
Di pagi buta, matahari bahkan belum bersinar. Qing Xia di bangunkan oleh ke empat pelayan wanita. Mereka melepaskan semua pakaian yang dikenakan oleh Qing Xia lalu membawanya masuk ke dalam kolam air hangat.
"Nona, bangunlah. Sudah saatnya anda menyiapkan diri sebagai pengantin yang paling cantik." bujuk seorang pelayan yang sudah melayani Qing Xia sejak dia menjadi putri angkat keluarga Su.
"Aku masih mengantuk, bisakah kita melewatkan saja persiapan yang merepotkan ini?" keluh Qing Xia dengan mata yang terpenjam.
"Nona, jika anda masih tertidur di saat ini, mata anda akan bengkak ketika anda menjalani upacara nanti."
"Kau ini sedang membohongi siapa hah? Lagi pula, apa peduliku tentang mata yang bengkak? Tidak akan ada yang melihatnya karena wajahku tertutup kain merah." benak Qing Xia.
__ADS_1
Para pelayan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat Qing Xia yang masih memejamkan mata dan enggan bangun dari tidur lelapnya. Dengan terpaksa mereka memandikan tubuh Qing Xia yang masih tertidur. Susah payah mereka mengangkat tubuh Qing Xia lalu memakaikan pakaian pengantin yang berwarna merah darah.
Wajah Qing Xia di rias oleh dua pelayan, dua pelayan yang lain menahan tubuh Qing Xia agar tidak terjatuh dari kursi. Selesai merias wajah dan memasangkan mahkota pernikahan, wajah Qing Xia di tutup dengan sehelai kain merah yang senada dengan warna pakaiannya.
"Nona kita sangat cantik, bisa di katakan sebagai pengantin tercantik di negara ini." puji seorang pelayan yang terkagum melihat wajah cantik Qing Xia.
"Benar, aku juga baru pertama kali melihat wajah secantik Nona kita. Suami Nona pasti sanggat bangga memiliki istri secantik Nona."
Jalanan dimeriahkan oleh rombongan yang mengiring kereta kuda untuk menjemput pengantin. Han Ze Xin duduk tegap di atas punggung seekor kuda, dia memakai pakaian pengantin berwarna merah yang sepasang dengan pakaian pengantin milik Qing Xia. Sesekali, wajah dingin pria itu menyunggingkan senyuman. Hati para wanita yang melihat senyuman Han Ze Xin dibuat meleleh olehnya. Wajah tampan yang dimiliki Han Ze Xin membuat wanita sulit untuk tak tergoda.
__ADS_1
Iringan pengantin tiba di depan kediaman Su, sementara Qing Xia masih berjalan dengan bermalas-malasan menuju ke pintu gerbang. Tuan dan Nyonya Su menunggu putri angkat mereka di depan. Setelah melihat Qing Xia dari kejauhan, keduanya saling menatap dengan senyuman tipis.
"Putri kita akhirnya menikah, aku merasa sedikit tidak rela." ucap Nyonya Su sambil menatap ke arah Qing Xia yang masih berjalan mendekat.
Han Ze Xin melompat turun dari punggung kuda, dia memberi penghormatan kepada kedua orang tua angkat Qing Xia. Semua mata membelalak melihat apa yang di lakukan oleh laki-laki tersebut. Belum ada satu pun pengantin pria yang memberi hormat di depan mertuanya apalagi jika jabatan mereka lebih tinggi dari pada kedua orang tua istrinya.
Han Ze Xin yang seorang pangeran memberi hormat di depan kedua orang tua angkat Qing Xia tentu saja langsung menjadi perbincangan. "Ibu, ayah, terima kasih sudah menjaga Qing Xia dengan baik." ucap Han Ze Xin dengan suara kecil yang hanya terdengar oleh Tuan dan Nyonya Su.
"Ternyata, dia mengetahui segalanya." benak Tuan Su. Sementara wajah Nyonya Su langsung memucat, dia tidak menyangka jika Han Ze Xin sudah mengetahui identitas asli Qing Xia.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^