Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 73. Memberi penghormatan


__ADS_3

Qing Xia mengerti apa yang di berikan oleh Ibu mertuanya bukan hanya sekedar hadiah biasa. Dia merasa terharu karena diperlakukan dengan baik di dalam keluarga yang baru saja menjadi bagian dari hidupnya.


Qing Xia menekuk lutut sambil menurunkan tubuhnya, dia bersujud di hadapan kedua orang tua Han Ze Xin yang saat ini juga menjadi Ayah dan Ibu baginya. Dengan mata yang berkaca-kaca, Qing Xia berkata kepada kedua orang yang sedang berdiri menatapnya dengan wajah kebingungan.


"Ayah, Ibu! Terima kasih karena kalian telah menerimaku di dalam keluarga ini. Qing Xia bersumpah, selamanya akan menjadi menantu yang baik dan berbakti kepada kalian. Mohon terima hormat Qing Xia." ucapnya dengan suara yang terisak.


Qing Xia lalu menurunkan keningnya hingga menyentuh permukaan lantai, dia melakukannya sebanyak tiga kali. Sambil menyembah, deraian air keluar dari sudut matanya. Air mata kebahagiaan yang baru pertama kali dia rasakan selama dua kehidupan.


"Ini pertama kalinya aku menangis dengan hati yang lega dan bahagia. Ku harap, kebahagiaan ini akan selalu menetap sampai akhir hayat hidup ku." benak Qing Xia.


"Xin, bantu Qing Xia berdiri." perintah Se Se kepada putranya yang terdiam membeku menatap istrinya dengan wajah tercengang.

__ADS_1


"Baik, Ibu!" sahut Han Ze Xin dengan cepat, dia membantu menarik tubuh Qing Xia agar bangkit berdiri. Dalam hatinya terasa sedikit kehangatan yang datang secara tiba-tiba karena melihat sikap Qing Xia yang sangat menghormati kedua orang tuanya hingga rela berlutut di depan mereka. Han Ze Xin sendiri bahkan belum pernah berlutut di depan siapapun karena harga dirinya yang terlampau tinggi.


"Gadis bodoh!" seru Se Se sambil menyolek hidung Qing Xia. "Lain kali, kamu di larang berlutut di hadapan siapapun kecuali jika kamu melakukan kesalahan yang sangat besar. Kamu mengerti?" tegur Se Se sambil tersenyum.


Qing Xia mengangguk pelan, air matanya mengalir semakin deras karena mendengar ucapan dari Ibu mertuanya yang terasa hangat. Se Se mengulurkan kedua tangannya, dia menghapus air mata yang membanjiri wajah menantunya.


"Jangan menangis, ini adalah hari yang bahagia. Kita hanya perlu menikmati makanan yang enak, lalu minum minuman yang menyegarkan dan juga tertawa bahagia bersama-sama." kata Se Se yang sedang mencoba untuk menghibur Qing Xia.


Se Se menggandeng lengan Qing Xia, mereka berjalan menuju ke meja makan. Han Ze Xin dan Qing Xia duduk bersama, Han Ze Xia duduk di sebelah Qing Xia. Se Se duduk di antara putra dan suaminya. Beberapa pelayan langsung menghidangkan makanan di atas meja.


"Mari makan!" seru Han Ze Xia dengan bersemangat karena banyak makanan kesukaannya di atas meja.

__ADS_1


Han Ze Xin mengambil semangkuk sup ayam untuk Qing Xia, dia meletakkan mangkuk tersebut di depan meja istrinya. "Minum sup ini lebih dulu." ucapnya sambil menyerahkan sebuah sendok keramik ke tangan Qing Xia.


"Terima kasih." ucap Qing Xia smabil tersenyum.


"Kak, kenapa aku tidak di ambilkan?" tanya Han Ze Xia yang mengeluh tidak senang karena Kakaknya pilih kasih.


Han Ze Xin menatap wajah adiknya dengan senyuman dingin. "Minta kepada suami mu untuk mengambilkan sup itu atau kau bisa mengambilnya sendiri karena kau masih memiliki dua tangan yang utuh." sahut Han Ze Xin sedikit meledek Han Ze Xia yang belum juga menikah.


Han Ze Xia terdiam kesal, dia menatap Kakaknya dengan wajah yang cemberut.


"Kakak bodoh! Sesudah menikah malah melupakan adiknya. Huff... Lupakan saja, Ayah pasti akan mengambilkan sup untukku!" benak Han Ze Xia.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2