RADEJA

RADEJA
Chapter 36 : Holiday 2


__ADS_3

Semua murid tengah menikmati waktu sarapan mereka di ruang tengah Hotel. Deja dan Elgra baru saja keluar dari salah satu lift, mata Deja mencari dimana keberadaan Mei dan benar saja Mei tengah duduk berdua bersama Melisa.


Deja memiringkan sudut bibir nya saat mengetahui Mei tengah menikmati makanan nya, "Kita mau duduk dimana?" tanya Elgra.


"Bareng mereka aja" Deja menunjuk pada meja yang telah di isi oleh teman - teman nya.


Mei yang semula tengah menikmati makanan nya perhatian nya teralihkan pada Deja yang duduk di dekat meja makan nya.


Melisa menoleh pada Deja yang tengah menarik kursi meja makan, "Gak mau gabung sama Deja" Melisa menyuap makanan nya.


Mei menggeleng pelan dan kembali melanjutkan makan nya. Deja merubah posisi duduk nya untuk bisa melihat Mei dengan jelas.


"Lo udah mulai suka sama Mei ya Ja?" tanya Adriano.


"Kalo iya kenapa?" Deja menyipitkan mata nya pada Mei.


"Bukan nya dulu lo jutek sama dia" sambung Rega yang menyipitkan mata nya pada yang lain.


"Menurut lo apa perasaan orang gak bisa berubah? Jadi benci ke suka atau pun sebalik nya" Deja membalikan badan nya pada Rega.


Saga menatap tak suka pada Deja. Saga memilih menyudahi sarapan nya dan menarik serbet dari pangkuan nya. Saga sedikit menendang sebuah kursi meja makan.


"Kenapa lagi?" tanya Adriano.


Rega menatap punggung Saga yang mulai menghilang dari penglihatan nya, "Gue curiga kalo sebenernya Saga suka sama Mei".


"Apa bener Ja? Lo tahu kalo Saga suka sama Mei?".


"Beneran El? Apa cuma gue yang gak tahu" tanya Adriano.


"Harusnya dia sadar diri. Dia siapa dan Mei siapa, dan posisi gue siapa. Kalo emang dia beneran sahabat gue gak mungkin dia berani lakuin hal itu" tegas Deja.


"Lo sama Saga itu salah. Saga salah karena suka sama tunangan sahabat nya sendiri" ucap Elgra sambil membersihkan sisa makanan di bibir nya.


"Dan lo juga salah dulu lo benci banget sama Mei sekarang malah kebalik" Elgra menunjuk Deja dengan jari telunjuk nya.


"Harus nya lo bisa intropeksi jangan salahin Saga aja".


" I don't care " balas Deja santai.


~


Mei keluar dari Hotel dengan busana yang santai. White dress bercorak chery merah menjadi pilihan nya dan di tambah flat shoes dan topi pantai. Cuaca Singapura kali ini sangat cerah, terik matahari dan langit berwarna biru membuat suasana hati Mei semakin membaik.


Mei memilih menikmati waktu nya sendirian, kali ini Melisa tidak bisa menemani nya karena tengah sibuk berbelanja. Mei melirik ke kanan dan ke kiri.


"Hai" seseorang baru saja menepuk pelan pundak Mei dan membuat nya cukup terkejut.


"Deja?" balas Mei.

__ADS_1


"Lo mau kemana? Mau gue temenin? Gue cukup tahu lo tempat di Singapura" Deja memiringkan senyuman nya.


"Aku bisa sendiri" Mei membalikan badan nya namun tangan Deja cepat menarik pinggang Mei.


"Ayolah Mei" rengek Deja sambil menahan pinggang Mei.


Mei mengerjapkan mata nya berulang kali dan berusah menetralkan pikiran nya, "Yaudah lepas tangan kamu dari aku" Mei mendorong Deja agar menjauhi nya.


~


National Orchid Garden - 10.00 am


Deja dan Mei memilih taman bunga menjadi destinasi pertama mereka, tidak lebih tepat nya Mei lah yang meminta Deja agar mengajaknya ke taman bunga itu.


"Apa gak ada yang lain selain taman bunga? Ke Mall atau kemana gitu?".


Mei masih sibuk dengan bunga - bunga yang ada di sekililing nya. Sebuah senyuman terukir indah di sudut bibir Mei, Deja pun bisa melihat dan merasakan jika taman bunga adalah tempat kesukaan tunangan nya itu.


"Mei? Lo gak dengerin gue" Deja berdiri di belakang Mei yang tengah memegang sebuah anggrek berwarna putih.


"Iya aku dengar".


"Kenapa?" Deja memilih duduk di sebuah kursi putih panjang.


"Karena lihat bunga suasana hati aku jadi baik".


Mei melihat ke atas langit dan menoleh pada Deja, "Karena warna - warni" Mei tersenyum dan bertingakah seperti anak kecil yang menggemaskan.


Deja tertawa keras saat melihat ekpresi Mei yang menggemaskan. Deja berdiri dan mengacak rambut Mei, "Semakin hari lo makin buat gue ketawa" Deja kembali memakaikan topi pada Mei.


Wajah Mei bersemu merah karena malu mendengar pujian dari Deja. Mei tersenyum kecil sambil menundukkan wajah nya agar Deja tidak mengetahui bagaimana ekspresi nya saat ini.


"Kita kesana, gue denger di sana lebih bagus bunga nya" Deja merangkul bahu Mei.


Mei sedikit malu karena rangkulan dari Deja namun ada perasaan bahagia di dasar hati Mei karena Deja sudah mau berubah menjadi lebih baik jika bersama diri nya.


Hingga sore mereka berdua menghabiskan waktu di taman bunga itu membuat mereka kelaparan karena lupa akan waktu.


"Cari makan dulu gue laper" ujar Deja.


Mei tengah melepaskan flat shoes nya, "Hmm iya aku juga lapar".


"Kenapa di lepas?" Deja melirik ke arah kaki Mei.


"Ada sedikit luka jadi perih" Mei menyentuh bagian luka di kaki nya.


Deja memukul tangan Mei, "Jangan di pegang nanti kotor!".


"Terus gimana?" suara Mei terdengar lirih dan kecil.

__ADS_1


"Kita cari makan dulu nanti kita obatin di Hotel".


Deja merendahkan diri nya dan membelakangi Mei tentu saja hal itu membuat Mei bingung.


"Kamu kenapa? Capek?" Mei mendekatkan diri nya pada Deja.


"Naik! Gak mungkin lo jalan tanpa alas nanti tambah banyak luka lo".


Mei sedikit ragu dengan perintah Deja, Mei lebih memilih mundur beberapa langkah untuk menjauhi Deja.


"Mei! Buruan naik!" ketus Deja.


"T - tapi Ja - ".


Deja berdiri dan membalikan badan nya, segera Ia menarik pinggang Mei dan mengangkat nya ala brydal style. Mei terkejut dan menjadi panik.


"Deja turunin aku! Malu di lihat orang" Mei memukul dada bidang Deja.


Deja tersenyum nakal pada Mei, "Yaudah lo pilih mana?".


"Turunin aku!" bentak Mei.


Deja menurunkan Mei dengan perlahan, "Buruan naik!" titah Deja.


Mei mendekatkan dirinya dengan punggung Deja dan mengedepankan tangan nya. Mei menggigit bibir nya dan menelusup kan wajah nya di sebalik punggung Deja.


"Udah?" tanya Deja.


"U - udah" lirih Mei.


Deja mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan taman bunga itu. Di sepanjang langkah nya Deja terus saja berusah mengajak bicara Mei namun Mei hanya akan menjawab dengan suara kecil, sebagian orang juga memperhatikan mereka karena memang mereka tengah menjadi perhatian malam ini dua insan yang tengah jatuh cinta.


Kini mereka tengah berhenti di street food . Deja memesan dua mangkuk kwetiauw goreng dan dua gelas barley water. Mei memakan semangkuk kwetiauw dengan lahap, tangan nya terus memegangi luka yang ada di kaki nya.


"Kita gak bisa lama - lama di sini, kita harus obatin luka lo" ujar Deja yang tengah melahap kwetiauw nya.


"Iya Ja" Mei mengerti dengan situasi nya saat ini.


Setelah kurang lebih dua puluh menit mereka makan mereka berdua pun memilih untuk pulang ke Hotel. Deja beranjak dari duduk nya dan membayar makanan mereka berdua.


"Buruan udah malam soalnya" Deja membungkukkan diri nya.


Mei mulai naik ke atas punggung Deja, " U - udah Ja" ujar Mei di sebelah telinga Deja.


Dari arah belakang mereka seseorang tertunduk lesu setelah melihat mereka berdua, "Gue kenapa? Kenapa selalu gue yang terlambat" Ia mengusap wajah nya frustasi.


Maaf slow update karena baru selesai ujian hehe, dan aku harap kalian suka scene iniπŸ’š


LIKE , VOTE and COMMENT'SπŸ’›πŸ’œπŸ’š

__ADS_1


__ADS_2