
Tamu-tamu yang lain mulai bergunjing, mereka menghina dan menganggap Qing Xia sebagai wanita yang tidak benar. Di tambah statusnya sebagai seorang janda beranak satu, semakin buruk lagi penilaian Qing Xia di mata mereka.
Melihat rencananya berjalan dengan mulus, Xiao Yi tertawa dalam hati. Dia menundukkan wajahnya lalu tersenyum sinis karena semua orang kini membicarakan Qing Xia dengan kata-kata dan tatapan yang menghina wanita itu.
Han Ze Xin berdiri dengan wajah dingin dan tatapan yang tajam, dia menatap Qing Xia dan laki-laki yang berada di depannya. Xiao Yi mengira Han Ze Xin akan segera murka dan mengusir pengantinnya di hari pertama pernikahan mereka.
Han Ze Xin berjalan mendekat ke arah Qing Xia, dia tersenyum lalu mengedipkan sebelah mata. "Sepertinya orang ini tersesat hingga nyasar kemari, apakah dia mengganggu istirahatmu?" tanya Han Ze Xin yang baru saja menyambar pinggang ramping Qing Xia.
"Ya, dia sangat menganggu karena langkah kakinya yang berisik dan juga bau badannya yang tercium hingga ke dalam kamar." sahut Qing Xia dengan wajah kesal.
Han Ze Xin melayangkan tatapannya ke arah laki-laki buncit. Dia lalu bertanya lagi kepada Qing Xia. "Apa itu sebabnya kamu keluar dari kamar?"
Qing Xia mengangguk dengan wajah cemberut, "Aku mau mengusirnya dari sini agar tidak membuat kamar pengantin kita menjadi berbau busuk seperti bau tubuhnya!" seru Qing Xia dengan suara manja dan tak lupa pula dia menyandarkan tubuhnya ke dada Han Ze Xin agar terlihat mesra di depan para tamu.
__ADS_1
"Pengawal! Bawa orang lancang ini keluar dan beri hukuman cambuk sebanyak 50 kali!" perintah Han Ze Xin yang kembali memasang wajah dingin.
Laki-laki buncit langsung memohon pengampunan, dia berteriak sambil bersujud di atas permukaan tanah. "Ma...Maafkan saya Yang Mulia, tolong ampuni hamba yang rendahan ini. Saya tidak sengaja melakukannya, saya mohon tolong ampuni saya!"
Dua orang pengawal menyeret paksa laki-laki itu, sementara Xiao Yi hanya melihat senuanya tanpa melakukan apa-apa. Dia tidak ingin ketahuan sebagai dalang di balik semua ini. Xiao Yi menatap Qing Xia dengan tatapan penuh kebencian. Dia sangat kesal dan marah karena rencananya untuk mengusir Qing Xia sudah gagal total.
"Aku mau melakukan malam pertama dengan pengantin ku. Kalian masih mau menonton?" tanya Han Ze Xin kepada para tamu undangan yang masih berdiri diam di depan pintu kamarnya.
Han Ze Xin berbalik menatap Qing Xia yang saat ini berada di dalam pelukannya, "Ayo masuk!" ajaknya sambil tersenyum.
Qing Xia mengangguk, mereka berjalan masuk ke dalam kamar. Han Ze Xin mengambil kain merah yang tadinya menutupi wajah Qing Xia, dia menutup kembali wajah Qing Xia dengan menggunakan kain merah yang di ambilnya.
"Kenapa kau menutup wajahku?" tanya Qing Xia penasaran.
__ADS_1
"Karena aku yang seharusnya membuka kain ini!" jawab Han Ze Xin, dia mengambil sebuah tongkat kayu yang berlilit benang merah lalu membuka kain penutup di wajah Qing Xia.
Qing Xia tersenyum bahagia, dia merasa beruntung mendapatkan kasih sayang dan kepercayaan yang begitu besar dari suaminya. Dalam hati, Qing Xia sangat bersyukur karena telah terlahir kembali di dunia ini, dia juga bersyukur karena dipertemukan lagi dengan Han Ze Xin dari dunia yang berbeda.
Han Ze Xin memberikan secangkir arak kepada Qing Xia, mereka meminum arak bersama-sama. Dia lalu membantu Qing Xia untuk melepas semua perhiasan yang terpasang di kepala dan juga pakaiannya. Saat hendak meletakkan perhiasan ke atas meja, Han Ze Xin mencium aroma obat-obatan dari genangan air yang baru saja terinjak kakinya.
Han Ze Xin menatap ke bawah lantai, dia berjongkok untuk mencari tahu obat apa yang ada di sana. "Jiang Huang Fen?" gumam Han Ze Xin. "Obat pencegah kehamilan! Kenapa obat ini bisa berada di dalam kamar?" benak Han Ze Xin.
Han Ze Xin menatap ke arah Qing Xia, dia bertanya-tanya dalam hati, apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam kamar sebelum dia kembali.
"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Qing Xia penasaran karena Han Ze Xin menatapnya dengan tatapan yang dingin.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1