
Shan membuka mata, dia menyadari dirinya pingsan karena terkena hantaman dari sebuah batu besar di kepala. Namun ternyata orang yang memukul Shan tidak berniat membunuhnya. Shan kembali ke kediaman, dia melaporkan semuanya kepada Su Xi Yan.
"Di mana Qing Xia? Kau tidak mencarinya dan malah mengikuti seorang pengemis?" tanya Su Xi Yan dengan nada kesal dan wajah yang terlihat marah.
"Maaf, saya akan pergi mencari Nona Muda sekarang juga." sahut Shan sambil menundukkan wajah.
Shan menyusup ke kediaman Han, dia melihat Nona Mudanya sedang duduk di atas pohon sambil menikmati buah persik yang manis. Han Ze Xin duduk di sebelahnya, dia hanya menatap dan memperhatikan wajah Qing Xia sambil tersenyum.
"Kenapa kau terus melihatku? Apakah ada sesuatu di wajahku?" tanya Qing Xia penasaran, namun tidak di jawab oleh Han Ze Xin.
"Kau mau?" tanya Qing Xia lagi sambil menyodorkan buah persik yang baru saja dia petik dari pohon.
"Tidak!" jawab Han Ze Xin yang masih menatap lekat wajah Qing Xia.
__ADS_1
"Coba dulu, rasanya sangat manis dan enak." bujuk Qing Xia sambil menyodorkan buah yang sudah dia gigit sebagian.
"Aku lebih suka yang besar dan kenyal!" jawab Han Ze Xin sambil tersenyum nakal.
"Memangnya ada persik yang lebih besar dan kenyal?" tanya Qing Xia dengan wajah lugu dan polos.
Han Ze Xin tertawa kecil, dia lalu menatap ke bagian dada Qing Xia. "Ada, sangat besar, kenyal dan tidak pernah bosan untuk di nikmati."
Shan kembali ke kediaman, dia melaporkan jika Qing Xia sedang berada di kediaman Han. Su Xi Yan tampak sangat marah, dia melempar semua barang yang ada di atas meja.
"Siapkan kereta kuda!" perintah Su Xi Yan kepada Shan.
"Aku akan membawanya kembali, aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi!" benak Su Xi Yan.
__ADS_1
Han Ze Xin turun dari atas pohon, dia mengulurkan tangan untuk membantu Qing Xia turun. Tapi ternyata Qing Xia langsung melompat, dia terlihat sangat terampil dengan gerakan tubuhnya yang gesit dan akurat.
"Aku selalu penasaran, dari mana kau memperlajari gerakan seperti itu?" tanya Han Ze Xin kepada Qing Xia.
Qing Xia duduk di bawah pohon persik, dia lalu mulai menceritakan masa lalunya. "Aku tinggal di sebuah sarang pembunuh. Sejak kecil, aku dilatih oleh beberapa guru yang memiliki profesi sebagai pembunuh kelas atas. Bangun di pagi hari, tidur tengah malam. Selain jam makan dan tidur, sisa waktuku hanya untuk latihan dan latihan terus menerus.
Mendengar cerita dari Qing Xia, Han Ze Xin menjadi bingung dan juga keheranan. "Bukankah kamu putri dari seorang Jenderal? Bagaimana bisa kamu tinggal bersama para pembunuh?" tanyanya dengan wajah menyelidik.
"Mati aku! Kenapa aku malah menceritakan masa lalu ku! Jika aku mengatakan yang sejujurnya, bahwa aku adalah arwah yang merasuki tubuh Qing Xia, bisa-bisa aku di anggap sebagai orang gila!" benak Qing Xia.
"Yang Qing Xia, apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Han Ze Xin dengan wajah dingin.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1