
Deja berangkat sekolah lebih pagi daripada biasanya. Awal pagi nya juga terasa berat karena ada sekumpul penyesalan yang ada di benak nya saat ini.
Jika mengingat pertemuan nya dengan Elang di kafe Ia terus saja merutuki kesalahan bodoh yang Ia buat. Awalnya Deja memang tidak merasa keberatan dengan kesepakatan itu karena memang Deja berniat menjauhkan Mei dari hidupnya.
Namun semakin hari karena Deja selalu bersama Mei, Ia sadar dan mengerti jika Mei memang tulus pada nya. Ia juga merutuki kesalahan nya karena pernah menyakiti Mei dengan tangan nya.
"Deja!" panggil Rega dari arah belakang.
Deja membalikan badan nya sambil menatap datar pada Rega, "Adriano Mana?" Deja melirik Rega yang memegang bahu nya.
"Udah duluan dia ikutan marah karena kejadian kemarin".
Deja menyipitkan mata nya dan menghela nafas nya, "Dia juga ikutan marah?".
"Lo kaya gak tahu Adriano aja dari dulu dia yang paling sensitif kalau ada yang marahan di antara kita semua" jelas Rega.
Deja memejamkan mata nya sekaligus menghela nafas nya dengan panjang. Deja menggelengkan kepala nya, "Kita ke kelas sekarang" ajak Deja.
~
Deja meletakan ransel nya di atas meja belajar. Deja bisa melihat jika Adriano tengah memunggungi nya dengan beralaskan tangan sebagai penopang dagu nya.
" Rabbit ".
Alis Adriano terangkat dan sedikit terkejut karena mendengar panggilan itu. Sudah lama diri nya tidak mendengar nama itu. Adriano tahu jika itu adalah suara Deja namun Ia tetap memilih diam.
" Rabbit " ulang Deja.
" Lo udah sarapan?" tanya Deja berusaha membujuk Adriano.
"Udah!" sungut Adriano.
"Yakin udah?" goda Deja memang di saat seperti ini Deja akan berubah menjadi sosok yang bersahabat dan peduli teman.
"Gue punya roti kesukaan lo" Deja menunjukan sebuah roti dalam bungkusan.
" Peanut choco toast with some margarine " Deja meletakan nya di depan meja Adriano. Deja sangat paham apa yang di sukai oleh sahabat nya itu.
Rega hanya tersenyum lucu saat melihat Adriano yang mulai goyah karena roti pemberian Deja. Adriano melirikan mata nya pada roti yang ada di hadapan nya.
"Kalo mau ambil aja" Deja semakin mendekatkan roti itu pada Adriano.
Adriano mengambil roti itu dengan cepat dan langsung membuka bungkusan roti milik nya. Deja tersenyum lucu melihat tingkah sahabat nya itu.
"Gue minta maaf karena udah buat keributan kemarin. Cukup gue sama Saga yang bertengkar. Lo jangan ikut - ikutan" Deja menyentuh bahu Adriano.
Adriano memakan roti cokelat nya sambil menatap mata Deja, "Gue gak mau kita semua berantem Ja".
"Kita sahabatan udah dari kecil bukan setahun atau dua tahun" Adriano berusaha menjelaskan sambil tetap mengunyah roti milik nya.
"Makan dulu baru ngomong" Rega memberi Adriano sekotak susu cokelat.
Adriano menggeram kesal karena ucapan Rega, Adriano melirik Deja yang tengah termenung.
"Apa lo udah beneran serius sama Mei, Ja?.
__ADS_1
Detak jantung Deja berdetak kuat karena mendengar nama Mei. Deja berdiri dan duduk di atas meja milik Adriano.
"Kalo gue gak sayang sama Mei kita semua gak bakal berantem".
"Gue mungkin memang masih brengsek di mata kalian tapi perasaan gue ke Mei tulus" jelas Deja.
"Apapun itu gue bakal berusaha jagain Mei karena gue udah janji bakal tetap lanjutin pertunangan ini".
"Lo serius Ja?" Rega ikut berdiri dan duduk di sebelah Deja.
~
Mei menunggu Deja di parkiran motor sekolah. Mei berdiri di sebelah motor sport milik Deja. Dari arah koridor Deja berlari kecil ke arah Mei.
"Udah lama ya Mei?".
"Gak kok aku baru aja keluar".
"Maaf ya aku tadi ke perpustakaan dulu" Deja memakaikan helm pada Mei.
"Oh iya gimana kabar si Natalie?" Mei mendongakan kepala nya pada Deja.
Deja tetap fokus memakaikan helm pada Mei, "Aku gak tahu".
"Aku dengar dari Melisa katanya Natalie mau kembali ke Jerman".
"Mungkin aja".
"K - kamu kenapa?" kembali Mei mendongakan kepala nya ke atas.
"Aku udah gak mau berurusan lagi sama Natalie, aku itu udah jadi tunangan kamu. Mungkin aku gak pantas bilang ini sama kamu tapi kenyataan nya aku memang udah gak mau berurusan sama Natalie".
"Maaf kalau aku salah bicara" Mei menyipitkan mata nya.
Deja naik ke atas motor nya dan memakai helm nya, "Naik Mei" titah Deja.
Mei tidak mendengarkan perintah Deja agar segera naik. Kini Mei malah memandangi sekumpulan laki - laki yang tengah berhenti di depan gerbang sekolah nya.
"Mei?!" panggil Deja.
"Mei?!!" Deja mulai menaikan nada suara nya. Deja mengerurtkan dahi nya karena Mei tidak mendengarkan nya.
"Mei!!!" bentak Deja.
Mei terkejut karena bentakan Deja. Mei terlihat gelagapan panik dan segera naik ke atas motor Deja.
"Kamu lihat apa?!".
"Itu mereka - ".
Deja membalikan badan nya untuk melihat siapa yang telah membuat Mei jadi tidak mendengarkan perintah nya. Deja membelalakan mata nya karena terkejut melihat siapa yang datang.
" Elang Brengsek! ".
"Bukan nya mereka orang yang ketemu sama Kita di Cafe Ja?".
__ADS_1
Deja mulai panik dan takut jika Mei curiga akan keberadaan Elang, " Iya mereka yang ketemu sama kita di Cafe".
"Mereka teman kamu?".
Sebuah detakan membuat Deja terdiam karena pertanyaan Mei Han. Deja menggertakan rahang nya. Dari jauh Elang tampak tersenyum sinis pada Deja Dan Mei.
"Deja!" teriak Rega Dan Adriano.
Rega dan Adriano berlari ke arah Deja, "Deja gue pinjam sebentar ya Mei " ujar Rega.
"Iya silahkan".
Deja berjalan mengikuti Rega dan Adriano. Deja menggaruk kepala nya, "Elang kenapa di sini?" tanya Rega.
"Gue juga gak tahu!".
"Bohong! Elang cuma mau bicara sama leader geng!" dari arah belakang Saga muncul bersama Elgra.
"Lo tahu kan maksud gue?!" desis Saga.
Deja menatap sinis pada Saga, "Maksud lo apa?!".
"Apaan sih lo berdua? Cari tahu kenapa Elang di sini bukan saling tuduh!" lerai Elgra.
"Kemarin gue ketemu sama Elang di club dan dia bilang kita bakal kehilangan seseorang" Saga melirik tajam pada Deja.
Mereka semua mengerurtkan dahi nya, " Lo ingkar sama janji lo Elang! " batin Deja.
"Maksud Elang apaan sih!" dengus Adriano kesal.
"Salah satu dari kita ada yang berkhianat dan main belakang!" tuding Saga.
Mereka semua melirik pada Saga, "Lo gak bisa gitu lah Ga" ujar Rega.
Saga berdecak kesal dan pergi meninggalkan teman - teman nya. Deja memejamkan mata nya dan ikut berdecak kesal.
"Kebiasaan banget sih si Saga!" dengus Adriano.
"Balik gih si Mei udah tunggu lo" Elgra menepuk pelan bahu Mei dan ikut pergi meninggalkan teman - teman nya.
"Dan gue harap gak ada yang berkhianat di antara kita sama kaya omongan Saga" Elgra melirik sinis pada mereka.
Deja mengepal kedua tangan nya karena ucapan Saga dan Elgra. Kini Mei hanya duduk di atas motor Deja untuk menunggu Deja kembali.
Dari arah luar pagar laki - laki yang Mei temui di Cafe memilih pergi namun tidak begitu saja pada laki - laki yang mengembalikan saputangan Mei yang terjatuh.
Elang mengedipkan mata nya pada Mei sama halnya seperti laki - laki yang tengah menggoda diri nya. Deja yang berdiri di belakang Mei kembali tersulut emosi.
"Kamu gapapa Mei?" Deja berlari ke arah Mei duduk. Mei menggeleng pelan dan memasang wajah sendu ketakutan.
"Kita pulang sekarang".
Dan sekarang Deja menyesali perbuatan nya terutama sekali kesepakatan nya dengan Elang.
" Maaf Mei ".
__ADS_1
Kalian berharap gak Mei bakal maafin Deja? atau lebih ship Mei Saga?.