
Selamat Membaca Semua 💚
Deja tengah duduk di meja makan untuk sarapan bersama kedua orangtua nya. Arsen yang duduk di sebelah nya hanya diam sambil menikmati sarapan nya begitu pun Yasmine Ia juga dengan tenang menikmati sarapan nya.
Deja mengambil gelas berisi susu putih dan menenggak nya sampai habis, "Deja berangkat!" Deja membanting kecil gelas itu ke meja makan.
Arsen menghela nafas nya, "Papa mohon sama kamu rubah sikap kamu sama Mei," Arsen menepuk bahu Deja.
Deja menghentikan langkah nya sambil menatap lurus pada Arsen kemudian Deja membalikan badan nya dan menuju pintu luar untuk pergi ke sekolah.
~
Deja dan teman - teman nya sampai di sekolah dengan mengendarai motor sport berwarna merah dan jaket hitam denim menjadikan mereka tontonan anak - anak Garuda, "Gak bosen apa lihat kita terus?" Adriano meletakan helm fullface nya di atas tanki motor sport nya.
Rega melepaskan helm nya, "Siapa sih yang bosen sama kita" Rega mengumbar senyum nya pada teman - teman nya.
Saga langsung turun dari motor dan melangkahkan kaki nya untuk ke kelas, "Si Saga duluan tuh" ujar Javid.
"Masih marah ya sama Deja? Atau sama kita?" tanya Adriano.
"Ya Deja lah ya kali sama kita" sungut Javid.
Deja meletakan helm nya di atas tanki dengan sedikit hentakan terlihat dari raut wajah Deja jika Ia sedang kesal, "Dia juga ikutan marah?" Rega bertanya pada teman - teman nya.
"Kaya gak tahu Deja aja" balas Elgra.
Di dalam kelas Deja dan Saga hanya diam tanpa mau beribcara satu sama lain. Deja meletakan tangan nya di dada sedangkan Saga sibuk dengan buku bacaan nya tentu saja hal itu membuat teman - teman nya kebingungan.
Adriano mendekati Deja dan Saga, "Lo berdua masih marahan?".
Deja melirik sekilas ke Saga namun tatapan itu tidak di hiraukan oleh Saga, "Ga lo marah juga?!" tanya Adriano.
Saga menaikan mata nya untuk menatap Adriano, Saga hanya menatap datar namun bagi Adriano tatapan mata Saga amatlah menakutkan, " Y - ya bukan gitu Ga maksud gue" Adriano menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
Elgra dan lain nya menahan tawa saat melihat Adriano yang ketakutan dengan Saga, kembali Deja hanya melirik sekilas pada teman - teman nya, "Ja lo - ".
Deja menatap sinis pada Adriano, " G - gue gak ada maksud apa - apa kok Ja" Adriano kembali duduk di samping Elgra.
"Lo sih udah tahu lagi sensi masih aja ganggu" kekeh Rega.
"Ya gue penasaran sama mereka ya kali mereka musuhan kan " jawab Adriano dengan polos.
~
__ADS_1
Saat jam istitahat Deja dan teman - teman nya termasuk Saga yang berjalan di belakang Deja, mereka memilih pergi ke kantin namun saat di jalan mereka bertemu dengan Mei yang tengah jalan sendirian, Deja menatap Mei yang penuh luka lebam.
"Kok lo udah sekolah Mei luka lo masih belum sembuh" ujar Rega.
Mei menunduk malu, "A - ada ulangan".
Adriano dan Javid mengangguk pelan, "Anak pinter gak mau ketinggalan ulangan ya" ujar Adriano.
Deja menggertakan rahang nya tangan kekar nya menarik lengan Mei dengan cukup kuat, " Ikut gue!" Deja menarik Mei.
"Ja lo mau kemana?" teriak Rega.
"Susul Deja sama Mei yuk" ucap Adriano.
Elgra menahan tangan Adriano, "Biarin mereka selesain masalah mereka, biar mereka tahu isi hati satu sama lain".
Saga hanya diam dan melihat punggung kedua orang itu yang mulai samar - samar, "Ga lo kenapa?" tanya Javid, Saga hanya diam tanpa menjawab apapun.
Mei mengikuti tarikan tangan Deja, langkah Deja begitu cepat Mei kesulitan mengimbangi langkah laki - laki itu, murid - murid yang berada di koridor kelas pun ikut memperhatikan mereka, hingga akhirnya mereka berdua berhenti di sebuah kelas lama di dekat gudang jadi sangat jauh dari keramaian.
Deja menghempaskan Mei ke dinding kelas, "Sshhtttt... " Mei meringis kesakitan karena punggung nya menghantam dinding cukup kuat.
Deja mengusap wajah nya denga kasar, "Bisa gak sih lo jangan muncul di hadapan gue!" bentak Deja.
"Arrghhhh... Gue udah muak banget sama lo Mei!" erang Deja dan untuk pertama kali nya Deja memanggil nama.
"M - maaf" lirih Mei.
"Gak usah minta maaf sama gue!".
"Berhenti nyusahin gue! Jangan muncul di hadapan gue! Gara - gara lo gue berantem terus sama Papa gue!".
Badan Mei bergetar hebat, bibir nya pun ikut bergetar mata nya sudah memerah siap menumpahkan cairan bening dari air mata nya dan benar saja cairan bening itu berhasil lolos dari mata sipit Mei.
"A - aku gak mau buat kamu marah Ja".
"Aku berusaha untuk lakuin apa yang kamu suka".
"Aku juga gak mau nyusahin kamu atau siapap pun".
"Tolong Ja" lirih Mei.
"Jangan buat aku tertekan lagi".
__ADS_1
"Aku udah cukup tertekan di sekolah aku di bully apalagi dengan kamu tunangan aku Ja, aku semakin di benci" Mei mengeluarkan seluruh isi hati nya.
"Aku gak minta apapun dari kamu, aku cuma mau kamu jangan selalu salahin aku".
"Kalau pun kamu gak bisa jaga dan lindungin aku gapapa Ja, aku tahu kamu gak akan mau lakuin hak itu. A - aku cuma minta sama kamu tolong jangan salahin aku terus" Mei meringkuhkan diri nya sambil bersandar pada dinding itu.
Deja terdiam kaku badan nya terasa dingin karena mendengar isi hati Mei apalagi saat Mei berkata jika Ia sangat tertekan dengan sikap Deja, mata Deja terus menatap Mei yang meringkuh sambil memegangi kedua lutut nya.
"M - maaf juga karena aku kamu selalu bertengkar sama Papa" kembali Mei menahan isak tangis nya.
Deja seakan terhipnotis dengan keadaan Mei saat ini, Deja menatap nanar pada Mei. Mei masih menangis menahan sesak di dada nya dan sesekali nafas nya tersenggal karena menangis dan menahan sakit pada diri nya.
Mei berusah berdiri dan menghampus air mata nya yang sudah membasahi wajah nya, anak rambut nya pun ikut basah karena terkena air mata nya, "Aku bakal berusaha gak akan ketemu kamu dimana pun Ja" Mei keluar dari kelas lama itu dan hanya menyisakan Deja yang masih mematung.
Deja terbuyar dari lamunan nya, "G - gue kenapa?".
"Kenapa dada gue sakit?".
"Ada rasa sesak di dada gue"
"Kenapa? G - gue gak pernah buat cewek nangis selama ini".
"Dia tertekan karena gue? G - gue buat dia tertekan?".
Deja melihat punggung Mei yang mulai menghilang dari pandangan nya, " G - gue kenapa?".
~
Saat pulang sekolah Deja tengah menuju parkiran bersama teman - teman nya, mata elang Deja melihat Mei yang tengah berjalan sendirian menuju pintu luar gerbang.
Mei melirik ke arah Deja dan sepasang pemilik mata itu menatap satu sama lain namun Mei hanya menatap datar pada Deja dan segera masuk ke dalam mobil jemputan nya, Deja masih memandangi Mei yang tengah duduk di dalam mobil itu.
"Ja ngelamunin apa lo?" sentak Rega.
"Tau tuh si Deja" sungut Adriano.
Deja membuyarkan lamunan nya dengan menggelengkan kepala nya, "Buruan balik!" titah nya, Saga yang berdiri di sebelah Deja paham akan situasi nya jika Deja tengah memperhatikan Mei.
DEJA & MEI atau SAGA & MEI? Hayo kalian tim mana nih wkwk :v
Like , Vote and Comment's 💚💛💜
Fllw Ig : mandadwisetyorini
__ADS_1