
"Apa yang sedang kau katakan?" tanya Yang Fang Xi dengan wajah penasaran.
"Cucu Ayah, anak dari Qing Xia dan aku, umurnya sudah 4 tahun." jawab Han Ze Xin memperjelas ucapannya.
Mata Yang Fang Xi langsung membelalak, dia melotot karena terkejut dan juga marah. "Bajingan ini, bagaimana bisa kau menghamili anak gadisku yang masih di usia sangat muda? Ku bunuh kau sekarang juga!" umpat Yang Fang Xi yang dengan cepat mengambil pedang lalu menyerang Han Ze Xin.
"Ayah, tolong tenangkan diri anda. Jika aku mati, Qing Xia akan menjadi janda. Ayah tolong berhenti, dengarkan dulu penjelasanku!" ucap Han Ze Xin sambil melompat ke sana sini untuk menghindar dari serangan Yang Fang Xi yang bertubi-tubi.
Yang Fang Xi terua menyerang tanpa memberi waktu beristirahat, stamina dari laki-Laki paruh baya itu sungguh membuat Han Ze Xin kewalahan. Setelah beberapa waktu berlalu, Yang Fang Xi menghentikan serangannya. Dia merasa lelah setelah mengejar Han Ze Xin yang terus menghindar dengan gesit. Gerakan Han Ze Xin sangat cepat, bagaikan jangkrik dan belalang yang melompat dan terbang.
Melihat Yang Fang Xi berdiri diam sambil ngos-ngosan, Han Ze Xin duduk di atas lantai. Dia mulai menceritakan alasan dirinya menyentuh Qing Xia di usia yang masih sangat belia. Setelah mendengar alasan dari Han Ze Xin, muncul rasa bersalah di hati Yang Fang Xi. Sebab semua itu, adalah ulah dari mantan istri keduanya.
Yang Fang Xi menatap wajah putrinya, dengan berlinang air mata dan hati yang terasa sesak. "Qing Xia, Maaf... Maafkan ayahmu yang tidak berguna ini!" ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
Qing Xia berjalan mendekat, dia langsung memeluk erat Yang Fang Xi. "Ayah, aku baik baik saja. Jangan menangis, semua sudah berlalu!" ucapnya untuk menghibur hati Yang Fang Xi.
__ADS_1
"Di mana cucuku? Aku ingin bertemu dengannya." Yang Fang Xi melepas pelukan dari Qing Xia, dia menatap bola mata putrinya yang bercahaya bagai langit malam.
"Xin Le masih berada di kediaman Su. Aku meminta kepada Ibu angkat untuk menjaganya sementara waktu." jawab Qing Xia sambil tersenyum.
"Ayah ingin menemuinya, bolehkah Ayah melakukannya?" tanya Yang Fang Xi meminta izin dari Qing Xia.
"Kenapa Ayah malah bertanya kepadaku? Bukankah sangat jelas jika Ayah boleh menemui cucu Ayah. Xin Le pasti sangat senang jika bisa bertemu dengan kakeknya." jawab Qing Xia, dia lalu menggenggam kedua telapak tangan Yang Fang Xi.
"Ayah, ayo kita pergi-- menemui Xin Le." ajak Qing Xia dengan senyuman ceria.
"Benar, Ayah tidak boleh terlihat di depan umum. Lebih baik, kita diam-diam membawa Xin Le untuk menemui Ayah!" sambung Han Ze Xin yang menyetujui pendapat Yang Fang Xi.
"Tapi... Besok adalah hari pernikahan kami. Apakah Ayah... Ayah tidak bisa hadir di upacara pernikahanku?" tanya Qing Xia dengan wajah yang bersedih.
Yang Fang Xi dan Han Ze Xin mengerti perasaan Qing Xia. Ini adalah pernikahan yang di lakukan satu kali seumur hidup, tentu saja dia berharap agar ayahnya bisa ikut menghadiri pesta pernikahan. Namun terlalu berbahaya bagi mereka, jika keberadaan Yang Fang Xi diketahui oleh banyak orang.
__ADS_1
"Qing Xia...!"
Han Ze Xin berniat menghibur, namun dia tidak tau apa yang harus dia lakukan di situasi seperti sekarang.
"Aku mengerti, maafkan aku yang terlalu kekanak-kanakan." jawab Qing Xia dengan wajah yang menunduk ke bawah.
"Maafkan ayah, ini semua karena ayah tidak berguna. Tapi ini tidak akan lama, karena ayah akan segera membunuh Fang tua itu!" ucap Yang Fang Xi dengan mata yang berapi-api.
"Mem...Membunuh?" tanya Qing Xia dengan wajah terkejut.
"Benar, ayah akan membunuh mereka! Semua yang sudah memfitnah keluarga kita." sahut Yang Fang Xi dengan yakin.
Qing Xia menarik lengan Yang Fang Xi, dia menggenggam erat lengan kekar itu. Dengan wajah panik, dia berkata kepada Yang Fang Xi. "Tidak, jangan melakukan hal itu Ayah! Jangan membunuh siapapun, aku akan membersihkan nama Ayah dan membalaskan dendam semua prajurit dan keluarga kita. Tolong, jangan melakukan sesuatu yang akan membuat Ayah mendapat hukuman. Aku tidak mau kehilangan Ayah lagi!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1