
Han Ze Xin mendekatkan wajahnya, dia tersenyum manis lalu mengecup kening Qing Xia. "Selamat Pagi, Istriku!" ucapnya lalu membenamkan wajahnya di belahan dada Qing Xia.
"Awas saja jika kau berani menggangguku lagi hari ini! Jika kau melakukannya, aku tidak akan sekamar denganmu lagi mulai nanti malam!" ancam Qing Xia dengan nada kesal.
"Ckkk! Padahal aku baru saja mau memulainya, dasar istri pelit!" benak Han Ze Xin.
"Ayo bangun, kita harus memberi salam kepada Ayah dan Ibu." ucap Qing Xia. Dia mencoba untuk bangun dari tempat tidur, namun semua tulangnya terasa remuk. Dia melirik ke arah Han Ze Xin yang masih berbaring, Qing Xia menatap kesal laki-laki di sampingnya sambil mengumpat di dalam hati.
"Bajingan, cabul brengsek!"
Han Ze Xin tersenyum melihat kekesalan di wajah istrinya, dia bangun dari tempat tidur lalu menggendong tubuh Qing Xia. "Aku akan membantumu untuk mandi dan bersih-bersih sebelum menemui Ayah dan Ibu." bisiknya ke telinga Qing Xia, membuat wanita itu merinding karena hembusan nafas dari Han Ze Xin mengenai daun telinganya.
"Tidak perlu, aku akan mandi sendiri! Jangan berpikir aku tidak tahu jika kau hanya ingin memanfaatkan kesempatan!" sahut Qing Xia menolak dengan sangat jelas, karena dia mengingat kenangan ketika Han Ze Xin memandikannya di kolam air hangat.
"Aku janji aku tidak akan melakukan apa-apa selain membantumu bersih-bersih!" seru Han Ze Xin sambil berjalan ke kolam pemandian.
__ADS_1
"Aku tidak percaya kepadamu, turunkan aku!" ucap Qing Xia yang meronta-ronta dari gendongan Han Ze Xin.
"Memangnya kau punya pilihan? Kau bahkan tidak bisa berdiri dengan kedua kakimu! Berhentilah meronta atau aku akan menelanmu di sini!" ancam Han Ze Xin dengan kedua bola mata mengarah di dada Qing Xia yang sedikit terbuka.
Menyadari jika tatapan Han Ze Xin mengarah ke bukit kembar miliknya yang menyembul keluar, Qing Xia segera menutup dadanya dengan kedua tangan. Dengan wajah cemberut, dia mengomeli suaminya yang terus bersikap mesum.
"Istriku!" panggil Han Ze Xin sambil tersenyum licik.
"Ya?" jawab Qing Xia dengan nada ketus.
"Ada apa?" sahut Qing Xia mulai kesal.
Tanpa mempedulikan wajah kesal istrinya, Han Ze Xin memanggil lagi dengan sebutan yang berbeda. "Xia Xia!"
"Kenapa?" tanya Qing Xia dengan suara yang meninggi, dia menatap wajah Han Ze Xin dengan tatapan kesal.
__ADS_1
Han Ze Xin menurunkan tubuh Qing Xia di dalam air, dia memeluk erat pinggang ramping istrinya. "Aku mencintaimu!" ucapnya lalu mengecup bibir Qing Xia.
Wajah kesal dan sebal Qing Xia kini membeku, jantungnya berdetak keras dan semakin kencang karena kalimat yang di ucapkan oleh Han Ze Xin.
"Deg! Deg! Deg!"
Qing Xia menelan ludah, dia lalu menarik napas panjang dan di hembuskan perlahan untuk menenangkan hatinya yang saat ini terasa seperti letusan kembang api.
Melihat Qing Xia yang diam mematung, Han Ze Xin kembali mencium bibirnya, namun kali ini dia tidak hanya mengecup saja. Ciuman yang panjang dan lama serta membuat basah, menjadi kesukaan Han Ze Xin saat ini. Dia terus memainkan lidahnya di dalam mulut Qing Xia yang juga membalasnya.
Perlahan, Qing Xia memejamkan mata, dia melingkarkan lengannya di leher Han Ze Xin. Laki-laki itu tersenyum dalam hati sebab dia berhasil membuat istrinya meleleh dengan kata-kata manis yang dikeluarkan dari dalam hatinya.
"Yang Qing Xia, kau hanya boleh menjadi milikku. Baik itu tubuhmu maupun hatimu, aku akan menjadi satu-satunya untukmu!" benak Han Ze Xin.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1