
Kereta kuda milik negara Qin memasuki ibu kota negara Han. Mereka menyewa satu penginapan untuk menginap selama beberapa malam. Hal itu di lakukan untuk melindungi Putra Mahkota Qin Yi Ming dari serangan musuh yang tidak bisa mereka prediksi.
Hari mulai gelap, Qin Yi Ming mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan. Diam-diam, dia keluar dari penginapan tanpa membawa pengawal. Qin Yi Ming menuju ke kediaman Su, setelah mengetahui keberadaan kamar Qing Xia, dia menyusup ke dalam kamar wanita itu.
"Siapa kau?" tanya Qing Xia yang memang sudah mengetahui kehadiran Qin Yi Ming. Dia melihat dengan jelas laki-laki itu melompati tembok untuk masuk ke dalam kediaman.
Laki-laki itu terkejut, dia tidak menyangka akan secepat itu ketahuan oleh pemilik kamar. Qin Yi Ming memiliki ilmu peringan tubuh yang sangat baik, baru pertama kali dia ketangkap basah saat menyusup secara diam-diam. Dia berdiri menatap Qing Xia, kedua bola matanya langsung membesar.
"Wanita ini, wajahnya benar-benar cantik. Jika dia menyebut dirinya sebagai seorang bidadari, aku bahkan tidak akan meragukan pernyataan itu." benak Qin Yi Ming.
Karena tidak ada jawaban, Qing Xia berjalan mendekat sambil berkata, "Aku akan bertanya sekali lagi, kau ini siapa?"
__ADS_1
"Aku bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang tidak penting. Aku datang untuk melihat pengantin Han Ze Xin, dan ternyata kau sangat cantik, secantik bidadari yang ada di dalam dongeng."
Qin Yi Ming berjalan mendekat, setelah keduanya hanya berjarak 1 langkah, Qin Yi Ming mengulurkan tangannya, hendak menyentuh wajah Qing Xia yang terlihat seperti sebuah mimpi dan khayalan bagi Qin Yi Ming. Untuk pertama kali dia melihat wanita secantik Qing Xia, membuat Qin Yi Ming sulit mengalihkan pandangannya.
Tepat sebelum tangannya menyentuh wajah Qing Xia, Han Ze Xin muncul dari belakang. Laki-laki itu langsung menarik tangan Qing Xia, membuat wanita itu masuk ke dalam pelukannya. Han Ze Xin menatap tajam mata Qin Yi Ming, dia lalu bertanya kepada laki-laki di hadapannya dengan wajah dingin namun kesal.
"Mau apa kau datang kemari?"
Qin Yi Ming tersenyum sinis, dia menurunkan tangannya. Wajah sinisnya kini menunjukkan kebencian yang dalam terhadap Han Ze Xin. "Aku datang untuk menagih utang." jawabnya dengan nada ketus.
"Jangan pernah mengganggu istriku! Aku tidak akan membiarkan orang sepertimu mendekatinya!" Han Ze Xin memberi peringatan, dia tidak suka melihat Qin Yi Ming berada di dekat Qing Xia.
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu! Lagi pula, kalian belum menikah, dia masih belum menjadi istrimu!" sanggah Qin Yi Ming sambil menyeringai.
Qing Xia melihat kemarahan di wajah Han Ze Xin, meskipun dia tidak mengetahui apa-apa tentang permusuhan mereka, Qing Xia yakin jika Han Ze Xin sangat tidak menyukai laki-laki di hadapannya itu.
Qing Xia menyentuh tangan Han Ze Xin, membuat laki-laki itu berbalik menatapnya. Ekspresi wajah dingin dari Han Ze Xin langsung menghilang seketika, digantikan dengan ekspresi wajah yang ramah dan terasa hangat.
"Kenapa?" tanya Han Ze Xin sambil menyelipkan rambut Qing Xia ke belakang telinga.
Qing Xia menatap wajah Han Ze Xin sambil tersenyum manis, dia sedikit mendongakkan kepalanya, karena memang tinggi tubuh mereka jauh berbeda. "Aku lelah!" ucapnya kepada Han Ze Xin, mengisyaratkan kepada calon suaminya untuk segera mengusir tamu mereka yang tidak di undang.
Han Ze Xin tersenyum, sangat-sangat manis sampai membuat Qin Yi Ming terperanjat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia melihat senyuman yang begitu tulus dan bahagia di wajah Han Ze Xin. Qin Yi Ming mengepal erat kedua telapak tangannya, dia menggigit keras rahangnya hingga semua urat di wajah Qin Yi Ming terlihat jelas.
__ADS_1
"Bajingan, andai saja kau memperlakukan Yi Yi seperti ini, dia pasti masih hidup! Semua adalah salahmu, aku akan membalas dendam ini, aku akan mengambil wanita ini darimu!" benak Qin Yi Ming.
^^^BERSAMBUNG...^^^