Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 70. Bertemu Mertua


__ADS_3

Han Ze Xin tersenyum ceria dengan wajah yang merona, sementara Qing Xia sedang menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Qing Xia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, dia menyesali kebodohannya yang sangat mudah termakan rayuan manis dari Han Ze Xin.


"Jangan marah lagi, aku akan menghilangkan semua rasa sakit di tubuhmu!" bujuk Han Ze Xin sembari mengeluarkan satu kotak jarum akupuntur dari dalam lemari.


Qing Xia melepas telapak tangannya, dengan raut wajah kesal, dia menatap Han Ze Xin yang sedang berdiri di depannya. Qing Xia masih berbaring di atas ranjang karena kakinya gemetaran sehingga tidak mampu untuk berjalan. Han Ze Xin mengambil sebuah jarum, dia menusukkan jarum ke tubuh Qing Xia, satu persatu benda runcing itu di masukkan ke sedalam 2 cm hingga semua jarum yang berjumlah ratusan batang kini berdiri tegak di atas permukaan kulit Qing Xia.


Han Ze Xin menyalurkan tenaga dalam dari tubuhnya melalui sebuah jarum di telapak tangan Qing Xia. Beberapa menit kemudian, jarum-jarum terlepas dan mengumpul dengan sendirinya di dalam kotak kayu. Qing Xia merasa semua rasa sakitnya sudah menghilang, dia mencoba bergerak dan turun dari ranjang.


"Sepertinya tenaga ku sudah pulih, tubuhku terasa lebih sehat dan kuat dari sebelumnya. Apa yang sebenarnya dia lakukan dengan jarum-jarum tadi?" benak Qing Xia.

__ADS_1


Han Ze Xin menyimpan kembali kotak jarum ke dalam lemari, dia berjalan ke meja rias lalu berdiri di samping kursi yang terletak di sana. "Aku akan membantumu merias wajah dan rambut. Ayo duduk di sini!" ucapnya sambil menepuk-nepuk dudukan di atas kursi.


Qing Xia mengerutkan alis dan keningnya, dia merasa ragu karena tidak mempercayai kemampuan Han Ze Xin dalam merias wajah wanita. "Kau tidak akan membuat wajahku terlihat seperti badut kan?" tanyanya dengan wajah yang terlihat gelisah.


"Tidak akan, kemarilah!" pinta Han Ze Xin lagi sambil tersenyum nakal.


"Aku menolak! Lebih baik wajah ku tidak di rias dari pada kau yang meriasnya." sahut Qing Xia dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Qing Xia langsung mengangguk sambil menjawab, "Benar, aku sulit mempercayai orang lain. Apalagi jika orang itu adalah kamu, suamiku!"

__ADS_1


Qing Xia mengambil sebuah tusuk rambut berwarna emas yang di hiasi dengan sebutir mutiara laut berwarna merah muda. Dia menggulung naik rambutnya ke atas lalu memakai tusuk rambut tersebut untuk menahan gulungan rambutnya. "Aku selesai, ayo pergi ke aula depan!" ajak Qing Xia yang langsung berjalan ke pintu keluar.


"Ckkk! Padahal aku ingin membuat wajahnya sedikit jelek agar tidak menjadi pusat perhatian para lebah. Ternyata sulit memiliki istri yang berwajah cantik!" gumam Han Ze Xin dengan wajah kesal.


Han Ze Xin segera menyusul langkah Qing Xia, setelah jarak mereka mendekat, laki-laki itu menggenggam telapak tangan Qing Xia. Seakan ingin memberi tahu kepada semua orang bahwa wanita ini adalah miliknya.


Mereka tiba di aula depan, Han Ze Xuan dan Se Se duduk di kursi sementara Han Ze Xia berdiri di samping Se Se. Seorang pelayan berdiri di dekat Han Ze Xuan, sementara 5 pelayan lainnya berdiri di sudut ruangan.


Qing Xia merasa gugup karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan kedua orang tua Han Ze Xin selain di upacara pernikahan. Dia menghentikan langkahnya ketika sudah berdiri di depan pintu masuk. Han Ze Xin melihat wajah Qing Xia yang gugup dan sedikit ketakutan. Dia mengeratkan genggaman tangannya lalu berbisik di telinga Qing Xia.

__ADS_1


"Jangan takut, Ayah dan Ibu tidak akan menelanmu, karena hanya aku saja yang bisa melakukannya."


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2