RADEJA

RADEJA
Chapter 7 : He Recognized Me


__ADS_3

Selamat membaca dan semoga suka 💜


Mei diantar pulang oleh Arsen dan Yasmine, mereka berdua datang ke sekolah karena mendapat kabar dari Melisa jika Mei telah di bully oleh teman - teman nya hal itu membuat Arsen marah dan hal yang sangat membuat Arsen menjadi sangat kesal karena Deja tidak menyelamatkan Mei saat di bully.


Mei tidak mempermasalahkan itu Ia tahu sampai kapan pun Deja tidak akan pernah bersikap baik pada diri nya bahkan di depan kedua orangtua nya Deja secara terang - terangan berkata kasar pada Mei, namun ada hal yang meganggu pikiran Mei. Cowok yang menyelamatkan nya itu kelihatan nya sangat mengenal akan diri nya.


Flashback On.


Saga datang sambil membawa seragam, Ia menyerahkan nya pada Mei, "Ganti baju lo" ujar nya dengan nada datar, Mei mengangguk pelan dan segera berganti baju.


Saga mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di tangan Mei, "Gue obatin luka lo" Saga mengambil sebuah kapas.


"G - gak usah " Mei menarik tangan nya untuk menjauh dari Saga.


Saga mengangkat kepala nya dan menatap datar pada Mei, "Apa lo mau biarin luka nya sampai kompetisi Spring Romance ?".


Mei mengangkat kepala nya karena mendengar pertanyaan Saga, "K - kamu tahu darimana?".


Saga memutar mata nya malas, "Gue sering ketemeu lo kalo sore" jawab nya sambil mengobati luka di telapak tangan Mei.


"Shhhttt s - sakit".


"Maksud kamu gimana? Aku gak ngerti" Mei menggelengkan kepala nya karena bingung.


"Lo seorang Violin kan?" Mei mengangguki pertanyaan Saga.


"Kamu Violin juga?" tanya Mei.


Saga terdiam sesaat hingga Ia membuang kapas ke sebelah Mei, "Luka nya udah gue obatin! Selanjutnya lo urus sendiri" Saga mengembalikan kotak P3K ke tempat semuoa dan segera menuju pintu luar.


"T - tunggu, nama kamu Saga?" Mei menatap punggung cowok jangkung itu, namun bukan nya berhenti Saga terus melanjutkan langkah nya.


Flashback Off.


Mei menatap luka di tangan nya, "Luka ini kapan sembuh nya? Sebentar lagi kompetisi nya bakal di mulai" gumam nya.


Mei mengusap perban yang ada di tangan kanan nya, "Kenapa dia bisa kenal sama aku? Apa di juga anak musik?" .


~


Keesokan hari nya Mei tiba di sekolah dengan supir pribadi nya, "Jemput Mei kaya jam biasa ya pak" Mei menutup pintu mobil nya.


"Baik Non".


Mei berjalan melewati koridor namun tatapan seluruh murid Garuda membuat nya menjadi tidak nyaman.


"Dia kan yang di bully kemarin?".


"Tunangan nya Deja?".


"Tapi yang selamatin dia si Saga sahabatnya Deja".


"Mungkin Deja malu punya tunangan kaya dia".

__ADS_1


Mei yang mendengar hal itu lebih memilih mempercepat langkah nya karena menunduku terus Mei menabrak Deja yang berjalan dari arah yang berlawanan.


Deja yang melihat siapa yang Ia tabrak hanya berdecak kesal sambil memalingkan wajah nya, "Maaf Deja..." Mei menunduk.


"Minggir lo!" Deja mengkode Mei untuk pergi dari hadapan nya, Mei langsung pergi dan sempat melirik Deja.


"Parah lo Ja" dengus Elgra.


Adriano yang berdiri di sebelah Saga langsung memutar badan nya " Ga lo kemaren yang nolongin si Mei kan?".


Saga hanya mengangguk, "Itu tangan si Mei parah banget apa Ga?" tanya Rega.


"Lumayan" jawab nya dengan tenang, Deja hanya melirik sekilas pada Saga.


"Lo baik banget sama si Mei, Ga" Javid menyenggol badan Saga.


"Kasihan aja tangan nya luka padahal ada kompetisi".


Deja hanya diam tanpa mau ikut berkomentar apapun, "Kompetisi apa Ga?" tanya Elgra.


"Spring Romance ".


"Nama nya aja keren lihat yuk Ja" Adriano tampak sangat antusias.


"Males!" tanpa ba bi bu Deja menolak mentah ajakan Adriano.


Elgra tersenyum simpul, "Orang kaya lo mana punya hati! Kita gak perlu ajak dia" sinis Elgra, dari sekian sahabat Deja hanya Elgra yang paling sensitif jika Deja berlaku kasar pada Mei.


~


"Iya Mel gue minta tolong ya" balas Mei dengan wajah sendu nya.


Melisa tersenyum dan keluar dari kelas. Mei mengeluarkan laptop dari dalam tas nya karena tangan nya masih sakit Ia lebih memiih belajar dengan laptop nya.


Mei melihat ke papan tulis dan mengetikan apa yang Ia lihat ke laptop nya dengan perlahan Ia terus mengetik, dari arah luar kelas nya Deja dan para sahabat nya melewati kelas Mei.


Mata Deja menangkap seorang Mei yang sedang fokus dengan laptop nya ada rasa bersalah di hati kecil nya karena tidak menolong Mei, "Itu Mei belajar pake laptop?" tanya Adriano.


"Ya maklum aja kan tangan nya masih sakit" jawab Rega.


"Tapi kaya nya Mei kesusahan deh" Rega menatap Mei dari luar kelas.


Deja menatap datar pada Mei, " Jelas dia kesulitan tangan nya luka parah karena di injak ".


Saga yang berdiri di belakang Deja juga ikut memperhatikan Mei, "Dari sini aja Mei kelihatan cantik ya" kekeh Adriano.


"Bener kata lo, Mei memang cantik" sambung Rega.


Melisa berjalan dari arah belakang mereka yang sedang berdiri, "Ngapain lo semua di sini?!" sungut Melisa.


Elgra terkejut dengan kehadiran Melisa, "Santai kali Mel kita cuma lewat".


Melisa memutar mata nya malas dan masuk ke dalam kelas, pandangan Deja tidak terlepas dari Mei hingga Mei ikut menyandari jika ada seseorang yang memperhatikan nya.

__ADS_1


"D - deja?" ucap Mei.


Deja membuyarkan lamunan nya karena di tegur Mei, "Cabut!" Deja berjalan duluan meninggalkan teman - teman nya, Mei melihat Deja yang pergi.


~


Kini semua murid sudah di perbolehkan untuk pulang, "Gue duluan ya Mei" Melisa melambaikan tangan nya pada Mei begitupun sebaliknya.


Mei menunggu jemputan nyadi depan gerbang hingga sebuah panggilan dari supir nya itu Ia terima, "Hallo Pak".


"Mobil nya rusak Pak?".


"Berarti lama ya Pak?".


"Yaudah gapapa Pak biar Mei tunggu di sekolah aja".


Mei duduk di lantai koridor sekolah nya untuk menunggu mobil nya keluar dari bengkel sebenarnya Mei bisa saja pulang dengan Taxi namun Ia lebih memilih aman dengan supir nya.


Mei mengeluarkan sebuah buku catatan musik dari dalam tas nya dan menghafalkam setiap tangga nada nya, "Padahal sebentar lagi kompetisi nya tapi.... " Mei tidak melanjutkan kalimat nya, mata nya berpindah fokus ke sekumpulan tim basket yang berada di lapangan.


"Shoot Ja" seru Rega, Deja melompat di dekat ring dan memasukan si kulit bundar oranye itu ke dalam ring.


"Woahh good job Ja" Adriano mentoskan tangan nya pada Deja.


Mei tersenyum takjub memang Deja adalah King Of Garuda selain tampan, Deja adalah ketua tim basket, ketua geng motor dan satu hal lagi dia adalah anak pemilik Garuda.


Deja menoleh pada seseorang yang terus memandangi nya, " Ngapain dia di situ? Sengaja atau gimana? ".


"Ja lo lihat apaan sih?" tanya Elgra.


"Gue mau pulang!" Deja meninggalkan lapangan basket dan menarik ransel nya. Deja berjalan ke arah Mei di ikuti pula oleh teman - teman nya.


Deja menarik lengan Mei dengan kuat, "Kenapa lo di sini?" Deja menatap tajam pada Mei.


"S - sakit Ja" rintih Mei.


"Aku nunggu supir aku" jawab Mei.


"Alasan aja lo" Deja menghempaskan Mei.


"Aku gak bohong Ja" Mei menggeleng pelan.


Deja menatap Mei memang tidak ada yang mencurigakan dari Mei, "Gue antar lo balik! Buruan!".


"Iya Ja" Mei memasukan buku catatan musik nya dan mengikuti Deja. Mei naik ke atas motor Deja dengan susah payah, Mei hanya menguatkan diri nya agar tidak terjatuh.


Deja menghela nafas nya dengan cepat Ia menarik tangan Mei untuk memegangi pingangg nya, "Lo gak usah kepedean! Karena tangan lo luka makanya gue lakuin ini".


"Iya Ja aku ngerti" lirih Mei, Deja bisa melihat wajah Mei yang sendu dan takut pada nya, "Apa gue terlalu kasar sama dia? ".


Teman - teman Deja berdiri di sebalik dinding, "Itu Deja inisiatif sendiri?" kekeh Adriano.


"Ada rasa kasihan juga dia sama Mei" balas Rega, Elgra tersenyum puas sedangkan Saga hanya menatap datar pada kedua orang itu.

__ADS_1


LIKE , VOTE and COMMENT'S 💚💛💜


Fllw Ig : mandadwisetyorini , Tq 😊


__ADS_2