Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 77. Tamu tak di undang


__ADS_3

Qing Xia sedang berada di taman bunga bersama Xin Le, dia menemani bocah kecil yang sibuk mencari tanaman obat di taman tersebut. Meskipun begitu, Qing Xia sebenarnya sedang memikirkan cara dan waktu yang tepat untuk membersihkan nama ayahnya dari tuntutan seorang penghianat negara.


"Aku harus menemui Max lagi untuk mengambil bukti-bukti yang sudah dia janjikan. Tapi Xin Le tidak begitu mengenal orang-orang di sini, apa sebaiknya aku membawanya ikut bersama ku saja?" pikir Qing Xia.


Karena terlalu sibuk berpikir, Qing Xia tidak menyadari jika ibu mertuanya sudah hampir tiba di taman.


"Qing Xia, apa yang sedang kau pikirkan sampai berwajah muram seperti ini?" tanya Se Se yang baru saja mendekat.


"I... Ibu!" panggilnya dengan tergagap karena terkejut melihat Se Se yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Ada apa? Kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Se Se lagi sambil tersenyum.


"Ibu, sebenarnya..." Qing Xia berhenti berbicara, dia menatap wajah Ibu mertuanya sambil berpikir apakah dia harus menceritakan masalah ini kepada Se Se atau tidak. Karena Qing Xia masih ragu untuk membicarakan masalah keluarganya yang saat ini merupakan seorang penghianat negara.


"Ada apa? Katakanlah, ibu akan mendengarkan dan membantu semua masalahmu." ucap Se Se dengan raut wajah yang serius.

__ADS_1


"Jika Ibu bersedia membantu, mungkin fitnah terhadap ayah akan lebih cepat dibersihkan." pikir Qing Xia yang akhirnya memutuskan untuk bercerita.


"Sebenarnya, aku sedang mencari cara untuk membersihkan nama baik Ayah yang di tuduh melakukan penghianatan terhadap negara. Akan tetapi, aku tidak tau harus memulai dari mana dan apa yang harus aku lakukan untuk mewujudkan keinginan itu." ucap Qing Xia sambil menundukkan wajahnya.


Se Se memegang kedua tangan Qing Xia, dia menatap mata menantunya dengan tatapan lembut yang menenangkan. "Jangan khawatir, kita akan memikirkan hal itu bersama-sama. Ayahmu adalah seorang pahlawan negara, aku tidak akan membiarkan dia hidup dalam pelarian selamanya." ucap Se Se kepada Qing Xia.


Qing Xia merasa terharu setelah mendengarkan kata-kata dari Se Se. Dia tidak menyangka jika Ibu mertuanya begitu baik hati. Qing Xia sangat bersyukur telah masuk ke dalam keluarga Han.


"Terima kasih, Bu. Qing Xia tidak akan pernah melupakan kebaikan dari Ibu." ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Kau pasti sudah sangat banyak menderita, apalagi di tambah dengan kehamilan yang tidak terduga akibat perbuatan Xin. Yang Qing Xia, maafkan Ibu karena tidak membantumu di masa lalu. Mulai sekarang, Ibu akan memastikan kehidupanmu bahagia selamanya di keluarga Han." benak Se Se.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang Fang Xi sedang berada di halaman kediaman Fang, halaman tersebut masih porak poranda karena di hancurkan oleh pihak kerajaan 4 tahun yang lalu. Halaman itu sengaja dibiarkan terlantar agar tidak dicurigai oleh orang yang menyusup ke dalam kediaman untuk mencuri barang-barang di sana.

__ADS_1


Yang Fang Xi menatap ke atas langit, bulan dan bintang bersinar dengan terang di sana.


"Huff...!"


Dia menghela napasnya yang terasa sedikit sesak. Rasa sakit yang timbul akibat terlalu banyak beban pikiran.


"Nama baik keluarga Yang jatuh dan hancur di tanganku. Meskipun aku mati, aku benar-benar tidak memiliki wajah untuk bertemu dengan para leluhur keluarga Yang." pikir Yang Fang Xi.


"Swosss..."


Seseorang menyusup ke dalam kediaman, orang tersebut menutup wajahnya dengan kain berwarna hitam. Dia berdiri di depan Yang Fang Xi yang saat ini mengarahkan pedang ke arah lehernya tanpa sedikit pun perasaan takut.


"Siapa kau?"


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2