
"A... Anak? Apa yang kau lakukan terhadap putriku?" tanya Yang Fang Xi dengan suara meninggi.
Han Ze Xin mengalihkan tatapan matanya, dia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Melihat Han Ze Xin diam saja, Yang Fang Xi kembali bertanya, "Apa yang sudah kau lakukan? Bajingan brengsek! Beraninya kau mengambil kesempatan ketika aku tidak berada di sisi Qing Xia!"
Amarah Yang Fang Xi naik hingga ke ubun-ubun, dia sangat emosi mengetahui jika tubuh Qing Xia sudah di sentuh oleh laki-laki yang sedang berlutut di hadapannya. Yang Fang Xi mengangkat tangannya, dia memukuli bahu dan pundak Han Ze Xin berkali-kali.
Sementara Qing Xia hanya berdiri diam sambil menertawakan kelakuan dua laki-laki di depannya.
"Maaf, Ayah! Jangan pukul lagi, aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahi Qing Xia! Aduh! Jangan pukuli kepalaku, aku bisa menjadi bodoh nanti. Apa Ayah tidak kasihan, jika Qing Xia menikah dengan seorang suami yang bodoh?"
"Siapa Ayahmu? Aku tidak pernah memiliki anak laki-laki! Kau jangan mengaku-ngaku, dasar laki-laki lancang!" sahut Yang Fang Xi yang masih memukuli Han Ze Xin secara membabi buta.
__ADS_1
Han Ze Xin terus mengoceh sambil tersenyum, sesekali dia melirik ke arah Qing Xia yang tertawa dengan sangat bahagia. "Yang Qing Xia, kuharap tawa dan senyuman di wajahmu, akan selalu terlihat setiap hari." benak Han Ze Xin.
Setelah lelah memukuli Han Ze Xin, Yang Fang Xi kembali duduk di kursi. Dia menatap wajah Qing Xia yang tersenyum bahagia, hatinya merasa hangat dan nyaman. Melihat wajah bahagia itu, Yang Fang Xi menyadari, betapa besar cinta Qing Xia untuk Han Ze Xin.
"Bangunlah, aku akan mengizinkan pernikahan kalian!" ucapnya menyerah, demi kebahagiaan Qing Xia.
"Terima kasih Ayah, Terima kasih!" ucap Qing Xia yang langsung memeluk ayahnya.
Han Ze Xin bersujud tiga kali, dia lalu berdiri. "Terima kasih Ayah. Aku bersumpah, aku akan menjaga dan selalu mencintai Qing Xia seumur hidupku."
"Berapa bulan? Apanya?" tanya Qing Xia dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
Yang Fang Xi mengerutkan alis, dia menatap wajah Han Ze Xin. "Hamil, bukankah dia bilang kau sedang hamil?" ucapnya dengan nada tinggi sembari melebarkan bola mata ke wajah Han Ze Xin.
"I... Itu...!" Qing Xia berkata dengan gagap, dia bingung harus bagaimana menjelaskan kepada ayahnya.
"Apa kalian sedang membohongiku?" tanya Yang Fang Xi yang tidak sabaran.
"Bukan begitu Ayah! Sebenarnya...!" Qing Xia kembali diam, dia sulit mengungkapkan kebenaran yang akan membuat ayahnya jantungan.
Han Ze Xin memegang lengan Qing Xia, "Biar aku saja yang menjelaskan." bisiknya ke telinga Qing Xia. Han Ze Xin menyadari jika Qing Xia kesulitan untuk mengatakan yang sebenarnya, dia berpikir untuk menggantikan wanita itu, untuk menjelaskan semua hal yang terjadi kepada calon pengantinnya.
Qing Xia mengangguk patuh, dia lalu menutup mulut sambil memperhatikan wajah Yang Fang Xi. Laki-laki paruh baya itu tampak murka, dia berprasangka jika anak yang di katakan oleh Han Ze Xin hanya sebuah kebohongan belaka demi mendapatkan restu darinya.
__ADS_1
"Ayah! Sebenarnya, cucu anda sekarang sudah berusia 4 tahun."
^^^BERSAMBUNG...^^^