
Qing Xia melirik ke arah suaminya, dengan raut wajah yang kesal dan juga sebal. Di saat seperti ini, suaminya malah bercanda dengan kata-kata mesum dan cabul. Qing Xia benar-benar tidak bisa menerka jalan pikiran laki-laki di sampingnya. Sementara Han Ze Xin malah tersenyum, karena kalimat nakalnya berhasil menghilangkan rasa gugup di hati Qing Xia.
Keduanya masuk ke dalam aula sambil bergandengan tangan, Han Ze Xia diam-diam tertawa sambil menutup mulutnya. Dia tidak menyangka kakaknya si gunung es sudah meleleh menjadi air hangat yang bisa menyejukkan hati seorang wanita. Sementara Se Se dan suaminya hanya diam memperhatikan sikap menantunya yang terlihat malu-malu.
"Ze Xin memberi salam kepada Ayah dan Ibu. Semoga panjang umur dan sehat selalu!" sapa Han Ze Xin sambil menundukkan sedikit kepalanya.
Qing Xia kebingungan karena dia tidak pernah melakukan salam seperti ini sebelumnya. Han Ze Xin melirik ke arahnya sambil menarik lengan baju Qing Xia. "Beri salam!" ucap Han Ze Xin dengan suara pelan namun terdengar oleh ketiga orang di depannya.
__ADS_1
Qing Xia segera menundukkan kepala, karena terlalu terburu-buru, dia menunduk hingga sebagian tubuhnya ikut menurun. "Qing Xia memberi salam kepada Ayah dan Ibu." ucapnya dengan perasaan gugup dan jantung yang berdebar kencang.
"Pfff!!!"
Han Ze Xia mencoba menahan tawanya, namun sikap Qing Xia benar-benar terlihat lucu di mata Han Ze Xia. Dia langsung tertawa sambil menutup bibirnya dengan telapak tangan. Kedua orang tua Han Ze Xin juga ikut tersenyum lucu melihat tingkah laku Qing Xia yang begitu gugup dan terlihat kaku.
Menyadari jika dia telah melakukan kesalahan, wajah Qing Xia langsung memerah. Dia merasa malu karena sudah membuat kesalahan di hari pertama memberi penghormatan di depan mertua dan juga adik iparnya.
__ADS_1
Seorang pelayan mendekati Qing Xia, dia memberikan secangkir teh kepada Qing Xia. Karena tidak mengerti apa yang harus dilakukan dengan teh itu, Qing Xia melirik ke arah Han Ze Xin, dia mencoba untuk meminta bantuan dari suaminya yang sedang terkekeh pelan di belakang.
Han Ze Xin menyadari jika Qing Xia akan berbalik menatapnya, dia menghentikan tawanya lalu menatap Qing Xia dengan wajah datar. Qing Xia mengangkat cangkir lalu melirik ke arah cangkir yang sedang dia genggam. Han Ze Xin langsung mengerti apa maksud dari gerakannya itu.
"Berikan kepada Ayah!" ucapnya tanpa bersuara.
Setelah mendapat jawaban, Qing Xia berbalik ke depan. Dia berjalan pelan ke arah Han Ze Xuan. "Silakan di minum, Ayah!" ucap Qing Xia sembari menyodorkan secangkir teh yang berada di tangannya ke arah Han Ze Xuan.
__ADS_1
Laki-laki itu menerima teh dari Qing Xia, dia meneguk hingga habis lalu menyerahkan cangkir teh itu kepada pelayan yang berdiri di samping. Han Ze Xuan mengeluarkan sebuah amplop merah, "Ini hadiah pernikahan untukmu. Tolong di terima!" ucapnya sambil menyerahkan amplop merah tersebut.
^^^BERSAMBUNG...^^^