
Han Ze Xin menatap ke arah Qing Xia, dia berjalan mendekat lalu mengangkat tubuh istrinya. "Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" pinta Qing Xia sambil meronta.
"Tidak, wajahmu terlihat pucat, sepertinya kau terlalu lelah setelah seharian mengikuti upacara pernikahan. Aku akan membawamu ke tempat tidur, berbaringlah agar lebih nyaman." ucap Han Ze Xin sambil berjalan ke tempat tidur. Dia membaringkan tubuh Qing Xia di sana lalu berbalik untuk membersihkan tumpahan obat di lantai.
"Biarkan saja obat itu, besok kita bisa meminta pelayan untuk membersihkannya." ucap Qing Xia yang tidak tega melihat Han Ze Xin mengotori tangannya.
"Tidak, aku akan membersihkannya sekarang juga. Genangan air ini bisa berbahaya untukmu, kau bisa terpeleset jika menginjaknya." sahut Han Ze Xin sambil membersihkan genangan air dengan sehelai kain.
Qing Xia menatap punggung Han Ze Xin yang sedang berjongkok, dia merasa bahagia sekaligus ketakutan. Bahagia karena memiliki suami yang sangat perhatian dan juga penyayang, ketakutan karena dia bukanlah Qing Xia yang asli.
"Han Ze Xin, aku... hanya arwah yang meminjam tubuh wanita ini. Bagaimana caranya aku harus mengatakan semuanya kepadamu? Kau pasti tidak akan percaya bahwa aku sudah pernah mati lalu hidup kembali. Mungkin kau akan menganggapku sebagai wanita gila jika aku mengatakan hal yang sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan di situasi seperti ini?" benak Qing Xia.
__ADS_1
Han Ze Xin menyelesaikan tugas bersih-bersihnya, dia pamit keluar sebentar untuk membersihkan diri di kolam air hangat. Sementara Qing Xia sudah tertidur lelap sebelum suaminya kembali ke dalam kamar.
Seorang wanita mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar pengantin. Wanita itu menatap Qing Xia yang masih tertidur lelap dengan wajah yang terlihat murung. "Kenapa dia merasa sedih di hari pernikahannya?" tanya wanita tersebut dalam hati.
Qing Xia tiba-tiba membuka mata, dia menarik lengan wanita yang sedang berdiri menatapnya. Tubuh wanita itu lalu di jatuhkan ke atas ranjang, Qing Xia menimpa tubuh wanita itu sambil mencengkeram tangan kanannya agar wanita itu tidak kabur.
"Siapa kau?" tanya Qing Xia penasaran, sebab dia melihat wajah wanita itu sangat mirip dengan Han Ze Xin.
"Kau adik Han Ze Xin?" tanya Qing Xia. Dengan perlahan, dia melepaskan cengkeraman tangannya.
Han Ze Xia tersenyum, dia menaikkan wajahnya hingga mendekat ke wajah Qing Xia. "Iya, bukankah kami sangat mirip?" tanya wanita itu dengan wajah gembira.
__ADS_1
"Brakkk!"
Pintu tiba-tiba di buka dari luar, Han Ze Xin masuk ke dalam kamar. Dengan wajah terkejut, dia langsung bertanya kepada Han Ze Xia. "Xia'er, apa yang kau lakukan di sini?"
Qing Xia bangkit dari tempat tidur, dia langsung melompat dan berlari ke arah Han Ze Xin. "Jangan salah paham, wanita ini masuk dan mengganggu tidurku. Jadi aku menangkapnya, hanya itu saja!" jelas Qing Xia.
"Hahaha...!"
Han Ze Xia tiba-tiba tertawa dengan keras, dia menatap wajah Qing Xia dan kemudian kembali tertawa lagi sambil memegangi perutnya yang bergetar karena tertawa.
"Kakak, istrimu benar-benar lucu sekali. Sekarang, sepertinya aku mengetahui alasan kenapa kakak sangat menyukainya." ucap Han Ze Xia sambil terus tertawa.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^