
Sentosa Island - 08.30 am
Semua siswa Senior High School Garuda Internasional turun dari bus yang membawa mereka ke Pulau Sentosa. Mei terakhir keluar dari bus, sebenarnya Ia tidak ingin ikut untuk perjalanan kali ini karena Mei tidak begitu menyukai pantai.
"Kalo lo gak mau kesana lo duduk aja di sini Mei" ujar Melisa.
Mei menggeleng pelan sambil memakai topi pantai nya, "Aku ikut Mel".
Mei dan Melisa memilih untuk mencari tempat mereka untuk beristirahat. Mereka memilih sebuah lesehan di tengah. Mei memakai sunblock untuk menghindari luka bakar pada kulit nya.
"Lo mau makan apa Mei? Biar gue pesenin sekalian" Melisa mengambil dompetnya dari dalam tas.
"Aku sama kaya kamu aja Mel" Mei menyipitkan mata nya pada Melisa, mengerti akan hal itu Melisa menganggukan kepala nya.
Mei mengambil sebuah kain pantai dari dalam ransel nya, Ia menutupi bagian dada nya dengan kain pantai berwarna kuning itu.
"Melisa pilihin baju nya kebuka banget" Mei menarik tali dress nya.
"Mei!"
"Kenapa lo? Gak enak badan?" Deja memilih duduk di sebelah Mei.
"Bukan" Mei menggelengkan kepala nya dan memeluk tubuh nya semakin erat.
Deja menyipitkan mata nya pada Mei, "Kenapa Mei?".
Mei membuka kain pantai yang menutupi bagian dada nya, "H - hmm baju nya kebuka banget Ja" wajah Mei bersemu merah.
Deja pun ikut tersipu malu karena melihat dada Mei. Deja menutup mulut nya, "Siapa yang pilihin baju buat lo?".
"M - melisa Ja" Mei menundukan wajah nya karena malu.
Deja memejamkan mata nya dan mendesah frustasi, "Melisa emang resek!" desis Deja.
"Lo mau ganti baju? Ayo gue temenin ke toko sovenir" ajak Deja.
"A - aku gapapa kok, aku udah pakai kain" Mei memalingkan wajah nya dari Deja.
Deja menghela nafas nya dengan panjang, "Ikut gue" Deja menarik tangan Mei.
"K - kemana?".
"Udah ikut aja" Deja tersenyum sumringah tanpa sepengetahuan Mei.
Di salah satu lesehan teman - teman Deja tengah memperhatikan mereka berdua. Adriano duduk di sebelah Rega sambil tertawa kecil.
"Lihat Deja udah mulai berubah sama Mei" kekeh Adriano sambil memakan kuaci.
"Gue bilang juga apa, dia bakalan takhluk sama Mei" balas Rega yang tengah memetik senar gitar.
Saga yang tengah bersandar memilih memejamkan mata nya, namun telinga nya tetap mendengar obrolan teman - teman nya. Akhir - akhir ini pun Saga merasa jika Mei mulai membuka hati nya pada Deja.
"Kenapa? Gue tahu lo dengar semua" tanya Elgra.
__ADS_1
"Terus kenapa kalo gue dengar?" Saga membalikan wajahnya pada Elgra.
"Lo suka kan sama Mei?" Elgra tersenyum puas pada Saga.
"Kalo gue bilang gak gimana?" balas Saga tak mau kalah.
Elgra tersenyum pada Saga sambil memejamkan mata nya. Elgra membuka mata nya, "Gue gak percaya. Sama diri lo sendir aja lo gak jujur Ga".
"Belajar jujur walau dalam hal kecil Ga" Elgra menepuk pelan pundak Saga.
~
Deja telah menyewa sebuah Speedboat untuk diri nya dan Mei. Deja memakaikan sebuah pelampung pada Mei.
"Kita mau naik ini?" Mei memegangi mini dress nya.
"Terus mau naik apa? Barakuda punya Papa Raymond gitu?" kekeh Deja.
Mei mengerucutkan bibir nya dan membalikan badan nya, "Aku mau pulang" Mei memasang wajah kesal.
Deja menahan lengan Mei, "Gila ya lo! Buruan naik" titah Deja.
"Aku mau pulang!" tegas Mei.
Deja berdecak kesal pada Mei dan dari arah belakang Deja menggendong Mei ala brydal style, "Lo mau gue buang ke laut?!" ketus Deja.
Mei merapatkan bibir nya dan menggelengkan kepala nya. Mei menelusupkan wajah nya pada dada Deja, karena merasa lucu Deja sedikit terkekeh.
Deja mulai naik dan mengemudikan Speedboat nya. Mei memegang pinggang Deja takut jika Ia akan jatuh, "Pelan - pelan ya Ja".
Deja menambah kecepatan Speedboat nya karena mendengar ucapan Mei. Deja berdiri dan berteriak sekeras mungkin karena merasa amat bahagia. Angin pantai yang berhembus dan panas matahari yang menyengat mereka berdua semakin membuat Deja bersemangat.
"Coba berdir Mei" teriak Deja.
"Gak mau, aku takut jatuh".
"Gak bakalan jatuh Mei percaya sama gue" Deja kembali berteriak dengan keras.
Mei mulai goyah akan pendiriannya, Mei mencoba memberanikan diri nya untuk berdiri di atas Speedboat. Deja menoleh ke arah belakang, "Ayo Mei percaya sama gue" ujar Deja.
Mei memberanikan diri nya untuk berdiri dan memegangi pundak Deja. Rambut hitam tergerai indah karena sapuan angin laut Pulau Sentosa.
"Gimana? Seru kan?".
"Iya seru" Mei mencoba membetangkan kedua tangan nya untuk merasakan sejuk nya udara hari ini. Tanpa mereka sadari mereka saling tersenyum sama lain. Deja merasa jika Mei mampu merasakan kebahagiaan yang Ia berika lewat perjalanan mereka, begitu pun Mei.
"Pegangan Mei" Deja memutar Speedboat nya tiga ratus enam puluh derajat. Deja dan Mei saling berteriak histeris satu sama lain.
Dari arah bibir pantai seluruh siswa melihat keseruan mereka berdua. Saga bersandar pada sebuah batang pohon kelapa dengan tatapan kekecewaan. Kekecewaan karena Mei terlihat lebih bahagia jika bersama Deja.
"Kamu suka kan sama Mei?" tiba - tiba Natalie berada di belakang Saga.
"Bukan urusan lo" sarkas Saga.
__ADS_1
Natalie menatap sinis pada Saga, "Kamu mau sampai kapan tutupin hal ini Ga?!".
Saga membalas tatapan sinis dari Natalie, "Apapun yang gue lakuin itu urusan gue!".
"Lo gak berhak ikut campur! Karena masalah gue gak ada urusan nya sama lo lagi" Saga memilih langsung pergi meninggalkan Natalie.
Natalie berdecak kesal pada Saga, Ia menatap sinis pada Deja dan Mei yang tengah menaiki speedboat, "Lo hancurin segala nya brengsek!" desis Natalie.
On the Cruise Ship - 19.00 pm
Deja dan yang lain nya tengah duduk di salah satu kursi tepi kolam di atas kapal pesiar. Rega dan Adriano tengah mencari makanan untuk mereka. Elgra tengah menyesap vape nya dengan santai. Deja tengah menatap Mei yang kini tengah berjalan dengan Melisa.
"Ajak Mei ke sini Ja" titah Elgra.
Deja langsung berdiri dan menghampiri Mei, "Ini siapa lagi yang pilihin baju lo?".
"Gue!" balas Melisa tak mau kalah.
"Kenapa? Gak suka lo?".
Deja berdecak kesal sambil memalingkan wajah nya, "Ikut gue Mei" Deja menarik lengan Mei.
Deja mengajak Mei ke belakang bagian ruang tunggu kapal pesiar. Mei merasa kedinginan karena sapuan angin malam pantai.
"Kenapa ke sini?" tanya Mei.
"Gue punya sesuatu buat lo" Deja merogoh saku celana Levis pendek nya. Sebuah kotak kecil berwarna hitam Ia ambil dari dalam saku celana nya.
"Mei gue gak tahu lo suka atau gak tapi ini tulus dari gue Mei".
"Lebih tulus gue dari kalung pemberian gue buat lo".
Deja memakaikan cincin perak itu pada jari manis Mei. Deja memakaikan nya dengan hati - hati.
"Gue gak tahu sejak kapan tapi gue beneran sayang sama lo Mei".
Mei menyipitkan mata nya pada Deja seakan masih ragu akan ucapan Deja, "A - aku ".
"Gue gak bakal paksa Lo buat percaya sama ucapan gue Mei".
"Kasih gue waktu buat buktikan sama lo kalo gue memang beneran sayang sama lo" Deja menggenggam tangan Mei.
Deja mendekatkan diri nya pada Mei. Mei memilih mundur ke belakang, tangan Deja menahan pinggang Mei. Deja mendekatkan bibirnya pada Mei, "Aku sayang kamu Mei".
Pada detik itu pula kembang api menghiasi langit malam mereka di atas kapal pesiar. Deja semakin memperdalam ciuman nya pada Mei, tangan Deja menyentuh leher putih milik Mei.
" Please don't go away. I want to spend my time with you tonight Mei ".
Maaf baru bisa Up hehe, untuk seluruh Reader's terima kasih selalu beri dukungan untuk Author, maaf juga sudah menyita waktu Radeja karena kesibukan Author. Author juga punya kabar baik , Author lulus ujian masuk kampus terima kasih juga sudah bisa mengerti π
I love you moreπ
LIKE, VOTE and COMMENT'Sπππ
__ADS_1