Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 72. Kepercayaan


__ADS_3

Qing Xia merasa ragu untuk mengambil amplop merah yang di berikan oleh mertua laki-lakinya. Wanita itu melirik lagi ke arah Han Ze Xin untuk menanyakan apa yang sebaiknya dia lakukan. Dan seperti memiliki ikatan batin, Han Ze Xin langsung menyadari apa yang ingin ditanyakan oleh istrinya.


Han Ze Xin tersenyum sambil mengangguk, memperbolehkan Qing Xia untuk menerima hadiah pemberian dari ayahnya. Qing Xia pun mengambil amplop merah tersebut, dia lalu mengucapkan terima kasih kepada mertua laki-lakinya yang berwajah tampan meskipun sudah berusia 50an tahun.


Seorang pelayan kembali memberikan secangkir teh kepada Qing Xia, kali ini ditujukan kepada Ibu mertuanya yang sedang duduk sambil tersenyum menatap Qing Xia.


"Ibu, silakan di minum tehnya." ucap Qing Xia sambil menundukkan wajah.


"Terima kasih." jawab Se Se. Dia menghabiskan teh yang diberikan oleh Qing Xia.

__ADS_1


Seorang pelayan yang bernama Ling Er baru saja tiba di aula, dia berjalan perlahan menuju ke tempat Se Se. Ling Er membawa sebuah kotak di tangannya, dia meletakkan kotak itu lalu berdiri di samping Se Se. Melihat cangkir teh majikannya telah kosong, Ling Er mengambil cangkir yang telah kosong dari tangan Se Se, lalu meletaknya di atas meja.


Ling Er kemudian mengambil kotak yang terletak di atas meja. Dia menyerahkan kotak itu kepada Se Se. "Nyonya, ini barang yang anda minta!" ucap Ling Er sembari melirik ke arah Qing Xia yang masih berdiri di depan Se Se.


"Terima kasih!" seru Se Se ketika mengambil kotak tersebut. Dia lalu menyodorkan kotak itu di depan wajah Qing Xia. "Ini hadiah untuk pernikahan kalian!" ucapnya kepada Qing Xia sembari menyerahkan sebuah kotak kayu.


Qing Xia menerima kotak kayu tersebut, dia lalu membukanya di depan semua orang. Qing Xia tertegun melihat isi di dalam kotak pemberian dari Se Se. Melihat reaksi dari istrinya, Han Ze Xin merasa penasaran. Dia melangkah maju ke depan untuk mengintip apa yang menjadi penyebab Qing Xia terkejut. Di dalam kotak ternyata berisi sebuah stempel dan kunci gudang harta, itu sebabnya Qing Xia sangat terkejut. Dan sekarang, wajah Han Ze Xin pun terlihat tidak kalah terkejutnya dengan sang istri.


Se Se menatap mata putranya, dia mengangguk pelan lalu berkata dengan wajah serius. "Mulai sekarang, Qing Xia yang akan mengatur semua keuangan di rumah ini."

__ADS_1


"Tapi Ibu...!" ucap Han Ze Xin namun terhenti sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.


"Karena Ibumu sudah memutuskan seperti itu, kau harus menerima keputusan Ibu, suka atau tidak!" potong Han Ze Xuan ketika Han Ze Xin ingin menolak hadiah pemberian dari Ibunya.


Memberikan stempel keluarga dan kunci gudang harta membuktikan jika Se Se menerima Qing Xia sebagai menantu dan memberikan kepercayaan penuh terhadap menantunya untuk mengelola keuangan keluarga.


Tidak banyak mertua yang akan memberikan hak sebesar itu kepada menantu mereka. Kebanyakan dari mereka, akan memegang kekuasaan penuh sampai akhir hayat atau sakit parah sampai tidak sanggup mengatur rumah tangga. Lain hal nya dengan Se Se yang dengan segera memberikan kekuasaan itu kepada Qing Xia, meskipun ini merupakan hari pertama mereka bertatap muka.


"Betapa beruntungnya aku, bisa bertemu dan menjadi bagian di dalam keluarga ini." benak Qing Xia.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2