Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 65. Qin Yi Yi part 2


__ADS_3

"Sudah berapa lama kau di sini dan menyamar menjadi seorang pelayan?" tanya Han Ze Xin lagi tanpa mempedulikan pertanyaan dari Qin Yi Yi.


"Kakak Xin, kau benar-benar tidak berperasaan!" seru Qin Yi Yi, air matanya mulai mengalir dari kedua sudut mata.


"Qin Yi Yi! Apakah selama ini kau sengaja berpura-pura mati untuk bisa tinggal di kediaman Han?" bentak Han Ze Xin memperlihatkan amarahnya di depan wanita itu.


"Jika benar begitu, bukankah selama ini aku sudah bersalah terhadap Han Ze Xin? Yi Yi ternyata sengaja melakukan semua sandiwara tentang kematiannya. Dia memalsukan kematiannya agar bisa meninggalkan istana dan mengejar Han Ze Xin secara leluasa." benak Qin Yi Ming.


"Kakak Xin, Yi Yi melakukan semua ini hanya untukmu. Kau tahu kan? Yi Yi sangat mencintai Kakak Xin. Di dalam hatiku, Yi Yi selalu menginginkan Kakak Xin, aku ingin menikah denganmu. Yi Yi hanya ingin menjadi mempelai wanita Kakak Xin." ucap Qin Yi Yi sambil berlinang air mata.


"Tapi kenapa? Kenapa Kakak Xin malah menikahi wanita jala*ng ini?" tanya Qin Yi Yi sembari melayangkan tatapan kebenciannya ke arah Qing Xia.


Han Ze Xin merasa kesal dan marah karena Qin Yi Yi menghina istrinya. Dia menegur wanita itu dengan suara tinggi dan tatapan yang dingin. "Jaga bicaramu! Jangan pernah menghina istriku, karena dia ribuan kali lebih mulia dan terhormat dari pada wanita sepertimu!"


"Jadi wanita ini tergila-gila kepada suamiku, lalu dia mencoba untuk meracuniku di malam pernikahan kami?" benak Qing Xia.

__ADS_1


Qing Xia menyentuh pelan tangan Han Ze Xin, laki-laki itu berbalik menatapnya. Wajah dinginnya langsung berubah ramah, dengan senyuman tipis di bibirnya. "Ada apa?" tanyanya kepada Qing Xia sembari menggenggam telapak tangan istrinya.


"Xin, ayo masuk! Abaikan saja wanita gila itu dan juga ... " Qing Xia mengalihkan tatapannya ke arah Qin Yi Ming, dia lalu melanjutkan kata-katanya. "Laki-laki yang sedarah dengannya. Mereka pasti sama gilanya. Lebih baik kita masuk dan melanjutkan malam pernikahan kita." ajak Qing Xia dengan senyuman nakal.


"Dasar pelacur! Kau hanya bisa menggoda pria dengan tubuh dan wajahmu." umpat Qin Yi Yi dengan suara tinggi.


"Qin Yi Yi!" bentak Han Ze Xin dengan wajah penuh amarah.


"Kenapa? Kenapa Kakak Xin tidak memilihku? Apa kurangnya aku? Aku juga memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang indah. Tapi kenapa? Kenapa Kakak Xin tidak pernah menatapku dengan lembut? Kenapa kau harus memilih wanita yang sudah memiliki anak?" tanya Qin Yi Yi dengan berderai air mata, dia terlihat sangat sedih dan juga marah.


"Jangan marah, ini malam pernikahan kita!" bujuk Qing Xia agar wajah Han Ze Xin yang terlihat marah kembali tersenyum.


"Aku tidak marah kepadamu!" seru Han Ze Xin setelah menggenggam kedua telapak tangan Qing Xia.


"Bukankah tadi kau marah setelah melihat genangan obat di lantai?" tanya Qing Xia mengingat ekspresi wajah Han Ze Xin yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


Han Ze Xin melepas genggaman tangannya, dia membelai rambut Qing Xia yang halus dengan perlahan-lahan. "Aku tidak marah kepadamu, aku marah kepada orang yang sudah memberimu obat ini." jawab Han Ze Xin menjelaskan salah paham Qing Xia terhadap sikapnya.


"Jadi, obat apa itu?" tanya Qing Xia penasaran.


"Obat untuk mencegah kehamilan, sekaligus obat untuk menggugurkan kandungan bagi wanita yang sedang hamil." jawab Han Ze Xin sambil menatap genangan obat di lantai.


"Wanita itu jahat sekali, dia bahkan berani menggunakan nama Ibumu untuk memaksaku meminum obat ini." adu Qing Xia dengan wajah kesal.


"Dia memang seperti itu sejak dahulu, itu sebabnya aku tidak menyukainya. Aku tidak suka orang licik yang kejam!" seru Han Ze Xin sambil menatap mata Qing Xia yang juga sedang menatapnya.


"Deg!"


Jantung Qing Xia rasanya berhenti begitu mendengar kata-kata Han Ze Xin. Dalam hati, Qing Xia bertanya-tanya, "Jika kau mengetahui istrimu adalah seorang pembunuh, apakah kau juga akan mulai tidak menyukaiku? Apakah kau juga akan membenciku?"


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2