Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang
Episode 42. Qing Xia mulai agresif


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dari calon istrinya, wajah Han Ze Xin menjadi ikut serius. Dia menaikkan tubuhnya menjadi posisi duduk, lalu menatap kosong ke arah depan.


"Laki-laki itu bernama Qin Yi Ming, dia adalah putra mahkota dari Kerajaan Qin. Saat masih remaja, aku dan dia berteman baik. Aku sering pergi mengunjungi istananya hanya untuk menganggu waktu tidur laki-laki itu. Tapi entah bagaimana, adik perempuan dari Qin Yi Ming tiba-tiba muncul di tempat kami sering bertemu. Wanita itu mengungkapkan perasaannya, tapi aku menolak secara langsung. Di hari itu, adiknya meninggal karena terjatuh ke dalam jurang. Sejak saat itu, Qin Yi Ming selalu membuat masalah untukku."


Qing Xia menyentuh tangan Han Ze Xin, laki-laki itu langsung menoleh menatapnya. "Maaf, membuatmu harus mengingat kembali masa lalu yang kelam." ucap Qing Xia pelan. Dia merasa bersalah, karena sudah mengorek kembali luka di hati Han Ze Xin.


"Aku sama sekali tidak memiliki perasaan untuk wanita itu." tegas Han Ze Xin sebelum Qing Xia salah paham terhadapnya.


Qing Xia langsung tertawa kecil, lucu sekaligus senang. Dia merasa bahagia mendapat hati dari laki-laki dingin di depannya. Dia senang karena hanya dirinya yang diperlakukan secara hangat dan ramah oleh Han Ze Xin.

__ADS_1


"Aku akan terus mempertahankan perasaan ini. Aku tidak akan pernah melepaskan kebahagiaan ini, apapun bayarannya." benak Qing Xia.


Qing Xia menarik lengan Han Ze Xin, membuat tubuh laki-laki itu menindih tubuhnya. Dia melingkarkan lengannya ke leher Han Ze Xin, lalu menarik leher itu hingga bibir mereka melekat dengan sempurna. Han Ze Xin sedikit terkejut, sebab Qing Xia menjadi agresif. Tapi dia menyukainya, karena dia begitu tergila-gila setiap kali Qing Xia berada di dekatnya.


Qing Xia mulai mencium bibir Han Ze Xin, gerakannya yang kaku membuat Han Ze Xin merasa lucu. Laki-laki itu menertawai Qing Xia, dia melepaskan ciumannya lalu berbisik di telinga wanita itu.


Wajah Qing Xia langsung memerah, semerah buah tomat yang sudah matang. Dia sangat malu, menyadari jika dirinya yang sudah memulai semua ini. Apalagi kata-kata dari Han Ze Xin memang benar adanya, dia tidak pernah berpacaran apalagi berciuman dengan laki-laki. Baru kali ini dia memulai untuk menggoda Han Ze Xin dengan ciumannya, dan itu malah gagal total.


Han Ze Xin mengangkat wajah Qing Xia yang menunduk malu. Dia menatap lembut kedua mata Qing Xia. "Aku akan mengajarkan cara berciuman yang benar!" ucap laki-laki itu. Dia lalu ******* bibir Qing Xia, membuat wanita itu menikmati bibir lembutnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Han Ze Xin melepas ciumannya. "Tarik napasmu! Kau akan mati jika terus-terusan menahan napas." tegur Han Ze Xin sambil tersenyum lucu. Sebab Qing Xia menahan napasnya sejak tadi.


Qing Xia merasa gugup, padahal ini bukan pertama kali mereka berciuman. Tapi ini pertama kalinya Han Ze Xin menjelaskan cara berciuman yang benar. Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikiran Qing Xia, dia menatap wajah Han Ze Xin dengan tatapan dingin.


"Kau, apakah kau sering mencium wanita lain?" tanya Qing Xia dengan nada kesal. Tangannya bahkan mencengkram lengan Han Ze Xin dengan sangat kuat.


"Dia pasti sering melakukan ini! Itu sebabnya, dia sangat mahir dalam berciuman. Pria brengsek ini, menebar pesona di mana-mana." benak Qing Xia.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2