
Selamat Membaca Semua 💚
Deja berdiri di depan cermin sambil merapikan dasi nya, mata remaja blasteran eropa itu terlihat sangat tajam dan menusuk, Deja merubah raut wajah nya seperti frustasi.
"Gue kenapa mikirin dia terus?" Deja mengusap wajah nya dengan kasar dan mendengus kesal.
"Gara - gara lihat dia main biola gue gak bisa tidur" Deja duduk di atas meja rias nya.
"Apa yang gue lakuin ke dia selama ini jahat?" gumam Deja.
"Gue - " .
"Ah udahlah bodo amat!" Deja menarik tas ransel hitam nya.
Kaki panjang Deja melangkah dengan cepat menuruni anak tangga lantai dua rumah nya, "Ma Deja berangkat ya" Deja lari keluar rumah dan langsung naik ke atas motor sport nya.
"Deja sarapan dulu!" Yasmine mengejar Deja sambil membawa gelas yang berisi susu putih.
"Udah telat Ma" Deja melajukan motor sport nya itu dengan cepat dan tak beraturan.
"Radeja!" lagi Yasmine meneriaki anak tunggal nya.
"Buat apa kamu teriak Ma? Deja juga udah pergi" sahut Arsen yang ikut berdiri di depan pintu rumah nya, Yasmine menghela nafas nya.
~
Deja berhenti di depan gerbang rumah mewah itu, Deja celingak - celinguk melihat ke dalam banguna mewah itu dan melihat seseorang yang baru saja keluar dari dalam sana.
Deja memalingkan wajah nya, "D - deja? Kamu kenapa di sini?" tanya Mei.
Deja memutar mata nya malas, "Orangtua lo nitipin lo sama gue" jawab nya dengan malas.
"Serius? Tapi Papa sama Mama gak bilang sama aku" telisik Mei.
Deja menatap kesal pada Mei, "Ini inisiatif gue, puas lo?!" dengus Deja.
Mei mengerutkan dahi nya, "Buat apa?" tanya Mei kembali.
Deja tersenyum aneh sambil mengerutkan dahi nya, "Buat apa lo bilang? Yaudah kalo lo gak mau gue jemput".
"Yaudah" Mei menutup pintu gerbang nya dan meninggalkan Deja.
Deja membelalakan mata nya, "Gila ya lo Mei? Gue udah di sini tapi lo acuhin gue!" sinis Deja.
Mei membalikan badan nya pada Deja, "Aku gak ada suruh kamu buat ke sini, bukan nya waktu itu kamu tinggalin aku gitu aja di tepi jalan" ucap Mei.
Detak jantung Deja berdenyut kuat, "M - mei - ".
__ADS_1
"Kalo kamu memang ngerasa terpaksa yaudah gak usah di lakuin" ucap Mei.
" Dia kenapa sih? Padahal gue udah niat baik sama dia " batin Deja.
Deja menarik tangan Mei agar berhenti, "Gue gak sangka lo bisa seketus ini sama gue" ujar Deja.
"Lo masih dendam sama gue, Mei?" tanya Deja yang di belakangi oleh Mei.
Mei membalikan tubuh nya, "Aku gak tahu kamu lakuin ini untuk apa dan karena apa? Bukan nya kamu sendiri yang bilang kalo aku harus jauhin kamu".
"Terus sekarang kamu sendiri yang ada di depan aku?" tanya Mei.
Deja terdiam mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan dari Mei. Deja ingat sekali baru beberapa hari yang lalu Ia mengatakan hal itu pada Mei. Deja mengangkat kedua mata nya untuk menatap wajah gadis tionghoa itu.
"Gue cuma mau - ".
"Aku mau berangkat sendiri, aku gak mau telat lagi gara - gara di turunin di tepi jalan" Mei menyetop sebuah Taxi online yang lewat.
"Mei!" teriak Deja.
Deja terdiam melihat Taxi yang membawa Mei pergi, "Dia benci sama gue?" gumam Deja sambil menatap diri nya dari kaca spion motor nya.
"Apa yang gue lakuin sampai berbekas sama dia?".
"Niat baik gue gak di terima sama dia?" Deja membulatkan mata nya seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.
~
Mei mempercepat langkah nya untuk menjauh dari Deja. Teman - temen Deja menatap aneh pada Deja, "Itu Deja panggil si Mei? Seriusan?" tanya Adriano.
"Tumben banget Deja panggil Mei" Rega menoleh pada Elgra dan Saga.
"Udah cinta kali sama Mei" balas Elgra yang duduk di atas motor nya.
"Ya kali langsung cinta" kekeh Adriano dan Javid.
Deja semakin mempercepat langkah nya untuk mengejar Mei, dengan cepat Deja menarik tangan Mei ke belakang kelas.
Mei menatap takut pada Deja, "Lo marah sama gue?".
"Lo benci sama gue?".
"Jawab!" bentak Deja dengan penuh penekanan, Mei menyusutkan badan nya karena ketakutan.
"Apa lo benci banget sama gue Mei?!" desis Deja.
"Jawab Mei!" Deja menatap sinis pada Mei tentu saja hal itu membuat Mei takut pada Deja. Mei menitikan air mata nya karena ketaktan, "Perempuan mana yang gak sakit kalo di kasarin Ja" Mei meringsutkan diri nya ke bawah lantai.
__ADS_1
"Kamu permaluin aku, kamu buat semua orang benci sama aku. Aku pikir setelah aku tunangan sama kamu aku bakal aman Ja".
"T - tapi apa yang aku dapat dari kamu Ja? Sakit dan kecewa yang aku dapat dari kamu" Mei meringkuhkan diri nya.
Deja ikut menurunkan badan nya agar bisa menyamai Mei, tangan Deja terangkat untuk memegang kepala Mei namun terhenti, " Aku gak mau bilang sama Papa Arsen kalo kamu yang lakuin itu ke aku, karena aku gak mau kamu di marahin sama Papa Arsen" ucap Mei dengan nafas yang tersenggal - senggal.
"Aku berusaha tutupin kesalahan kamu karena aku gak mau kalo Papa ku marah karena hal ini dan putusin pertunangan ini Ja".
"Tolong ngerti Ja" Mei mencurahkan segala isi perasaan nya saat itu, dengan cepat Deja menarik Mei dalam pelukan nya.
Tangis Mei pecah di dalam pelukan Deja, Mei mencengkram kuat seragam sekolah Deja, "Maaf Mei" lirih Deja.
Mei menggelengkan kepala nya di dada bidang Deja, tangan Deja menekan Mei untuk semakin masuk ke dalam pelukan nya, " Selama ini gue udah siksa lo Mei ".
Saga membelalakan mata nya saat melihat Mei berpelukan dengan Deja, apalagi saat mendengar suara tangisan Mei rahang mulut Saga mengerasa secara spontan.
Saga berjalan cepat ke arah Deja dan Mei, "Brengsek lo Ja!" Saga mencengkram kerah seragam Deja.
Deja ikut naik pitam saat Saga mengumpat dan mencengkram kerah seragam nya, " Maksud lo apa bilang gue brengsek?!" desis Deja tak kalah tajam.
"D - deja, S - saga" lirih Mei.
"Lo apain di sampai nangis?" aura Saga saga sangat tajam dan dingin.
"Lo siapa?! Apa urusan nya sama lo?! Kenapa lo selalu ikut andil dalam masalah gue?! bentak Deja.
"Ini hubungan gue sama dia. Jadi lo gak usah ikut campur sama masalah gue!" Deja melepaskan cengkraman Saga.
Saga terkekeh ringan, "Hubungan lo bilang? Apa ada seorang pasangan tinggalin cewek nya di pinggir jalan? Cekik leher ceweknya? Apalagi siram bubur ke muka nya? Jawab gue brengsek!" desis Saga pada Deja.
"Gue tahu itu - ".
Saga melirik tajam pada Mei, "Dan lo terlalu bodoh sebagai cewek masih bisa lo maafin si brengsek kaya dia".
"Gue kira lo beda sama cewek lain tapi lo terlalu - ". Saga terkekeh ringan.
"Naif tau gak!" desis Saga.
Deja memutar mata nya ke Saga, "Dan urusan lo sama dia? Bukan nya lo sendiri yang bilang lo udah ada pacar sekarang apa?" Deja kembali menyerang Saga.
Saga menatap datar pada Deja dan Mei memutar wajah nya ke Saga, "Aku memang terlalu naif, maka nya aku gak pantes buat kalian berdua. Kalian juga bilang kalian gak akan mau sama aku" Mei memutar badan nya dan meninggalkan Deja dan Saga.
"Kalian terlalu cepat untuk menilai seseorang dalam waktu sekejap mata" ucap Mei.
Apakah Deja mulai luluh? Kalo iya bagus dong yaa💚
LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜
__ADS_1
Fllw Ig : mandadwisetyorini