
"Ke... Kenapa Ibu bisa menjadi pemimpin kelompok pedagang ini?" tanya Qing Xia penasaran, seraya menatap kesal ke arah Max yang sedang menertawakan dirinya.
"Ibu sejak dulu memang pemimpin di sini. Tapi sebenarnya, Max yang telah mengatur dan membangun kelompok pedagang sampai sebesar ini." jawab Se Se menjelaskan.
"Kalau begitu, Ibu juga tahu jika aku sedang menyelidiki kasus ayah?" tanya Qing Xia lagi.
Se Se mengangguk.
"Tau begitu, aku akan meminjam kekuasaan Ibu saja. Jadi tidak perlu membayar mahal-mahal kepada orang ini!" gumam Qing Xia yang masih terdengar oleh kedua orang di sampingnya.
Mendengar kata-kata dari Qing Xia membuat Se Se tertawa, dia menatap lembut wajah Qing Xia lalu bertanya kepadanya.
"Apa kau memerlukan uang?"
"Tentu saja, mana ada orang di dunia ini yang tidak memerlukan uang. Hidup di jaman sekarang maupun di masa mendatang, semua memerlukan banyak uang." sahut Qing Xia secara blak-blakan.
"Masa mendatang?" ucap Se Se mengulangi kata Qing Xia yang terdengar sedikit ambigu.
"Benar. Di masa mendatang, apapun yang kita lakukan akan membutuhkan uang." jawab Qing Xia lagi secara langsung tanpa berpikir panjang.
Jawaban dari Qing Xia tentu saja membuat Se Se sedikit heran dan curiga. Dia berjalan mendekat ke arah Qing Xia lalu bertanya dengan suara berbisik.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Apakah kau datang dari masa depan?"
Deg!
Qing Xia tersentak kaget setelah mendengar pertanyaan dari Se Se, dia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.
"Ti... Tidak, mana mungkin aku datang dari masa depan. Ibu ada-ada saja. Ha... Ha...!" jawab Qing Xia dengan sikap yang mencurigakan.
Se Se menjadi penasaran karena sikap Qing Xia yang menjadi gugup dan salah tingkah. Dia memikirkan cara untuk menyelidiki sikap mencurigakan menantunya tersebut.
"Qing Xia, apakah kau pernah mendengar kendaraan yang di sebut sebagai mobil sebelumnya?" tanya Se Se sambil mengamati eskpresi wajah Qing Xia.
"Tentu saja ..., tidak pernah!" jawab Qing Xia yang hampir keceplosan lagi.
"Oh begitu, padahal menurut orang-orang di sini, mobil memiliki banyak kuda untuk menariknya sehingga bisa berjalan dengan sangat cepat." pancing Se Se lagi.
__ADS_1
"Bukan kuda, tapi mesin." sahut Qing Xia secara cepat, dia langsung menutup bibirnya dengan telapak tangan begitu menyadari kesalahan yang telah dia lakukan.
"Dia memang berasal dari masa depan!" benak Se Se.
"Ambilkan semua bukti kejahatan yang sudah dilakukan oleh Menteri Fang." perintah Se Se kepada Max yang masih berdiri diam di ruangan.
"Baik, Nyonya!"
Max berjalan keluar dari ruangan.
Begitu Max keluar, Se Se dengan cepat bertanya kepada Qing Xia.
"Bagaimana kau bisa datang ke dimensi ini?"
"Deg!"
Jantung Qing Xia langsung tersentak kuat. Dia tidak menyangka jika Ibu mertuanya akan bertanya mengenai dimensi lain.
"Apakah Ibu mengetahui sesuatu?" tanya Qing Xia dalam hati.
Karena Qing Xia diam mematung, Se Se kembali melemparkan pertanyaan lain.
"I... Ibu! Apakah Ibu juga ... "
Belum sempat Qing Xia menyelesaikan pertanyaannya, pintu ruangan sudah di buka kembali oleh Max.
"Nyonya, ini semua bukti yang sudah kami dapatkan." lapor Max seraya menyerahkan buku dan barang bukti lain hasil dari kejahatan Fang Chang Guo.
"Terima kasih." ucap Se Se.
Se Se menyerahkan semua bukti itu ke tangan Qing Xia. "Mulai sekarang, kau harus bekerja keras untuk menarik turun Fang Chang Guo dari posisi Menteri." titah Se Se kepada menantunya.
"Baik, Ibu." jawab Qing Xia sambil tersenyum.
"Mari ikut denganku. Kita akan pulang bersama setelah makan siang." ajak Se Se yang lalu mrnarik lengan Qing Xia.
"Baik Bu." jawabnya lagi dengan patuh.
__ADS_1
Se Se membawa Qing Xia keluar dari pintu belakang. Sebuah kereta kuda sudah menunggu di sana, Ti Chi segera melompat turun dari atas kereta kuda begitu melihat Se Se dan Qing Xia keluar dari balik pintu.
"Nyonya Besar, Nyonya Muda." sapa Ti Chi dengan kepala yang menunduk.
"Antarkan kami ke restoran Yue Ling." perintah Se Se kepada Ti Chi.
"Baik, Nyonya." jawab Ti Chi yang segera membantu kedua wanita itu untuk naik ke atas kereta kuda.
Di dalam kereta kuda, Se Se kembali bertanya kepada Qing Xia. "Apakah kau berasal dari mada depan?"
"Benar. Apakah Ibu juga berasal dari sana?" tanya Qing Xia penasaran.
"Ya, aku juga datang dari masa depan." jawab Se Se.
Qing Xia membelalakkan mata, menatap Ibu mertuanya dengan perasaan yang campur aduk. Dia masih sulit percaya bahwa ada seseorang selain dirinya yang berasal dari masa depan.
"Bagaimana Ibu bisa sampai ke masa ini?" tanya Qing Xia penasaran.
Se Se tersenyum mengingat kesempatan kedua yang dia dapatkan di kehidupan sekarang. "Aku juga tidak mengerti bagaimana bisa jiwaku sampai di tempat asing ini. Tetapi, aku bersyukur karena diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi. Berkat kesempatan itu, aku bertemu dengan Xuan yang mencintaiku dengan setulus hati." ucapnya lalu menatap Qing Xia dengan tatapan yang lembut.
"Bukankah berkat kesempatan itu, kau bisa bertemu dengan Xin yang mencintaimu apa adanya?" tanya Se Se yang merasa memiliki pengalaman dan kesempatan yang sama dengan menantunya.
Qing Xia terdiam, merenungkan kata-kata dari ibu mertuanya. Setelah memikirkan kembali kehidupan yang dia jalani sebagai Lu Qing Xia pada kehidupan sebelumnya, Qing Xia merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Se Se memang benar.
Dia merasa bersyukur atas kesempatan kedua yang diberikan kepadanya untuk hidup di dunia ini. Kehidupan barunya membuat Qing Xia bertemu dengan orang-orang yang menyayangi dirinya dengan tulus, seperti ayahnya, keluarga Su dan keluarga suaminya saat ini.
"Qing Xia!" panggil wanita yang duduk di sampingnya sembari menggenggam telapak tangan Qing Xia.
Qing Xia menoleh, menatap wajah tersenyum Ibu mertuanya yang masih terlihat muda.
"Qing Xia, mari kita hidup bahagia bersama-sama selamanya," kata Se Se dengan senyum di wajahnya.
Qing Xia merasa hangat di hatinya. Dia merasa begitu beruntung memiliki ibu mertua yang begitu perhatian dan sayang padanya. Qing Xia tersenyum dan membalas, "Terima kasih, Ibu. Saya akan selalu berusaha untuk membuat Anda bangga dan hidup bahagia."
Se Se tersenyum dan memeluk Qing Xia erat. "Aku tahu kau pasti akan menjadi istri yang hebat untuk putraku," kata Se Se dengan bangga. "Tapi yang terpenting adalah kau harus merasa bahagia."
Qing Xia tersenyum dan merasa terharu mendengar kata-kata ibu mertuanya. Dia merasa begitu beruntung memiliki keluarga Han dan Se Se sebagai orang yang begitu peduli dan memperhatikannya. Qing Xia berharap bisa menjaga kebahagiaan ini selamanya.
__ADS_1
...The End Season 1...