
Qing Xia bersembunyi di balik pepohonan, dia sibuk melepaskan semua perhiasan berat yang mengganggu gerakannya. Terutama gaun pengantinnya yang panjang hingga mengepel lantai, sungguh menyulitkan Qing Xia untuk berlari dan melompat.
Setelah melepas semua perhiasan, Qing Xia merobek gaun pengantinnya hingga selutut. Dia mematahkan sebatang ranting pohon langsung dari pohonnya, lalu melemparkan ranting itu ke arah pembunuh yang memakai busur di atas pohon.
"Jlebbb!"
Ranting pohon menusuk tepat di leher si pembunuh. Pria itu memegang lehernya yang tertancap ranting, sedetik kemudian dia terjatuh dari pohon dan menghembuskan napas terakhirnya dengan mata yang terbuka.
Qing Xia kembali mematahkan ranting pohon, namun kali ini dia mematahkan dua batang. Setelah memastikan kekokohan dari ranting pohon yang akan dia gunakan sebagai senjata, Qing Xia melompat turun ke bawah untuk menghadapi para pembunuh yang mengelilingi Han Ze Xin.
"Qing Xia!" panggil laki-laki itu ketika melihat pengantinnya yang baru turun dari atas.
"Ya, aku di sini!" jawab Qing Xia sambil tersenyum manis ke arah Han Ze Xin.
"Kenapa kau malah turun, cepat pergi!" perintah Han Ze Xin dengan wajah khawatir.
"Jika aku pergi begitu saja, bukankah aku akan langsung menjadi janda?" keluh Qing Xia. "Dan juga, kenapa kau begitu lemah?" tanyanya penasaran, sebab Han Ze Xin dijuluki sebagai dewa kematian. Mana ada dewa kematian yang begitu lemah, pertanyaan itulah yang ada di dalam pikiran Qing Xia.
__ADS_1
"Lemah? Jika aku lemah, bukankah aku sudah mati dari tadi?" pikir Han Ze Xin. Belum sempat dia menjawab pertanyaan dari Qing Xia, wanita itu sudah membunuh semua kumpulan pria berbaju hitam. "Tenyata, aku memang lemah jika berada di depan istriku!" batin Han Ze Xin.
"Kau lihatkan? Jika tidak lemah, seharusnya kau bereskan mereka dalam sekejap mata. Jangan menunggu hingga istrimu turun tangan!" keluh Qing Xia dengan wajah yang merengut.
Han Ze Xin tersenyum, dia berjalan mendekati Qing Xia lalu mengelus kepalanya yang sudah tidak memakai mahkota. "Baiklah, ini salahku! Salahku karena aku lemah dan tidak berdaya." ucap Han Ze Xin sambil menatap wajah Qing Xia.
"Ckkk! Bagaimana ini? Pakaianku saja sudah kacau begini!" ucap Qing Xia sembari menatap ke bawah, melihat gaun pengantinnya yang sudah terkoyak dan bernoda darah.
"Hanya sebuah pakaian saja, mari kita lanjutkan pernikahan kita!" sahut Han Ze Xin yang langsung mengangkat tubuh Qing Xia. Dia bersiul dua kali, seekor kuda berlari cepat menghampiri Han Ze Xin.
"Dengan penampilan seperti ini?" tanya Qing Xia dengan wajah yang memerah.
Wajah Qing Xia semakin memerah, namun hanya sekejap saja. Sebab dia melihat seseorang sedang membidikkan anak panah ke arah Han Ze Xin.
"Syuuut!"
Anak panah melesat cepat di udara, mendekat ke arah jantung Han Ze Xin yang sedang menggendong Qing Xia.
__ADS_1
Tak ada cara lain, Qing Xia mencoba memakai kekuatannya. Dia memfokuskan tatapannya ke arah anak panah dan langsung menangkap anak panah tersebut sebelum mengenai tubuh Han Ze Xin.
Han Ze Xin merasakan laju anak panah ke arahnya, namun dia tidak sempat menghindar. Setelah Qing Xia menangkap anak panah tersebut, Han Ze Xin berbalik badan. Dia merasa heran kenapa tubuhnya tidak merasa kesakitan.
Qing Xia membawa anak panah ke depan, "Kau sedang mencari ini?" tanyanya kepada Han Ze Xin.
"Kau-- menangkap anak panah dengan tanganmu?" tanya Han Ze Xin dengan perasaan terkejut sekaligus takjub.
"Iya, jika tidak ku tangkap, aku akan menjadi janda di hari pernikahanku!" sahut Qing Xia sambil tersenyum.
"Sial!!" Mereka menyebalkan sekali, tidak ada habis-habisnya!" umpat Han Ze Xin yang mulai kesal.
"Hahaha...!" Qing Xia malah tertawa senang ketika melihat wajah suaminya yang kesal. "Sudah, jangan marah lagi. Sekarang sisa yang terakhir, aku akan menghabisi mereka agar kita bisa melangsungkan pernikahan." ucap Qing Xia yang kemudian melompat turun dari gendongan Han Ze Xin.
Qing Xia melihat 4 orang sedang bersembunyi di balik pohon, mereka menunggu Han Ze Xin untuk menginjak perangkap yang sudah disiapkan. Qing Xia mendatangi ke 4 pembunuh itu dan langsung membunuh mereka tanpa kesulitan. Gerakannya sangat cepat hingga tak terlihat dengan mata telanjang.
Qing Xia kemudian kembali ke tempat Han Ze Xin berdiri dengan wajah yang melongo. Wajah Qing Xia dipenuhi dengan bercak darah dan tangannya masih memegang dua batang ranting yang digunakan sebagai senjata. "Beres!" serunya sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Han Ze Xin sempat merasa malu karena Qing Xia yang telah membunuh semua pria berbaju hitam. Namun saat ini, dia merasa bangga karena memiliki istri cantik yang sangat hebat dan luar biasa. Han Ze Xin melompat naik ke punggung kuda, dia kemudain mengulurkan tangannya. "Ayo naik, aku akan membawamu ke suatu tempat!" ucap Han Ze Xin dengan wajah ceria.
^^^BERSAMBUNG...^^^