Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 76. Harmonis


__ADS_3

"Ctakkk!"


Han Ze Xin menyentil kening kepala adiknya. Dia melakukan itu karena pertanyaan Han Ze Xia yang sangat tidak sopan. Bisa-bisanya dia berpikir jika Kakaknya berselingkuh dengan wanita yang sudah menikah.


"Awww... Sakiiitttt!" keluh Han Ze Xia seraya mengelus kening kepalanya yang kesakitan.


"Dengar, Qing Xia tidak pernah menikah dengan siapapun. Empat tahun yang lalu Kakak ipar mu terkena racun Hong Xi yang menyebabkan dia hampir meninggal. Aku kebetulan merawatnya saat itu, karena tidak punya pilihan lain, aku harus melakukan itu untuk menyelamatkan nyawa Qing Xia." jelas Han Ze Xin mengingat malam pertamanya bersama sang istri.


"Ckkk! Pasti alasan Kakak saja, sebenarnya Kakak sangat menginginkan tubuh indah milik Kakak Ipar kan?" hardik Han Ze Xia sembari menatap wajah Han Ze Xin yang berdiri di depannya. Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah dada Qing Xia.


"Mengaku saja, aku bahkan ingin mencoba tubuh Kakak Ipar yang begitu menggoda." sambung Han Ze Xia sambil melakukan gerakan merem*as dengan kedua tangannya.


"Kakak dan adik mesum!" umpat Qing Xia dalam hati sambil menepuk kening kepala.

__ADS_1


"Ibu, tolong nikahkan Xia'er secepatnya!" ucap Han Ze Xin karena mendengar pengakuan Han Ze Xia yang ingin menyentuh tubuh istrinya.


"Tidak perlu, aku tidak mau!" sahut Han Ze Xia secara cepat.


Qing Xia tersenyum melihat kelakuan Kakak beradik itu. Dia menggendong Xin Le yang melihat mereka dengan tatapan bengong. "Ayo duduk dan makan bersama." ajak Qing Xia kepada putranya.


Setelah memastikan jika posisi duduk Xin Le aman dan nyaman, Qing Xia berkata kepada Xin Le. "Mulai sekarang, kita akan selalu makan bersama di sini bersama Kakek dan Nenek."


"Mereka tidak akan ikut makan dengan kita lagi. Karena ibu sudah menikah jadi ibu harus tinggal di sini. Dan karena Xin Le adalah anak ibu, jadi Xin Le juga harus mengikuti ibu untuk tinggal di kediaman Han." jelas Qing Xia secara perlahan agar putra nya mengerti dan mau menerima keluarga baru mereka.


"Bolehkah Xin Le bertemu dengan Kakek dan Nenek Su lagi?" tanya Xin Le dengan wajah yang memelas.


"Tentu saja boleh, kita akan pulang sesekali ke kediaman Su untuk menjenguk Kakek dan juga Nenek." sahut Qing Xia.

__ADS_1


Xin Le tersenyum bahagia, dia lalu memeluk Qing Xia sambil bersorak gembira.


Qing Xia mendudukkan Xin Le di atas kursi yang baru saja di ambilkan oleh pelayan. Dia mengambilkan semangkuk sup ayam hangat untuk Xin Le lalu menyerahkan sebuah sendok ke tangan mungil putranya.


"Habiskan makanan ini, karena makanan ini adalah jerih payah dari kakak-kakak di dapur yang sudah menyiapkan makanan enak untuk kita." ucap Qing Xia mengajarkan kepada Xin Le untuk menghargai usaha orang lain.


"Baik Ibu, Terima kasih." jawab Xin Le yang langsung menikmati makanannya dengan lahap.


Se Se dan Han Ze Xuan tersenyum melihat cucunya yang sedang makan dengan menggunakan tangan mungilnya. Sendok yang di pegang oleh Xin Le bahkan lebih besar dari pada tangan bocah kecil tersebut.


"Besok, aku akan meminta seorang perajin keramik untuk membuatkan sendok kecil untuk cucuku." benak Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2