
Nyonya Fang duduk di dalam kamarnya, wanita tua itu sedang bergelut dalam pikirannya. Sebagian ingin mencari keberadaan putrinya yang masih belum berkabar, dan sebagian lagi ingin menghentikan pencarian karena uang yang dia miliki hampir habis setelah membayar sejumlah orang untuk mencari keberadaan Fang Ai Li selama berhari-hari.
"Ai Li, kamu di mana? Ibu sudah menghabiskan banyak uang hanya demi mencari keberadaanmu." benak Nyonya Fang.
Sementara itu, di sebuah ruangan kamar yang sederhana. Seorang wanita sedang duduk menatap ke cermin, dia melihat wajahnya yang kini dihiasi oleh beberapa bekas luka. Luka yang di terima ketika dia melawan ke 4 pengawalnya di dalam sebuah gubuk.
"Wajahku yang cantik kini berubah seperti monster, ini semua gara gara Han Ze Xin, pria yang aku cintai selama bertahun-tahun. Tega sekali kau memperlakukan aku seperti ini, aku akan membalas semua dendam ini kepadamu. Kau tunggu saja!" benak Fang Ai Li.
Tok Tok Tok!"
Suara ketukan pintu membuat Fang Ai Li terkejut, dia segera memasang ekspresi sedih di wajah yang tadinya mengerang marah terhadap Han Ze Xin. Seorang pelayan membuka pintu kamar, Qin Yi Ming berjalan masuk ke dalam di ikuti oleh dua orang pengawal.
__ADS_1
"Kau sudah merasa lebih baik?" tanya Qin Yi Ming ketika melihat Fang Ai Li yang duduk di depan cermin.
Fang Ai Li menyunggingkan senyuman di depan Qin Yi Ming, dia lalu bangkit dari kursi dan segera menghampiri laki-laki di hadapannya. "Saya baik-baik saja. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya." ucap Fang Ai Li dengan nada manja yang membuat bulu kuduk merinding.
"Siapa nama anda Nona? Kenapa anda bisa berada di dalam hutan?" tanya Qin Yi Ming penasaran setelah berhari-hari menahan keingintahuannya.
Fang Ai Li memperhatikan Qin Yi Ming yang berpenampilan seperti seorang bangsawan, ditambah wajah yang rupawan dan juga tubuh yang kekar berotot. "Laki-laki ini, mungkin bisa ku manfaatkan untuk membantu rencana balas dendamku." pikirnya sambil tersenyum licik.
Di dalam kereta kuda yang sedang melaju. Qing Xia menahan lengan Han Ze Xin yang terus-terusan menyentuh tubuhnya. Dengan mata yang melotot, Qing Xia menatap kesal wajah Han Ze Xin yang berada di depannya. "Dasar cabul!" umpatnya di hadapan calon suaminya yang masih tersenyum dengan sangat gembira.
Qing Xia terbuai dengan permainan tangan Han Ze Xin, dia begitu menikmati gerakan lembut dari jari jemari calon suaminya. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah menyadari kesalahannya, Qing Xia segera menahan dan menarik tangan Han Ze Xin untuk menjauh.
__ADS_1
"Jangan bergerak, jika kau bergerak sekali lagi, aku akan langsung menelanmu di sini!" ancam Han Ze Xin yang merasa terganggu dengan tangan Qing Xia.
Qing Xia menelan ludahnya, membayangkan betapa malunya jika harus berhubungan di dalam kereta kuda. Akhirnya dia pasrah, diam menerima semua yang diperbuat oleh Han Ze Xin terhadapnya. Melihat calon istrinya menjadi penurut, Han Ze Xin tersenyum puas.
"Dengan begini, kau tidak akan memiliki waktu untuk bersedih!" benak Han Ze Xin.
Entah berapa kali sudah Qing Xia mencapai puncak kenikmatan, dia memejamkan mata di dalam kereta yang masih terus berjalan. Sementara Han Ze Xin harus menahan semua penderitaan yang menyiksa adik junior miliknya yang sudah menegang di bawah sana.
"Sial, kenapa lama sekali sampainya!" keluh Han Ze Xin dalam hati.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1