Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 79. Bertemu penyelamat


__ADS_3

Max berjalan masuk ke dalam sebuah lorong yang gelap. Kanan kiri lorong hanya di terangi dengan beberapa api lilin yang tersangga di pijakan dinding yang berbatu.


Kedua pelayan wanita mengangkat tubuh Qing Xia, mereka mengikuti langkah Max hingga tiba di sebuah ruangan misterius.


"Baringkan dia di sana dan kalian boleh keluar!" perintah Max kepada krdua pelayan.


"Baik Tuan." jawab mereka secara serentak.


Setelah kedua pelayan keluar dari ruangan misterius, seorang wanita berambut putih masuk ke dalam melalui pintu lain. Wanita itu berjalan mendekat ke arah Qing Xia, dia lalu menatapnya dengan tatapan lembut.


Max dapat merasakan jika wanita itu sangat menyayangi dan khawatir terhadap Qing Xia. Tetapi dia tidak mengerti kenapa majikannya harus memberikan obat tidur kepada gadis muda tersebut hanya untuk membawanya masuk ke dalam ruangan ini.


"Nyonya, bolehkah saya bertanya kenapa anda melakukan semua ini? Kita bisa membawa wanita ini masuk tanpa harus membiusnya." tanya Max yang semakin penasaran.


"Dia masih terlalu muda dan terlalu ceroboh. Jika aku tidak merencanakan jebakan yang seperti ini, dikemudian hari, dia tidak akan waspada terhadap orang lain. Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran yang akan menjadi bekal hidupnya di kemudian hari."


Max mengangguk mengerti, dia merasa kagum terhadap majikannya yang selalu berpikir selangkah lebih maju dari pada orang lain.

__ADS_1


"Pelajaran kali ini pasti akan membuat Qing Xia lebih berhati-hati dan mencurigai semua orang di sampingnya. Lain kali, dia tidak masuk jebakan orang lain dengan mudah." pikir Max.


Wanita itu mengeluarkan sebuah botol yang berisi cairan, dia meneteskan cairan ke dalam mulut Qing Xia yang membuat Qing Xia langsung tersadar.


Qing Xia melompat dari tempatnya berbaring, dia memasang sikap waspada terhadap kedua orang di hadapannya.


"Apa mau kalian? Kenapa kalian membiusku?" tanyanya dengan wajah menyelidik.


Max maju ke depan, dia tersenyum lalu berkata kepada Qing Xia. "Tenanglah Nona, aku sengaja melakukan itu atas perintah Nyonya." ucap Max yang lalu melirik ke arah wanita yang dia panggil Nyonya.


"Nyonya? Bukankah kau pemilik tempat ini?" tanya Qing Xia penasaran.


Qing Xia mengerutkan alisnya, "Nyonya Han?" ucapnya semakin penasaran karena sebutan Nyonya Han hanya ditujukan kepada Ibu mertuanya.


"Qing Xia, kau tidak mengenaliku?" tanya Se Se yang masih menggunakan wajah samaran.


"Kau... Wanita yang menolongku malam itu?" ucap Qing Xia mengingat peristiwa ketika dia di culik dan dijual kepada Madam Ma.

__ADS_1


"Ternyata kau masih mengingat ku." jawab Se Se tersenyum ramah.


"Kau adalah majikan di sini?" tanya Qing Xia sembari menatap wajah cantik wanita di depannya yang masih terlihat berumur 20an tahun.


Se Se mengangguk.


"Lalu namamu juga Nyonya Han?" tanya Qing Xia lagi.


Se Se kembali mengangguk, namun kali ini dia memutar cincin perubah wajah miliknya yang membuat wajah aslinya kembali seperti semula.


"I... Ibu!" panggil Qing Xia terbata-bata karena terkejut melihat wajah wanita yang berdiri menatapnya.


"Benar, ini aku." sahut Se Se sambil tertawa melihat wajah terkejut Qing Xia yang sedikit lucu.


"Ibu adalah pemilik tempat ini?" tanya Qing Xia dengan mata yang semakin melebar.


"Pfff!" Max tertawa di samping, dia tidak bisa lagi menahan tawanya karena ekspresi wajah Qing Xia yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2