berwajah cemberut.


"Bukan cemburu, itu karena kakak memilih wanita yang sudah janda. Dia tidak pantas untuk Kakak!" Han Ze Xia memasang wajah kesal, dia mengalihkan tatapannya ke bawah.


"Hidup Xin adalah pilihannya sendiri, kenapa kamu sangat terobsesi untuk menolak pilihannya? Lagi pula, meskipun status wanita itu sudah janda, belum tentu dia seorang wanita yang buruk. Kau lihat Fang Ai Li, dia masih berstatus gadis, tapi ternyata sudah pernah hamil dan membunuh anaknya sendiri hanya demi menjaga nama baik. Bukankah itu lebih buruk dari pada seorang janda yang diceraikan oleh suaminya?" Se Se berjalan mendekati Han Ze Xia, dia mengelus kepala putrinya sembari memberi nasehat untuk putrinya.


Se Se melanjutkan kesibukannya, dia berjalan pergi meninggalkan Han Ze Xia yang masih berdiri diam di tempat. Wanita itu, memikirkan kembali kata-kata dari ibunya.


Kediaman Han sibuk mempersiapkan pernikahan, begitu pula dengan kediaman Su yang akan mengirimkan calon pengantin ke sana. Awalnya pernikahan ini akan di tunda selama beberapa bulan, tapi Han Ze Xin meminta kepada ibunya untuk memajukan tanggal pernikahan menjadi minggu depan.

__ADS_1


Su Xi Yan berjalan menuju ke pintu gerbang, dia melihat lampion merah yang terpajang di sepanjang kediaman. Suasana hatinya memburuk seketika, dia merasa kesal dan marah. Penyebabnya, karena Qing Xia akan segera menikah.


"Yang Qing Xia, kau selalu mengganggu ketenangan di hatiku!" benak Su Xi Yan.


Kerajaan Qin


Seorang laki-laki tampan sedang duduk di sebuah ruangan. Ruangan itu dipenuhi oleh barang-barang berkilauan. Pakaian yang di kenakan oleh laki-laki tersebut, terbuat dari kain sutra yang berkualitas tinggi. Sulaman seekor naga, terlihat di kain lengannya yang berwarna kuning emas.


"Apa yang kau katakan? Han Ze Xin akan menikah?" tanya laki-laki itu kepada bawahannya yang saat ini sedang berlutut di atas lantai.


"Benar, Yang Mulia! Saya mendengar percakapan dari orang-orang di jalanan. Mereka semua membicarakan tentang pernikahan Han Ze Xin dengan seorang wanita yang sudah memiliki satu anak."


"Menarik sekali! Aku jadi penasaran, siapa wanita yang sudah berhasil melelehkan bongkahan es abadi." ujarnya lalu mengajak pengawalnya untuk pergi. "Ayo kita berkunjung ke tempat calon pengantinnya!"


Wajah laki-laki itu menyeringai, dia sudah tidak sabar lagi, ingin segera merebut calon pengantin Han Ze Xin. Dia naik ke dalam sebuah kereta kuda yang sudah dipersiapkan oleh pelayan, puluhan prajurit mengawal laki-laki tersebut dengan berkuda.

__ADS_1


"Han Ze Xin, saatnya kau membayar utang!" ucapnya sambil mengepal kedua telapak tangan.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2