Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 74. Ayah dan Anak Kandung


__ADS_3

Han Ze Xuan ikut mengambilkan semangkuk sup untuk Se Se. Dia meletakkan mangkuk di depan istrinya lalu memberikan sebuah sendok sambil menggenggam tangan Se Se.


"Minum sup nya selagi hangat." ucap Han Ze Xuan.


Melihat hal itu, Han Ze Xia semakin cemberut. Dia berkata dengan wajah kesal dan nada yang sedikit sebal. "Kalian hanya memperhatikan istri saja, anak dan adik sudah tidak di perlukan lagi. Huhhh! Aku marah...! Aku sangat-sangat marah...!"


"Hahaha...!"


Ke empat orang di sampingnya langsung tertawa bersama-sama karena sikap dan tingkah laku Han Ze Xia yang sangat manja. Qing Xia berdiri, dia mengambil sebuah mangkuk lalu menuang sup ayam ke dalamnya, mangkuk itu kemudian di berikan kepada Han Ze Xia.


"Adik ipar, minumlah sup ini. Mulai sekarang, aku yang akan mengambilkan sup untukmu." ucap Qing Xia sambil tertawa.


"Kakak Ipar memang yang terbaik!" seru Han Ze Xia sambil melebarkan tangannya, dia bermaksud untuk memeluk Qing Xia namun segera di halangi oleh Han Ze Xin dengan menarik Qing Xia ke dalam dekapannya.


"Kakak!" panggilnya dengan wajah kesal.


"Apa?" sahut Han Ze Xin dengan nada ketus.

__ADS_1


"Kembalikan Kakak Iparku!" perintah Han Ze Xia sambil melotot.


"Dia ini istriku!" tangkis Han Ze Xin yang tidak mau mengalah.


Qing Xia merasa bahagia bisa merasakan kehangatan dari keluarga barunya, dia juga merasa senang karena bisa melihat sisi kekanak-kanakan dari suaminya yang belum pernah dia ketahui. Semuanya makan dengan sangat lahap sambil berbincang dan bercanda.


"Ayah, seandainya Ayah bisa berada di sini bersamaku. Pasti kebahagiaan ini akan menjadi lengkap dan sempurna." benak Qing Xia.


"Ibu!"


"Qing Xia berdiri dari kursinya, dia berjalan mendekati Xin Le yang sedang berlari ke arahnya. Qing Xia sedikit menurunkan tubuh lalu memeluk Xin Le yang sudah berada di hadapannya.


"Xin Le, bukankah sudah Ibu peringatkan untuk tidak berlari? Kamu ini benar-benar tidak sopan." tegur Qing Xia. "Sekarang, beri salam terlebih dahulu kepada keluarga baru Xin Le." ucapnya lagi sambil melepaskan pelukannya.


Xin Le menghadap ke arah Se Se dan Han Ze Xuan, dia mengutamakan mereka karena keduanya terlihat paling senior dibanding yang lain. Bocah itu lalu menundukkan kepala sambil memberi penghormatan.


"Xin Le memberikan salam kepada ..."

__ADS_1


Bocah itu terdiam sejenak, dia kebingungan harus memanggil mereka dengan sebutan apa. Xin Le melirik ke arah Qing Xia, mencoba untuk mencari jawaban dari ibunya.


"Kakek dan Nenek." ucap Qing Xia tanpa bersuara.


Xin Le kembali mengalihkan tatapannya ke arah Se Se dan Han Ze Xuan, dia lalu melanjutkan kata-katanya. "Xin Le memberi hormat kepada Kakek dan Nenek."


Dilanjutkan dengan Han Ze Xin, Xin Le menghadap ke arah ayahnya lalu berkata dengan suara lantang. "Xin Le memberi hormat kepada Ayah Tiri."


Han Ze Xin dan Qing Xia langsung bertatap muka, mereka kebingungan karena belum menjelaskan hal yang sebenarnya kepada bocah cilik tersebut. Sementara Han Ze Xia juga belum mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Han Ze Xin berjalan ke depan Xin Le, dia menurunkan sedikit punggungnya lalu menggendong bocah itu ke dalam pelukannya.


"Xin Le, dengar! Aku adalah ayahmu dan kamu adalah anak kandungku. Mengerti?" ucapnya dengan wajah serius.


"A... Apa maksudnya?" tanya Han Ze Xia yang terkejut mendengar ucapan dari Kakaknya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2